Terbit: 28 Februari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Ibuprofen adalah obat dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs) yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri tubuh akibat peradangan. Ketahui ibuprofen obat apa, manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dll.

Ibuprofen: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Umum Obat Ibuprofen

Berikut ini adalah informasi umum obat ibuprofen:

Nama Obat Ibuprofen
Kandungan Obat Ibuprofen
Kelas Obat Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs)
Kategori  Obat bebas
Manfaat Obat mengatasi mengobati nyeri akibat sakit kepala, sakit gigi, nyeri punggung, radang sendi, kram menstruasi, atau cedera ringan.
Kontraindikasi Hipersensitif
Sediaan Obat Tablet, sirup, salep, obat rektal, dan suntikan
Harga Obat Ibuprofen 400 mg Rp 720/tablet

Ibuprofen adalah suplemen herbal yang dapat dibeli secara bebas baik di apotek langsung tanpa resep dokter atau secara online. Obat ini tersedia dalam merek dagang Ibuprofen, Intrafen, Neo Rheumacyl, Oskadon SP, Bodrex Extra, Bodrexin IBP, Procold, Paramex Nyeri Otot, Novaxifen, Arbupon, Proris, Advil, Midol, Motrin, Motrin IB, dll.

Ibuprofen Obat Apa?

Ibuprofen adalah obat yang digunakan untuk meredakan demam dan mengobati nyeri akibat sakit kepala, sakit gigi, nyeri punggung, radang sendi, kram menstruasi, atau cedera ringan.

Obat ini termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs) yang juga memiliki sifat analgesik untuk menyembuhkan gejala peradangan dalam tubuh. Obat ini digunakan untuk perawatan jangka pendek dalam mengatasi sakit kepala, namun untuk gejala peradangan dan rasa nyeri lain mungkin dibutuhkan perawatan jangka panjang.

Obat sebagai efek penghilang rasa sakit ibuprofen ini adalah obat tanpa resep (OTC) atau obat bebas yang dijual di apotek dalam sediaan tablet 400 mg, sirup, salep, obat rektal, dan suntikan. Obat ini bekerja dengan cara menekan produksi prostaglandin yaitu zat yang dikeluarkan tubuh sebagai respons terhadap penyakit dan cedera.

World Health Organization (WHO) memasukan ibuprofen dalam daftar standar kebutuhan medis sebagai perawatan kesehatan dasar yang harus ada atau dikenal sebagai “Daftar Obat Esensial”.

Manfaat Obat Ibuprofen

Berikut ini adalah manfaat obat ibuprofen:

  • Mengatasi demam
  • Mengatasi peradangan
  • Mengatasi sakit kepala
  • Mengatasi sakit gigi
  • Mengatasi sakit punggung
  • Mengatasi radang sendi
  • Mengatasi nyeri menstruasi atau dismenore
  • Mengatasi luka ringan
  • Mengatasi osteoarthritis

Kandungan ibuprofen juga ditambahkan dalam golongan obat dekongestan untuk mengatasi pilek dan flu biasa.

Dosis Obat Ibuprofen

Berikut ini panduan dosis obat ibuprofen secara umum:

1. Gejala Demam

Dosis obat ibuprofen dalam bentuk injeksi atau infus, yaitu:

  • Anak: 6 bulan hingga <12 tahun menggunakan dosis 10 mg/kgBB selama 10 menit setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan. Dosis maksimum adalah 3,2 gram per hari.
  • Remaja: 12-17 tahun menggunakan dosis 400 mg selama 10 menit setiap 4-6 jam sekali. Dosis maksimum 2,4 gram per hari.
  • Dewasa: Dosis awal 400 mg kemudian dosis dinaikan menjadi 400 mg setiap 4-6 jam sekali atau 100-200 mg 4 jam. Dosis maksimum 3,2 gram per hari.

Sementara dosis obat oral atau tablet ibuprofen adalah:

  • Dosis Anak >6 Bulan: Menggunakan dosis 5-10 mg/kgBB setiap 6-8 jam sekali. Dosis maksimum adalah 40 mg/kgBB per hari.
  • Dosis Dewasa: 200-400 mg per oral setiap 4 hingga 6 jam sekali.
  • Dosis Lanjutan: Dosis meningkat hingga 400 mg setiap 4 hingga 6 jam sesuai dengan kebutuhan penyembuhan untuk dewasa. Dosis maksimum adalah 1200 mg per hari selama 3 hari perawatan.

Baca Juga: Demam: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

2. Nyeri Ringan dan Sedang

Dosis obat dalam bentuk injeksi atau infus untuk mengatasi nyeri ringan, yaitu:

  • Anak 6 Bulan hingga <12 Tahun: Dosis 10 mg/kgBB selama 10 menit setiap 4-6 jam sekali sesuai kebutuhan.
  • Remaja 12-17 Tahun: 400 mg selama 10 menit setiap 4-6 jam sekali. Maks: 2,4 gram per hari. Dosis maksimum adalah 400 mg per dosis.
  • Dewasa: 400-800 mg setiap 6 jam sekali sesuai kebutuhan. Dosis maksimum 3,2 gram per hari.

Sementara dosis obat tablet untuk dewasa adalah 200-400 mg setiap 4-6 jam sekali sesuai kebutuhan. Dosis maksimum adalah 1,2 gram atau 3,2 gram setiap hari untuk penggunaan maksimal selama 10 hari.

3. Rheumatoid Arthritis

Mengatasi gejala rheumatoid arthritis, dosis obat ibuprofen adalah:

  • Anak: 30-40 mg/kg/BB setiap hari dibagi dalam 3-4 dosis obat oral atau tablet. Dosis Maksimum: 2,4 gram per hari.
  • Dewasa: 400-800 mg sebanyak 3-4 kali sehari. Dosis maksimum adalah 3,2 gram setiap hari.

4. Nyeri Haid (Dismenore)

Wanita yang sedang mengalami nyeri haid menggunakan dosis 200-400 mg obat tablet setiap 4-6 jam sekali. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2,4 gram setiap hari yang dibagi dalam 2 dosis.

Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker. Dosis setiap orang mungkin berbeda-beda tergantung pada usia, jenis kelamin, gejala penyakit, dan kondisi lain terkait kesehatan.

Interaksi Obat Ibuprofen

Interaksi obat adalah cara obat bereaksi saat Anda menggunakan dua obat, vitamin, atau herbal lainnya secara bersamaan.

Apabila diminum bersamaan, ibuprofen akan menimbulkan efek:

  • Meningkatan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi atau perdarahan apabila diminum dengan obat NSAID lain seperti aspirin, obat antiplatelet, obat antikoagulan seperti Warfarin, dan golongan obat kortikosteroid lainnya.
  • Meningkatan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal apabila dikonsumsi bersama dengan cyclosporine dan tacrolimus.
  • Meningkatkan kadar dan risiko toksisitas bila diminum dengan lithium dan methotrexate.
  • Mengurangi efek antihipertensi bila digunakan bersama obat golongan.
  • ACE inhibitor dan angiotensin II receptor.

Beritahu dokter apabila Anda sedang menggunakan obat lain sebelum minum obat ibuprofen untuk mengurangi risiko interaksi obat dan efek samping.

Efek Samping Ibuprofen

Berikut ini risiko efek samping dari obat ini:

  • Sakit perut
  • Refluks asam
  • Perut kembung
  • Bersendawa
  • Gangguan buang air besar
  • Perubahan warna dan jumlah urine
  • Reaksi alergi
  • Kulit gatal
  • Kulit pucat
  • Nyeri dada, perut, dan tenggorokan
  • Napas cepat dan berbunyi
  • Mual dan muntah
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Berat badan naik

Segera hentikan penggunaan dan bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda apabila Anda mengalami efek samping serius atau reaksi alergi berat.

Peringatan Obat Ibuprofen

Perhatikan peringatan penggunaan obat berikut ini:

  • Jangan mengonsumsi obat ini lebih dari dosis yang disarankan.
  • Penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung fatal atau stroke.
  • Obat ini berisiko menyebabkan perdarahan lambung atau usus fatal bila digunakan dengan aturan salah pada orang tua.
  • Gunakan dosis kecil untuk mengatasi rasa nyeri, demam, atau pembengkakan.
  • Jangan menggunakan obat ini bila Anda memiliki riwayat alergi ibuprofen.
  • Berhati-hati menggunakan obat ini bila Anda memiliki riwayat alergi obat apapun.
  • Tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah aman bagi Anda untuk minum obat ini jika Anda memiliki penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, asma, dan penyakit kronis lainnya.
  • Tanyakan juga kepada dokter apakah aman untuk mengonsumsi obat ini bila Anda sedang hamil atau menyusui.

Harap konsultasi dan baca petunjuk penggunaan obat dengan teliti untuk mengurangi risiko efek samping dan menjaga efektivitas obat dalam proses penyembuhan.

Baca Juga: Efek Samping Ibuprofen dan Petunjuk Penggunaan yang Benar

Petunjuk Penggunaan Obat

Berikut ini adalah petunjuk penggunaan obat:

  • Gunakan obat ini tepat seperti yang diatur pada label atau ketentuan dokter.
  • Jangan gunakan obat dengan dosis kurang atau lebih dari yang dianjurkan.
  • Dosis maksimum ibuprofen untuk orang dewasa adalah 800 miligram per dosis atau 3200 mg per hari (4 dosis maksimum).
  • Dosis obat untuk anak didasarkan pada usia dan berat badan anak.
  • Menggunakan dosis paling rendah lebih disarankan.
  • Obat suspensi oral atau sirup harus dikocok terlebih dulu sebelum digunakan. Ukur obat cair dengan sendok takar atau jarum suntik yang disediakan.
  • Tablet kunyah digunakan dengan cara dikunyah terlebih dahulu sebelum ditelan.
  • Penggunaan obat jangka panjang harus berdasarkan saran dokter.
  • Obat ini diminum setelah makan.

Baca semua informasi dan panduan obat dengan teliti. Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda jika Anda memiliki pertanyaan lanjutan.

Petunjuk Penyimpanan Obat

Berikut ini adalah petunjuk penyimpanan obat,:

  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan menyimpan obat di atas suhu 25ºC.
  • Simpan obat di wadah aslinya.
  • Jangan membuang obat di saluran air karena akan mencemari lingkungan.
  • Jangan memberikan obat-obatan Anda kepada orang lain walaupun dengan indikasi yang sama.
  • Gunakan obat apapun hanya untuk indikasi yang ditentukan.
  • Selalu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan informasi terkait obat yang Anda akan minum.

Itulah pembahasan lengkap tentang danazol obat apa. Informasi kesehatan ini tidak menggantikan konsultasi dan resep dokter. Harap hanya menggunakan obat berdasarkan resep dokter demi keefektifan kerja obat dalam menyembuhkan gejala penyakit.

 

  1. Brazier, Yvette. 2017. What to know about ibuprofen?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/161071. (Diakses pada 28 Februari 2020).
  2. Drugs. 2020. Ibuprofen. https://www.drugs.com/ibuprofen.html. (Diakses pada 28 Februari 2020).
  3. MIMS. 2020. Ibuprofen. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen?mtype=generic. (Diakses pada 28 Februari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi