Terbit: 2 Februari 2021 | Diperbarui: 3 Februari 2021
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Gammaraas adalah obat untuk meningkatkan antibodi yang kabarnya juga digunakan untuk pengobatan COVID-19. Ketahui Gammaraas obat apa, fungsi, dosis, aturan pakai, dan efektivitas obat ini untuk pasien COVID-19.

Gammaraas (Human Immunoglobulin): Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Gammaraas

 Nama Obat  Gammaraas
 Kandungan Obat  Human Immunoglobulin (pH4)
 Kelas Obat  Vaccines, Antisera, & Immunologicals
 Kategori Obat  Obat resep
 Manfaat Obat  Meningkatkan antibodi untuk pasien dengan gangguan sistem antibodi
 Kontraindikasi Obat
  • Hipersensitivitas terhadap zat aktif atau eksipien.
  • Hipersensitivitas terhadap Human Immunoglobulin (pH4), terutama pada penderita defisiensi Imunoglobulin A (IgA) di mana pasien memiliki antibodi anti-IgA.
  • Hiperprolinemia.
 Sediaan Obat  Injeksi intravena (pemberian obat injeksi atau infus melalui intravena).
 Harga Obat  Gammaraas Immune Globulin 5 Injection (5% Injeksi) berkisar antara Rp3.010.000 hingga Rp4.907.240.

Harga obat Gammaraas mungkin berbeda di setiap rumah sakit. Satu botol obat infus ini memiliki harga yang cukup tinggi dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Gammaraas Obat Apa?

Gammaraas adalah obat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bagi pasien yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh atau tubuhnya tidak dapat memproduksi antibodi alami dengan baik. Obat Gammaras adalah merek dagang dari obat generik Human Immunoglobulin (pH4) atau juga disebut dengan Intravenous Immunoglobulin Therapy (IVIG).

Human Immunoglobulin (pH4) terbuat dari 95% protein yang berasal dari donor plasma sehat manusia. Imunoglobulin adalah bagian dari plasma darah manusia yang mengandung antibodi untuk melawan bakteri, virus, dan patogen berbahaya lainnya yang menyebabkan penyakit.

Obat Human Immunoglobulin (pH4) digunakan untuk pasien dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti dalam mengatasi lupus, sindrom Guillain-Barre, penyakit Kawasaki, dan kondisi lain yang menyebabkan masalah sistem imun. Berdasarkan laporan terakhir, obat Gammaraas injection (Human Immunoglobulin/pH4) juga dapat meringankan gejala pasien COVID-19 dengan pneumonia.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Gammaraas untuk Pengobatan COVID-19

Selagi penelitian tentang vaksin COVID-19 terus dikembangkan, beberapa terapi obat potensial juga digunakan untuk pasien COVID-19 dengan gejala yang cukup serius, termasuk terapi obat Imunoglobulin Intravena (IVIG) untuk pengobatan pneumonia pada pasien COVID-19.

Dalam sebuah studi retrospektif dari 58 kasus COVID-19 dengan komplikasi parah, pemberian obat IVIG atau pH4 sejak awal dapat mengurangi durasi perawatan pasien, pengurangan penggunaan ventilator, dan peningkatan mortalitas 28 hari. Efek imunoglobulin sangat efektif untuk meningkatkan sistem imun dalam mengendalikan dan melawan virus.

Dalam kasus COVID-19, sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat memperburuk kondisi pasien terutama bagi mereka yang sudah memiliki penyakit bawaan. Pasien COVID-19 dengan kondisi tertentu mungkin membutuhkan obat IVIG atau pH4 untuk meningkatkan imunoglobulin sistem imun. Penelitian terbaru oleh Herth et al juga menunjukkan pentingnya pemberian IVIG tepat waktu.

Walaupun demikian, penelitian tentang obat COVID-19 yang potensial masih terus dikembangkan, termasuk vaksin dan efektivitas obat Human Immunoglobulin (pH4) untuk meringankan gejala COVID-19 untuk pasien dengan masalah sistem kekebalan tubuh. Bila menggunakan terapi obat Human Immunoglobulin (pH4), pasien membutuhkan perawatan intensif dalam 3-4 minggu untuk menjaga sistem imun tubuh.

Merek Dagang Gammaraas

Gammaraas adalah merek dagang dari obat generik Human Immunoglobulin (pH4). Obat Human Immunoglobulin (pH4) juga dikenal sebagai IVIG (intravenous immunoglobulin therapy).

Merek dagang lain termasuk:

  • Intratect
  • Privigen

Anda bisa mendapatkan obat ini hanya berdasarkan persetujuan dokter untuk mengobati masalah imunitas tubuh.

Fungsi Obat Gammaraas

Pada kondisi sehat, sel darah putih seseorang dapat memproduksi antibodi alami yang kuat untuk melawan virus, bakteri, jamur, dan kuman penyebab infeksi. Berbeda jika seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah atau infeksi terkait imunitas tubuh, tubuhnya tidak dapat memproduksi sistem imun untuk melawan infeksi. Orang tersebut butuh obat Human Immunoglobulin (pH4) untuk memberi antibodi yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sendiri.

Berikut ini kegunaan obat Gammaraas:

  • Lupus.
  • Myositis.
  • Penyakit kekurangan kekebalan tubuh.
  • Penyakit neurologis seperti myasthenia gravis atau multiple sclerosis.
  • Trombositopenia (jumlah trombosit rendah).
  • Mieloma atau leukemia limfositik kronis dengan hypogammaglobulinemia sekunder berat dan infeksi berulang.
  • Penyakit Kawasaki.
  • Sindrom Guillain-Barre.
  • Sindrom Wiskott-Aldrich.
  • Immune thrombocytopenic purpura (ITP)
  • Agammaglobulinemia congenita dan hypogammaglobulinemia.
  • Immunodefisiensi gabungan yang parah.
  • Anak-anak dengan AIDS bawaan dan infeksi berulang.
  • Polineuropati demielinasi inflamasi kronis (CIDP).
  • Pasien transplantasi sumsum tulang untuk mencegah infeksi.
  • Pasien yang berisiko tinggi mengalami perdarahan atau sebelum operasi bedah untuk memperbaiki jumlah trombosit.
  • Penyakit langka lainnya.

Terapi Human Immunoglobulin (pH4) juga digunakan untuk beberapa indikasi lain, termasuk:

  • Defisiensi imun primer, termasuk defisiensi imun variabel umum, defisiensi subkelas Imunoglobulin G (IgG) selektif, dan hypogammaglobulinemia terkait-X.
  • Imunodefisiensi sekunder seperti hematosepsis pada bayi baru lahir dan jenis infeksi berat lainnya.
  • Penyakit autoimun, seperti idiopathic thrombocytopenic purpura (lTP), Kawasaki Syndrome, dll.

Sementara menggunakan obat Human Immunoglobulin (pH4) untuk pasien COVID-19 mungkin dibutuhkan untuk meningkatkan sistem imun agar tubuh bisa melawan Coronavirus. Dokter akan memeriksa kondisi Anda dan menyarankan perawatan dan pengobatan terbaik terkait COVID-19, sementara obat dan vaksin COVID-19 masih dalam penelitian.

Baca Juga: 15 Obat Corona COVID-19 yang Sedang Dikaji (Berdasarkan Penelitian)

Peringatan Obat Gammaraas Injection

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat Human Immunoglobulin (pH4), sebagai berikut:

  • Dokter akan menjelaskan apakah Anda kandidat yang tepat untuk menggunakan obat ini.
  • Jangan menggunakan obat ini bila Anda memiliki riwayat alergi obat Immunoglobulin (pH4), vaccines, antisera, dan immunologicals.
  • Human Immunoglobulin (pH4) harus diberikan hanya secara intravena.
  • Obat ini terbuat dari donor plasma manusia yang walaupun sudah melewati berbagai tahap skrining, tetap ada risiko penularan agen infeksius.
  • Kecepatan infus akan memengaruhi efektivitas obat, bila cairan infus terlalu cepat akan meningkatkan reaksi yang merugikan.
  • Anda boleh diberikan vaksin hidup hanya setelah 3 bulan setelah penggunaan infus imunoglobulin.
  • Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum dan selama penggunaan infus imunoglobulin.
  • Jangan gunakan obat ini untuk kondisi apa pun tanpa pemeriksaan dan resep dokter.
  • Konsultasi pada dokter sebelum menggunakan obat ini bila Anda sedang hamil, berencana hamil dalam waktu dekat, atau ibu menyusui.

Penggunaan obat Human Immunoglobulin (pH4) juga akan meningkatkan risiko:

  • Gagal ginjal akut pada pasien dengan riwayat penyakit ginjal.
  • Kenaikan berat badan.
  • Hipovolemia, penurunan jumlah cairan dan darah secara drastis.
  • Reaksi mengkhawatirkan bila digunakan dengan produk obat nefrotoksik bersamaan atau pada pasien >65 tahun.

Dokter akan menjelaskan semua detail yang harus Anda pahami sebelum menggunakan infus imunoglobulin. Dokter juga akan memantau perkembangan kesehatan Anda selama menggunakan obat ini hingga kondisi membaik.

Interaksi Obat Gammaraas Injection

Interaksi obat adalah reaksi yang mungkin terjadi bila Anda menggunakan dua obat atau lebih tanpa aturan dokter, di mana obat mungkin akan mengalami penurunan atau peningkatan fungsi, sehingga efek samping rentan terjadi. Berikut ini interaksi obat Human Immunoglobulin (pH4) dengan obat lain:

  • Mengganggu respon imun bila digunakan bersama vaksin hidup, termasuk vaksin campak, gondongan, rubella, varicella, dan jenis vaksin hidup lainnya.
  • Pasien tidak boleh diberi vaksin hidup setidaknya 3 bulan sebelum perawatan dengan infus imunoglobulin.
  • Vaksin hidup baru aman digunakan setelah 3 bulan dari perawatan dengan imunoglobulin.

Obat lain dapat berinteraksi dengan Human Immunoglobulin (pH4), termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, suplemen, suplemen makanan, dan produk herbal. Sebaiknya beri tahu dokter semua daftar obat yang Anda gunakan.

Efek Samping Gammaraas

Berikut ini efek samping obat Human Immunoglobulin (pH4) yang mungkin terjadi:

  • Demam
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala

Sebagian besar orang dapat mentoleransi infus imunoglobulin, namun segera hubungi dokter bila Anda merasakan gejala seperti gatal, mengi, atau nyeri dada saat menggunakan terapi obat ini.

Dosis Obat Gammaraas Injection

Dosis obat untuk setiap pasien yang mengalami infeksi bakteri berbeda berdasarkan beberapa faktor, yaitu:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Tingkat keparahan gejala
  • Riwayat atau kondisi medis saat ini
  • Respon terhadap dosis pertama

Berikut ini dosis obat imunoglobulin (pH4) secara umum:

  • Sindrom Guillain-Barre: 400mg/kgBB setiap hari selama 5 hari, dapat berlanjut setiap 4 minggu.
  • Penyakit Kawasaki: 1,6-2g/kgBB dalam dosis terbagi selama 2-5 hari, atau 2g/kgBB sebagai dosis tunggal (Dewasa).
  • Transplantasi Sumsum Tulang Alogenik: 500 mg/ kgBB/minggu, mulai 7 hari sebelum transplantasi hingga 3 bulan setelah transplantasi.

Dokter akan memberikan dosis yang tepat sesuai dengan indikasi penyakit Anda. Dosis Gammaraas untuk obat COVID-19 belum diketahui, namun dokter akan menyesuaikannya dengan gejala penyakit Anda. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter.

Baca Juga: Perbedaan Tes COVID-19: Rapid, Swab Antigen, PCR

Cara Pakai Gammaraas

Obat Gammaraas injection hanya diberikan dengan injeksi atau infus melalui intravena (di dalam pembuluh darah vena). Infus intravena adalah pemberian obat-obatan langsung ke pembuluh darah sedikit demi sedikit dengan kecepatan yang sesuai. Hanya dokter atau profesional kesehatan yang dapat memberikan obat ini ke pasien, tentu saja dengan pemeriksaan kesehatan sebelum dan selama perawatan.

Itulah pembahasan tentang Gammaraas obat apa untuk meningkatkan sistem imun. Obat Gammaraas dapat membantu mengurangi gejala pasien COVID-19 dengan komplikasi yang cukup berat, namun penelitian terkait masih dibutuhkan. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter.

 

  1. Maurizia Lanza, Giorgio Emanuele Polistina, Pasquale Imitazione, Anna Annunziata, Valentina Di Spirito, Carannante Novella, Giuseppe Fiorentino. Successful intravenous immunoglobulin treatment in severe COVID-19 pneumonia, ISSN 2214-2509. https://doi.org/10.1016/j.idcr.2020.e00794. (http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2214250920301025). (Diakses pada 2 Februari 2021).
  2. MIMS. 2020. Human Normal Immunoglobulin. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/human%20normal%20immunoglobulin?mtype=generic. (Diakses pada 2 Februari 2021).
  3. MIMS. 2020. human normal immunoglobulin. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/privigen?type=full. (Diakses pada 2 Februari 2021).
  4. Shanghai Raas. 2014. Human Immunoglobulin?pH4?for Intravenous Injection GAMMARAAS. http://www.raas-corp.com/page.aspx?node=114&f=en&id=21. (Diakses pada 2 Februari 2021).
  5. Web MD. 2020. Intravenous Immunoglobulin Therapy (IVIg). https://www.webmd.com/a-to-z-guides/immunoglobulin-therapy#2-7. (Diakses pada 2 Februari 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi