Terbit: 16 Juli 2021 | Diperbarui: 19 Juli 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Obat gusi bengkak di apotik dibutuhkan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh pembengkakan gusi. Apa saja obat gusi bengkak apotik yang bisa Anda gunakan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

5 Obat Gusi Bengkak di Apotik yang Bantu Redakan Nyeri

Obat Gusi Bengkak di Apotik

Sebelum menjelaskan mengenai obat sakit gigi gusi bengkak di apotik, penting untuk diketahui bahwa pengobatan dilakukan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, pemeriksaan ke dokter gigi adalah langkah penting untuk membantu mengidentifikasi masalah kesehatan mulut.

Berikut adalah berbagai obat gusi bengkak di apotik, di antaranya:

1. Hidrogen Peroksida

Gusi yang merah, sakit, atau bengkak bisa dibilas secara menyeluruh dengan menggunakan  air dan larutan hidrogen peroksida food grade 3 %. Caranya, campurkan 3 sendok makan hidrogen peroksida 3 % dengan 3 sendok air.

Setelah itu, berkumurlah dengan campuran cairan tersebut sekitar 30 detik. Kemudian muntahkan dan jangan sampai tertelan. Lakukan cara ini 2 sampai 3 kali seminggu sampai bengkak menghilang.

2. Chlorhexidine

Chlorhexidine adalah obat untuk mengobati gingivitis. Obat ini juga berguna untuk membantu mengurangi peradangan, pembengkakan, dan pendarahan gusi.

Penyebab gingivitis adalah bakteri yang tumbuh pada plak gigi. Chlorhexidine menghancurkan bakteri sehingga mencegah terjadinya gingivitis. Namun, obat ini  tidak mencegah pembentukan plak dan karang gigi. Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter.

3. Antibiotik

Obat gusi bengkak apotik lainnya adalah antibiotik. Jenis antibiotik yang Anda perlukan tergantung pada jenis bakteri yang menyebabkan infeksi. Kelas antibiotik yang berbeda memiliki cara yang berbeda untuk menyerang bakteri. Dokter gigi akan memilihkan antibiotik yang dapat secara efektif menghilangkan infeksi.

Antibiotik seperti penisilin dan amoksisilin paling sering digunakan untuk membantu mengobati infeksi gigi. Jika Anda alergi terhadap penisilin, dokter mungkin akan menggunakan antibiotik yang berbeda seperti klindamisin atau eritromisin.

4. Xylocaine

Xylocaine atau dikenal juga dengan lidocaine obat gusi bengkak di apotik bisa Anda gunakan. Obat ini mengandung campuran dua anestesi lokal topikal sehingga mematikan ujung saraf di gusi. Selain itu, obat ini harus di bawah pengawasan langsung dokter gigi. Produk ini tersedia dalam bentuk sediaan gel/jelly.

5. Acetaminophen dan Ibuprofen

Pereda nyeri seperti acetaminophen dan ibuprofen dapat membantu meringankan ketidaknyamanan gigi dan mulut. Obat ini mungkin akan memberikan hasil yang baik jika digabungkan dengan perawatan rumahan seperti berkumur dengan larutan air garam.

Nah, itulah berbagai obat gusi bengkak di apotik yang bisa Anda gunakan.

Baca Juga: Gusi Berdarah: Penyebab, Pengobatan, dll

Pengobatan Rumahan

Selain berbagai pengobatan medis seperti di atas, terdapat sejumlah perawatan rumahan yang bisa Anda lakukan untuk meredakan ketidaknyamanan saat gusi membengkak, di antaranya:

1. Air Garam

Sebuah studi mengungkapkan, bahwa berkumur dengan air garam dapat membantu merangsang penyembuhan luka. Cara membuatnya, 1 sendok teh garam lalu campur dengan 1 gelas air hangat. Aduk hingga garam larut, kemudian berkumurlah dengan larutan tersebut selama 30 detik dan muntahkan larutan tersebut. Gunakan teknik ini sehari tiga kali untuk mengurangi pembengkakan.

2. Minyak Esensial

Beberapa minyak esensial dapat meningkatkan kesehatan mulut secara umum. Sebuah studi mengungkapkan bahwa, obat kumur yang mengandung minyak esensial mengurangi plak dan peradangan pada orang dengan gingivitis lebih efektif daripada obat kumur biasa.

Studi lain mengungkapkan bahwa dalam kultur sel, minyak esensial thyme, peppermint, clove, dan tea tree, dapat membantu mencegah pertumbuhan kuman yang dapat menyebabkan masalah mulut.

Sebelum menggunakan obat kumur yang mengandung minyak esensial untuk mengobati pembengkakan pada gusi, Anda harus memastikan bahwa di dalamnya tidak mengandung bahan keras seperti alkohol. Bahan ini dapat mengiritasi gusi lebih lanjut.

3. Lidah Buaya

Lidah buaya adalah tanaman yang dipercaya membantu mengurangi peradangan mulut. Tinjauan sistematis mencatat bahwa penelitian saat ini menunjukkan bahwa gel lidah buaya mengurangi peradangan pada gusi akibat gingivitis.

Namun, penelitian ini juga mencatat bahwa lidah buaya belum tentu lebih baik daripada obat kumur. Penelitian tidak secara meyakinkan menunjukkan bahwa lidah buaya dapat menyembuhkan atau mengatasi plak serta radang gusi.

4. Kunyit

Salah satu bumbu masakan yang dapat membantu mengatasi pembengkakan gusi adalah kunyit. Sebuah studi mengungkapkan bahwa pasta kunyit dapat secara efektif mengontrol plak di mulut dan mengurangi gejala radang gusi. Para peneliti menduga hal ini terjadi karena sifat antiinflamasi yang ada pada kunyit.

Baca Juga: 10 Penyebab Sariawan di Gusi dan Cara Mengatasinya

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Meskipun pengobatan rumahan dapat membantu mengatasi pembengkakan gusi yang untuk sementara, pengobatan tersebut bukanlah pengganti pengobatan dari dokter. Siapa pun yang mengalami gusi bengkak harus menemui dokter gigi untuk didiagnosis dan perawatan yang tepat. Pada beberapa kasus, kondisi yang mendasari gusi bengkak dapat menyebabkan komplikasi serius.

Meski begitu, pembengkakan pada gusi adalah masalah yang umum terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, gusi bengkak yang berlangsung lebih dari 2 hari mungkin merupakan tanda dari masalah mendasar seperti gingivitis, periodontitis, atau abses gigi.

Jika pembengkakan terjadi bersamaan dengan demam atau gejala lain, konsultasi dengan dokter diperlukan.

Cara Mencegah Penyakit Gusi

Dalam banyak kasus, pencegahan gingivitis dan periodontitis sangat sederhana. Anda dapat mencegah penyakit gusi dan gigi dengan kontrol plak yang tepat yaitu menyikat gigi dan flossing untuk menghilangkan sisa makanan dari sela-sela gigi.

Sikat gigi elektrik juga dapat membuat Anda lebih mudah untuk menghilangkan plak dari beberapa area mulut yang sulit dijangkau. Menggunakan obat kumur setelah menyikat gigi dan flossing dapat membantu mengurangi bakteri penyebab gingivitis.

Selain praktik kebersihan mulut yang mendasar ini, terdapat hal lain yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan penyakit gusi, antara lain:

  • Tidur/jangan stres. Sistem kekebalan tubuh sangat penting dalam mengendalikan penyakit. Tidur yang cukup serta mengurangi stres akan membantu tubuh melawan penyakit gusi.
  • Berhenti merokok. Seorang perokok jauh lebih mungkin untuk mengembangkan gingivitis dan periodontitis. Jika Anda ingin memiliki gusi yang sehat, jangan merokok
  • Terapi ortodontik atau kawat gigi. Jauh lebih mudah menghilangkan plak dari gigi lurus daripada gigi berjejal atau tumpang tindih. Kawat gigi dapat membuat perbedaan besar dalam memiliki gusi yang lebih sehat.
  • Pola diet. Membatasi asupan gula dan karbohidrat dapat membantu membatasi jumlah plak di gigi. Konsumsi makanan yang seimbang akan membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat dan siap melawan infeksi.

 

  1. Anonim. Lidocaine And Prilocaine (Gingival Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/lidocaine-and-prilocaine-gingival-route/description/drg-20066996. (Diakses pada 16 Juli 2021).
  2. Anonim. Chlorhexidine (Oral Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/chlorhexidine-oral-route/description/drg-20068551. (Diakses pada 16 Juli 2021).
  3. Fletcher, Jenna. How to relieve gum pain fast. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326107. (Diakses pada 16 Juli 2021).
  4. Frothingham, Scott. 2018. Home Remedies for Swollen Gums. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-swollen-gums. (Diakses pada 16 Juli 2021).
  5. Horne, Steven B dan Donna S. Bautista. Gum Disease (Gingivitis). https://www.medicinenet.com/gum_disease/article.htm#what_is_the_treatment_for_gum_disease. (Diakses pada 16 Juli 2021).
  6. Johnson, Jon. 2019. What to do about swollen gums. https://www.medicalnewstoday.com/articles/swollen-gums. (Diakses pada 16 Juli 2021).
  7. Seladi-Schulman, Jill. 2018. Which Antibiotics Treat Tooth Infections?. https://www.healthline.com/health/antibiotics-for-tooth-infections. (Diakses pada 16 Juli 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi