Terbit: 10 Mei 2020 | Diperbarui: 20 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Hyoscine butylbromide adalah obat yang sering digunakan untuk mengatasi masalah pada sistem pencernaan terutama usus. Ketahui lebih lanjut mengenai obat hyoscine butylbromide mulai dari indikasi, efek samping, dosis, cara pakai, dan lainnya berikut ini!

Hyoscine Butylbromide: Indikasi, Efek Samping, Dosis, Cara Pakai, dll

Rangkuman Informasi Obat Hyoscine Butylbromide

 Nama obat Hyoscine butylbromide
 Golongan obat Antispasmodik
 Kategori obat Obat keras (harus dengan resep dokter)
Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA C
 Fungsi obat
  • Mengatasi kram perut akibat masalah pada usus, lambung, dan saluran kemih
  • Pengobatan sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome)
 Kontraindikasi obat
  • Hipersensitivitas
  • Ileus paralitik
  • Ileus obstruktif
  • Glaukoma
  • Takikardia
  • Hipertropi prostat
  • Intoleransi fruktosa
  • Mengonsumsi obat antikoagulan
  • Stenosis
  • Miastenia gravis
  • Hamil dan menyusui
 Dosis obat
  • Oral
    Kram perut

Dewasa:  20 mg 4 kali per hari.
Anak-anak: 10 mg  (usia 6-11 tahun) per hari. Anak-anak  ?12 tahun dosis sama seperti orang dewasa

  • Oral
    Profilaksis

Dewasa:  Dosis awal 0,15-0,3 mg, dibagi menjadi 3 dosis per hari. Dosis maksimal 0,9 mg per hari
Anak-anak: Dosis awal 0,075 mg (usia 3-4 tahun). Dosis maksimal 0,15 mg per hari. Anak-anak usia 4-10 tahun 0,075-0,15 mg, diminum setiap 6 jam. Dosis maksimal 0,45 mg per hari. Anak-anak usia >10 tahun 0,15-0,30 mg, dimimum setiap 6 jam. Dosis maksimal 0,9 mg per hari

  • Oral
    IBS (irritable bowel syndrome)

Dewasa: Dosis awal 10 mg, dapat ditingkatkan menjadi 20 mg per hari dan dibagi menjadi 4 dosis
Anak-anak: 10 mg  (usia 6-11 tahun) per hari. Anak-anak usia  ?12 tahun dosis sama seperti orang dewasa

 Sediaan obat  Tablet

 

Hyoscine Butylbromide Obat Apa?

Hyoscine butylbromide obat apa? Hyoscine butylbromide adalah obat antispasmodik yang diformulasikan untuk mengatasi gejala kram di area perut karena adanya masalah pada usus, lambung, hingga saluran kemih. Tidak hanya itu, obat ini juga dapat difungsikan untuk mengobati penyakit sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome).

Sebagai obat yang masuk ke dalam golongan antispasmodik, obat ini memiliki mekanisme kerja yakni memperlambat pergerakan usus dengan cara melemaskan otot-otot dari organ pencernaan tersebut. Termasuk ke dalam kategori obat keras, penggunaan obat ini tidak bisa sembarangan dan harus dengan resep serta pengawasan dari dokter.

Indikasi Obat Hyoscine Butylbromide

Indikasi  atau kegunaan hyoscine butylbromide ini adalah untuk mengobati gejala kram atau nyeri perut yang diakibatkan oleh adanya masalah pada organ pencernaan yakni usus, pun organ dan bagian tubuh lainnya seperti usus dan saluran kemih.

Obat ini juga kerap digunakan sebagai medium pengobatan pada kasus sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome). Membantu mendapatkan hasil CT Scan dan MRI yang optimal menjadi fungsi lainnya dari obat hyoscine butylbromide.

Pastikan untuk menggunakan obat ini sesuai dengan peruntukkannya. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menghilangkan efektivitas obat atau bahkan berpotensi menimbulkan reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Hyoscine Butylbromide

Sebelum menggunakan obat ini, ketahui terlebih dahulu sejumlah informasi penting berikut ini:

1. Kontraindikasi Obat Hyoscine Butylbromide

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Ileus paralitik
  • Ileus obstruktif
  • Glaukoma
  • Takikardia
  • Hipertropi prostat
  • Intoleransi fruktosa
  • Mengonsumsi obat antikoagulan
  • Stenosis
  • Miastenia gravis

Sampaikan pada dokter sebelum menggunakan obat hyoscine butylbromide apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk digunakan.

Sementara itu, penggunaan obat perlu mendapat perhatian khusus apabila mengalami kondisi-kondisi seperti:

  • Angina
  • Gagal jantung
  • Penyakit arteri koroner
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pireksia
  • Tirotoksitosis
  • Pilorik
  • Obstruksi leher kandung kemih
  • Psikosis
  • Gangguang fungsi ginjal
  • Anak-anak
  • Hamil dan menyusui

Peringatan dan Perhatian Obat Hyoscine Butylbromide Lainnya

Peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti kepala pusing, retensi urin, mulut kering, dan gejala efek samping lainnya yang mungkin muncul pasca mengonsumsinya.
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Hyoscine Butylbromide Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Hyoscine butylbromide masuk ke dalam kategori C dalam hal tingkat keamanan bagi ibu hamil dan menyusui berdasarkan klasifikasi dari United States Food and Drugs Administration (USFDA).

Kategori C diberikan pada jenis obat yang berdasarkan penelitian—dengan objek hewan—menunjukkan adanya dampak negatif pada janin, tetapi belum dapat dipastikan apakah efek yang sama juga terjadi pada manusia.

Atas dasar hal tersebut, obat dengan kategori C dapat diberikan pada ibu hamil dan menyusui HANYA jika manfaat yang diberikan lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan.

Interaksi Obat Hyoscine Butylbromide

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Antidepresan
  • Antihistamin
  • Antikolinergik (tiotropium, ipratopium, atropine)
  • Amantadine
  • Disopyramide
  • Quinidine

Sampaikan pada dokter apabila Anda juga pernah atau sedang menggunakan obat-obatan tersebut agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Hyoscine Butylbromide

Penggunaan obat kemungkinan akan menimbulkan gejala efek samping. Gejala efek samping yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Kepala pusing
  • Takiaritmia
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Mengantuk
  • Kebingungan
  • Halusinasi
  • Delusi
  • Nyeri di area mata
  • Penglihatan kabur
  • Psikosis
  • Kejang
  • Ataksia
  • Kelelahan
  • Migrain
  • Sedasi
  • Bradikardia
  • Mual
  • Muntah
  • Produksi liur berlebih
  • Mulut kering
  • Diare
  • Kram
  • Sembelit
  • Ulseratif lambung
  • Hiperpireksia
  • Lemah otot
  • Retensi urin
  • Berkeringat
  • Kulit kering
  • Ruam kulit
  • Kulit gatal
  • Kulit memerah dan terasa panas
  • Dermatitis kontak
  • Syok anafilaktik

Gejala efek samping di atas merupakan suatu hal yang wajar dan biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Sejumlah efek samping yang tergolong parah bahkan jarang terjadi. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Hyoscine Butylbromide

Melihat dari peruntukannya, hyoscine butylbromide masuk ke dalam kategori obat keras. Itu artinya, penggunaan obat ini tidak bisa sembarangan dan harus di bawah pengawasan dokter.

Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Ini Tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet oral. Anda bisa mendapatkan obat ini di apotek rumah sakit maupun apotek umum setelah mendapat rekomendasi dan resep dari dokter.

2. Dosis Obat Hyoscine Butylbromide

Informasi dosis ini tidak bisa dijadikan acuan karena dosis yang diresepkan oleh dokter Anda mungkin saja berbeda. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan aturan dari dokter guna menghindari kelebihan pemakaian (overdosis) yang mungkin saja bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Berikut aturan dosis umum untuk obat ini:

  • Oral
    Kram perut

Dewasa:  20 mg 4 kali per hari.
Anak-anak: 10 mg  (usia 6-11 tahun) per hari. Anak-anak  ?12 tahun dosis sama seperti orang dewasa

  • Oral
    Profilaksis

Dewasa:  Dosis awal 0,15-0,3 mg, dibagi menjadi 3 dosis per hari. Dosis maksimal 0,9 mg per hari
Anak-anak: Dosis awal 0,075 mg (usia 3-4 tahun). Dosis maksimal 0,15 mg per hari. Anak-anak usia 4-10 tahun 0,075-0,15 mg, diminum setiap 6 jam. Dosis maksimal 0,45 mg per hari. Anak-anak usia >10 tahun0,15-0,30 mg, dimimum setiap 6 jam. Dosis maksimal 0,9 mg per hari

  • Oral
    IBS (irritable bowel syndrome)

Dewasa: Dosis awal 10 mg, dapat ditingkatkan menjadi 20 mg per hari dan dibagi menjadi 4 dosis
Anak-anak: 10 mg  (usia 6-11 tahun) per hari. Anak-anak usia di atas 12 tahun dosis sama seperti orang dewasa

Cara Pakai Obat Hyoscine Butylbromide

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya maksimal, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat hyoscine butylbromide yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan untuk menggunakan obat ini setelah mendapat rekomendasi dari dokter yang menangani Anda.
  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat.
  • Minumlah obat ini sesuai arahan dari dokter.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas atau sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 8 jam sekali (untuk dosis 3 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 6 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, dan aktivitas lainnya sesuai arahan dokter Anda.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan oleh dokter) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Hyoscine Butylbromide

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 15 – 30 derajat Celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Mims. Buscopan. https://www.mims.com/philippines/drug/info/buscopan (Diakses pada 10 Mei 2020)
  2. Mims. Hyoscine. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/hyoscine/ (Diakses pada 10 Mei 2020)
  3. Mims. Hyoscine-N-butylbromide. https://www.mims.com/thailand/drug/info/hyoscine-n-butylbromide%20gpo (Diakses pada 10 Mei 2020)
  4. Mims. Pregnancy Safety Guide. https://www.mims.com/malaysia/viewer/html/pregdef.htm (Diakses pada 10 Mei 2020)
  5. Tytgat, GN. 2007. Hyoscine butylbromide: a review of its use in the treatment of abdominal cramping and pain. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17547475 (Diakses pada 10 Mei 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi