Terbit: 29 Maret 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Formoterol adalah obat dari golongan agonis adrenoseptor beta-2 selektif. Obat ini digunakan untuk mengendalikan kesulitan bernapas disebabkan kondisi paru tertentu seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Ketahui selengkapnya mulai dari fungsi, dosis, efek samping, petunjuk penggunaan, dan informasi lainnya tentang obat ini!

Formoterol: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Formoterol

Nama Obat Formoterol
Kelas obat Agonis Adrenoseptor Beta-2 Selektif
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengendalikan gejala penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak di atas 5 tahun
Kontraindikasi Hipersensitif
Sediaan Obat Inhalasi

Formoterol Obat Apa?

Formoterol adalah obat agonis adrenoseptor beta-2 selektif yang merupakan bronkodilator atau obat yang digunakan untuk melegakan saluran pernapasan.

Obat ini digunakan untuk mengatasi gejala penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) seperti emfisema dan bronkitis. Cara kerja obat ini adalah dengan membantu otot-otot sekitar  saluran udara di paru-paru agar tetap rileks dan mencegahnya menegang.

Fungsi Obat Formoterol

Secara umum fungsi obat ini adalah mengatasi dan mencegah gejala asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) seperti:

  • Mengi
  • Sesak napas

Peringatan dan Perhatian Formoterol

Obat ini termasuk ke dalam kategori obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat ini:

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap formoterol dan kandungan lainnya dalam obat ini.
  • Obat tidak untuk digunakan pada anak usia di bawah 5 tahun karena belum diketahui keamanannya.
  • Obat ini masuk kategori C menurut FDA (Food and Drug Administration), artinya obat ini hanya boleh digunakan apabila manfaatnya lebih besar dari efek samping yang mungkin ditimbulkan pada ibu hamil.
  • Penggunaan pada ibu menyusui belum diketahui efek sampingnya. Sebaiknya diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda sedang dalam masa menyusui.
  • Beri tahu dokter apabila Anda memiliki kondisi medis lain seperti serangan asma akut, serangan PPOK parah, angina, diabetes, hipertensi, penyakit jantung atau pembuluh darah, gangguan irama jantung, hipertiroidisme, hipokalemia, ketoasidosis, dan riwayat kejang.

Interaksi Obat Formoterol

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah dafar obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan obat formoterol:

  • Amisulpride
  • Bepridil
  • Cisapride
  • Dronedarone
  • Mesoridazine
  • Pimozide
  • Piperaquine
  • Saquinavir
  • Sparfloxacin
  • Terfenadine
  • Thioridazine
  • Ziprasidone

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, obat herbal, dan juga produk perawatan kulit tertentu.

Konsumsi makanan atau minuman tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat untuk menghindari interaksi obat.

Efek Samping Formoterol

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin timbul:

  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Sakit punggung
  • Radang tenggorokan
  • Nyeri dada
  • Sinusitis
  • Demam
  • Kram otot
  • Kecemasan
  • Pruritus
  • Mulut kering
  • Peningkatan dahak
  • Reaksi alergi

Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan dosis yang kurang tepat, penggunaan jangka panjang, atau kondisi lain dari pasien. Apabila mengalami efek samping serius atau reaksi alergi, sebaiknya segera hentikan penggunaan obat.

Apabila efek samping tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika merasakan efek samping lainnya yang tidak disebutkan di atas, laporkan pada dokter untuk mengetahui kemungkinan efek samping lainnya.

Dosis Formoterol

Obat ini dalam bentuk inhalasi dan digunakan dengan cara dihirup. Berikut adalah dosis yang disarankan:

1. Dosis untuk Asma

  • Dewasa: 12 mcg, dua kali per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 24 mcg dua kali per hari pada kasus yang lebih serius. Dosis diberikan dalam kombinasi dengan kortikosteroid inhalasi.
  • Anak usia di atas 5 tahun: 12 mcg, dua kali per hari.

2. Dosis untuk Profilaksis Asma akibat Olahraga

  • Dewasa dan anak usia di atas 5 tahun: 12 mcg sebelum berolahraga. Dosis tambahan baru dapat diberikan setelah 12 jam.

3. Dosis untuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

  • Dewasa: 12 mcg, dua kali sehari. Dosis tambahan dapat diberikan sesuai kebutuhan. Dosis maksimumnya adalah 48 mcg per hari yang terbagi menjadi 2 dosis.

Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk dosis yang ada pada kemasan atau sesuai dengan petunjuk dokter. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker.

Cara Pakai Formoterol

Berikut adalah cara pakai obat yang disarankan:

  • Gunakan obat sesuai dengan sediaannya.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang diresepkan oleh dokter.
  • Gunakan obat di waktu yang sama setiap hari agar dosis tidak terlewat.
  • Apabila dosis terlewat, segera konsumsi obat dan jangan gandakan dosisnya.

Petunjuk Penyimpanan Formoterol

Berikut adalah petunjuk penyimpanan untuk obat ini:

  • Simpan obat krim ini pada suhu di bawah 30° Celsius.
  • Jangan simpan obat ini di tempat yang lembap.
  • Hindari obat ini dari sinar matahari langsung.
  • Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa dari obat.
  • Jangan membuang obat bersama dengan limbah rumah tangga. Tanyakan pada dokter atau apoteker bagaimana membuang obat ini jika tidak dapat lagi digunakan. Tujuan langkah ini adalah untuk melindungi lingkungan.

 

  1. Anonim. Formoterol. https://www.mims.com/philippines/drug/info/formoterol?mtype=generic. (Diakses 28 Maret 2020).
  2. Anonim. 2020. Formoterol (Inhalation Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/formoterol-inhalation-route/proper-use/drg-20068933. (Diakses 28 Maret 2020).
    Multum, Cerner. 2019. Formoterol (inhalation). https://www.drugs.com/mtm/formoterol-inhalation.html. (Diakses 28 Maret 2020).
  3. University of Illinois-Chicago, Drug Information Group. 2018. Budesonide-Formoterol, Inhalation Powder, Pressurized. https://www.healthline.com/health/budesonide-formoterol-inhalation-powder-pressurized. (Diakses 28 Maret 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi