Terbit: 29 Maret 2021 | Diperbarui: 30 Maret 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Obat GERD (gastroesophageal reflux disease) yang alami maupun medis bisa membantu meredakan gejala dan menghambat produksi asam dalam lambung. Selengkapnya ketahui pilihan obat untuk mengatasi GERD yang bisa Anda gunakan.

12 Obat GERD Alami hingga Medis yang Efektif

Apa Itu GERD?

Penyakit gastroesophageal reflux (GERD) adalah masalah pencernaan yang terjadi ketika asam lambung sering kembali mengalir kembali ke saluran yang menghubungkan mulut dan lambung (kerongkongan atau esofagus). Kondisi ini dapat mengiritasi lapisan esofagus.

Gejala GERD, termasuk sensasi terbakar di dada (heartburn), mual dan muntah, sering bersendawa, gejala maag, dan sesak napas. Kebanyakan orang dapat mengatasi ketidaknyamanan GERD dengan perubahan gaya hidup, obat-obatan bebas atau over the counter (OTC), atau bahkan operasi.

Cara Mengobati GERD yang Alami dan Medis

Ada beberapa perubahan yang dokter anjurkan dalam pola makan dan gaya hidup untuk membantu mengatasi dan mengurangi gejala GERD. Berikut ini beberapa cara mengobati GERD yang alami dan medis:

1. Makan dalam Porsi Sedikit

Makan dengan porsi yang sedikit pada waktu makan juga bisa membantu mengontrol gejala. Selain itu, makan setidaknya 2-3 jam sebelum tidur dapat membuat asam lambung dalam perut turun dan perut akan kosong sebagian.

2. Mengunyah Makanan secara Perlahan

Makan dan mengunyah secara perlahan pada waktu makan juga dapat membantu meringankan gejala GERD. Mengunyah secara perlahan dapat membantu lambung tidak bekerja secara berlebih dalam mencerna makanan, apalagi jika makanannya bertekstur keras.

3. Tinggikan Kepala saat Tidur

Tidur dengan meninggikan kepala bisa menjadi obat GERD alami, caranya dengan menopang kepala menggunakan dua bantal. Cara ini dapat memungkinkan gravitasi mengurangi asam lambung naik ke kerongkongan. Lakukan setiap kali mengalami gejala saat menjelang tidur.

4. Makan Makanan Rendah Lemak dan Tinggi Protein

Mengurangi asupan lemak dalam makanan dapat meredakan gejala GERD, sementara mengonsumsi protein yang cukup dan serat akan membuat Anda kenyang dan mencegah makan berlebihan. Cobalah mengurangi makanan berlemak dan menambahkan makanan berprotein  ke dalam menu sehari-hari untuk membantu mengurangi asam lambung naik ke kerongkongan.

5. Mengunyah Permen Karet

Setelah makan, Anda bisa mengunyah permen karet non-mint. Ini dapat membantu merangsang produksi air liur pada mulut, yang merupakan penyangga asam. Selain itu, mengunyah permen karet juga membuat Anda menelan air liur lebih sering, yang mendorong asam  itu keluar dari kerongkongan. Ketika memilih permen karet, sebaiknya ambil yang bebas gula sehingga dapat mencegah kerusakan gigi.

Baca Juga: GERD: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, dll

6. Menurunkan Berat Badan yang Sehat

GERD paling sering terjadi pada orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas. Berat badan berlebih (terutama area perut) memberi lebih banyak tekanan pada perut. Akibatnya, meningkatkan risiko asam lambung yang naik ke kerongkongan dan menyebabkan mulas.

Jika kelebihan berat badan, sebaiknya menjalani program penurunan berat badan yang stabil sebanyak 1 kilogram per minggu. Namun, jika sudah memiliki berat badan yang sehat, maka pastikan untuk mempertahankannya dengan pola makan sehat dan berolahraga teratur.

7. Obat Herbal

Beberapa bahan herbal bisa menjadi obat GERD herbal, seperti kamomil, licorice, marshmallow, dan slippery elm. Bahan ini tersedia dalam bentuk suplemen, tingtur (konsentrat ekstrak), dan teh. Namun, khasiat dari obat herbal ini masih sebatas pengalaman. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya untuk meredakan GERD.

8. Antasida

Obat golongan obat antasida, seperti mylanta, rolaids, dan tums, dapat membantu menetralkan kadar asam pada kerongkongan dan lambung serta meredakan mulas. Tetapi antasida saja tidak akan mengobati kerongkongan yang luka dan meradang oleh asam lambung.

Gunakan obat ini sesuai resep dari dokker dan jangan menggunakannya melebihi dosis, karena jika berlebihan dapat menyebabkan efek samping, seperti diare atau terkadang masalah ginjal.

9. Antagonis Reseptor-H2

Obat-obatan ini dikenal sebagai antagonis reseptor-H2. Obat GERD di apotik atau apotek adalah cimetidine, famotidine, dan nizatidine. Meskipun antagonis reseptor-H2 tidak bekerja secepat antasida, tetapi dapat melegakan lebih lama dan bisa mengurangi atau menurunkan produksi asam dari perut hingga 12 jam. Obat versi yang lebih kuat tersedia dengan resep dari dokter.

10. Penghambat Pompa Proton

Proton pump inhibitor (PPI) atau penghambat pompa proton adalah penghambat asam yang lebih kuat daripada antagonis reseptor-H2 dan memberikan waktu bagi jaringan esofagus yang rusak untuk proses penyembuhan. Beberapa golongan penghambat pompa proton yang dijual bebas, termasuk lansoprazole dan omeprazole.

11. Prokinetik

Dalam kasus yang jarang terjadi, obat ini bisa membantu perut kosong lebih cepat sehingga tidak ada banyak asam. Obat ini juga bisa membantu meredakan gejala, seperti kembung, mual, dan muntah.

Obat golongan prokinetik dapat menimbulkan efek samping yang serius. Namun, kebanyakan orang tidak dapat menggunakannya, dan mereka yang mengonsumsinya hanya untuk waktu yang terbatas. Beberapa obat GERD di apotik dari golongan prokinetik, termasuk domperidone dan metoclopramide.

Baca Juga: 8 Tips Puasa bagi Penderita GERD agar Ibadah Lancar

12. Operasi

GERD biasanya akan mereda dengan pengobatan alami atau menggunakan obat-obatan. Namun, jika obat tidak membantu atau ingin menghindari penggunaan obat-obatan  jangka panjang, dokter mungkin merekomendasikan pilihan operasi, meliputi:

  • Fundoplikasi

Prosedur ini dengan membungkus bagian atas perut di sekitar sfingter esofagus (cincin otot) bagian bawah, untuk mengencangkan otot dan mencegah asam kembali ke kerongkongan. Tindakan operasi ini biasanya dengan prosedur operasi minimal invasif (laparoskopi). Membalut perut bagian atas bisa sebagian atau mungkin seluruhnya.

  • Perangkat LINX

Cincin magnetik kecil berfungsi untuk melilit persimpangan antara lambung dan kerongkongan. Kemampuan daya tarik cincin magnet cukup kuat untuk menjaga agar sambungan tetap tertutup dari asam, tetapi cukup lemah untuk memungkinkan makanan melewatinya. Perangkat LINX dapat ditanamkan menggunakan operasi minimal invasif.

  • Fundoplikasi Tanpa Sayatan Transoral (TIF)

Prosedur transoral incisionless fundoplication (TIF) untuk mengencangkan sfingter esofagus bagian bawah dengan membuat lapisan parsial di sekitar esofagus bagian bawah menggunakan pengencang polipropilen. Prosedur TIF melalui mulut dengan endoskopi (melihat kondisi organ dalam tubuh tanpa sayatan operasi). Keunggulannya termasuk waktu pemulihan yang cepat dan toleransi yang tinggi.

  1. Anonim. 2019. Natural Home Remedies for Heartburn. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/home-heartburn-remedies-natural-remedies-heartburn (Diakses pada 29 Maret 2021)
  2. Anonim. 2020. GERD. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/reflux-disease-gerd-1 (Diakses pada 29 Maret 2021)
  3. Anonim. 2015. Ways to relieve acid reflux without medication. https://www.health.harvard.edu/digestive-health/9-ways-to-relieve-acid-reflux-without-medication (Diakses pada 29 Maret 2021)
  4. Cherney, Kristeen. 8 Home Remedies for Acid Reflux/GERD. https://www.healthline.com/health/gerd/home-remedies#a-healthy-weight (Diakses pada 29 Maret 2021)
  5. Mayo Clinic Staff. 2020. Gastroesophageal reflux disease (GERD). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/diagnosis-treatment/drc-20361959 (Diakses pada 29 Maret 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi