8 Obat Herbal Diabetes Paling Populer untuk Membantu Mengontrol Gula Darah!

obat-herbal-diabetes-doktersehat

DokterSehat.Com – Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit paling banyak diderita di dunia. Penderita diabetes diharuskan untuk menjalani pola hidup yang sehat untuk menghindari naiknya gula darah. Salah satu yang dapat membantu mengontrolnya adalah dengan obat herbal diabetes. Ya, di Indonesia sendiri obat diabetes alami sangat banyak diminati oleh masyarakat.

Obat Herbal Diabetes

Obat herbal diabetes biasanya digunakan untuk diabetes tipe 2, karena pengobatan pada diabetes tipe 2 lebih beragam jika dibandingkan dengan diabetes tipe 1. Penderita diabetes tipe 1 harus mendapatkan injeksi insulin secara rutin, sedangkan diabetes tipe 2 dapat ditangani dengan diet ketat dan obat-obatan, termasuk obat herbal.

Berikut adalah beberapa jenis obat herbal diabetes yang paling populer di masyarakat!

1. Kayu manis

Obat herbal diabetes yang pertama adalah kayu manis. Ada banyak penelitian tentang manfaat kayu manis untuk menurunkan kadar gula darah. Sebagian menyatakan efektif dan sebagian menyatakan tidak. Meskipun begitu, masih banyak hingga kini yang mencoba kayu manis sebagai obat diabetes alami.

Penggunaan kayu manis sebagai obat diabetes biasanya adalah dengan mencampurkan bubuk kayu manis ke dalam teh atau bisa juga dengan mengonsumsi rebusan kayu manis.

2. Lidah buaya

Lidah buaya juga masuk ke dalam daftar obat herbal diabetes. Tanaman yang satu ini memang memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan maupun kecantikan. Dilansir dari Medical News Today, sebuah penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah pada subjek yang diberi lidah buaya.

Penelitian lain menunjukkan bahwa lidah buaya dapat membantu meningkatkan produksi insulin pada pankreas. Kedua bukti ini lah yang membuat para ahli menyimpulkan jika lidah buaya dapat mengatasi gejala diabetes tipe 2.

3. Paria

Obat diabetes alami selanjutnya adalah paria atau yang lebih populer dengan sebutan pare. Konsumsi jus pare dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 1 atau dua. Selain itu, jus pare juga diketahui dapat meningkatkan toleransi gula darah dalam beberapa kasus. Jika tidak dapat menahan rasa pahit dari jus pare, sudah tersedia juga ekstrak pare dalam bentuk suplemen.

4. Mahkota dewa

Buah lain yang didapuk sebagai obat herbal diabetes adalah mahkota dewa. Buah yang kaya antioksidan ini dipercaya dapat menstabilkan gula darah. Penggunaan buah mahkota dewa untuk diabetes adalah dengan mengeringkan buahnya untuk kemudian direbus dan diminun air rebusannya.

5. Jahe

Jahe menjadi tanaman herbal selanjutnya yang juga dipercara baik untuk diabetes. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat menurunkan kadar gula darah, tapi tidak menurunkan kadar insulin dalam darah.

Hal ini lah yang membuat jahe dipercaya efektif untuk pengobatan diabetes tipe 2. Cara penggunaannya juga relatif mudah karena jahe juga sudah umum ditemukan dalam berbagai minuman khas Indonesia.

6. Jintan hitam

Jintan hitam banyak dikenal sebagai obat herbal dengan nama habbatussauda. Salah satu kegunaannya adalah sebagai obat herbal diabetes. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan adanya efek menurunkan gula darah dari penggunaan jintan. Salah satu penyebabnya adalah karena jintan hitam dapat menghambat metabolisme glukosa pada hati.

7. Ginseng

Obat herbal diabetes selanjutnya adalah ginseng. Sama seperti jintan hitam, ginseng juga sudah banyak dikenal sebagai obat herbal. Salah satu manfaat ginseng yang paling populer adalah dapat mengatasi masalah seksual terutama pada pria.

Selain manfaat tersebut ternyata ginseng juga memiliki manfaat untuk membantu penyerapan gula darah sehingga dapat menjadi obat diabetes alami.

8. Daun sirsak

Tanaman sirsak memiliki buah yang lezat untuk disantap dan daun yang memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Daun sirsar banyak dipercaya dapat mengatasi asam urat dan rematik. Manfaatnya yang tidak kalah populer adalah tentu saja dapat membantu mengontrol gula darah dan sebagai obat herbal diabetes.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Penggunaan Obat Herbal Diabetes

Penggunaan obat herbal diabetes tidak dapat dilakukan sembarangan. Penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati agar obat diabetes alami tersebut dapat bekerja dengan efektif. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam penggunaan obat diabetes:

1. Efek samping obat

Mengetahui efek samping herbal biasanya lebih sulit dari mengetahui efek samping obat kimia, terutama jika herbal tersebut masih diolah sendiri dan belum berbentuk produk obat herbal diabetes. Maka dari itu, penggunaannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Tidak dianjurkan untuk mengonsumsi terlalu banyak pada awal penggunaannya.

2. Interaksi obat

Penggunaan obat diabetes kimia dan obat herbal diabetes secara bersamaan dapat memicu terjadinya interaksi obat, Jika terjadi interaksi obat, maka efektivitas obat dapat menurun atau kemungkinan munculnya efek samping dapat meningkat. Sebelum menggunakan obat diabetes alami, sebaiknya konsultasikan lebih dulu ke dokter untuk mencegah terjadinya interaksi obat ini.

3. Obat belum tentu menyembuhkan

Perlu diketahui bahwa penggunaan obat herbal diabetes tidak dapat diharapkan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit, tapi hanya untuk mengontrol gula darah. Pada dasarnya diabetes adalah penyakit yang hampir tidak dapat disembuhkan, sehingga sangat dibutuhkan konsistensi dari penderita diabetes untuk dapat mengelola penyakit tersebut dan hidup lebih sehat.

4. Cermat memilih produk

Jika ingin menggunakan obat herbal diabetes, pilihlah produk dengan cermat. Pastikan obat herbal tersebut telah memiliki izin edar alami dari BPOM. Jangan lupa juga untuk memerhatikan setiap komponen dalam obat tersebut untuk mematikan bahwa obat tersebut aman untuk Anda konsumsi.

Selain menerapkan tips di atas, penderita diabetes juga sebaiknya menerapkan pola hidup sehat demi mengelola penyakitnya tersebut. Tidur yang cukup dan berkuatias, diet ketat, dan olahraga rutin bisa diterapkan agar Anda tetap bisa menjalani kehidupan yang sehat dan normal.