Terbit: 12 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Etoposide adalah obat untuk mengobati small cell lung cancer atau kanker paru-paru sel kecil. Obat ini umumnya diberikan bersama dengan kombinasi obat kanker lainnya. Ketahui selengkapnya tentang obat kanker satu ini mulai dari fungsi, dosis, efek samping, petunjuk penggunaan, dan informasi lainnya berikut ini!

Etoposide: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Etoposide

Nama Obat  Etoposide
Kandungan Obat  Etoposide
Kelas Terapi Obat  Kemoterapi Sitotoksik
Kategori  Obat keras
Tingkat Keamanan Menurut FDA  D (hanya boleh digunakan apabila kondisi mengancam jiwa)
Fungsi Obat  Kemoterapi untuk kanker paru-paru sel kecil dan kanker testis
Dikonsumsi oleh  Dewasa
Kontraindikasi
  • Hipersensitif
  • Memiliki glaukoma
  • Wanita dan anak-anak
  • Gangguan ginjal atau hari parah
Sediaan Obat  Injeksi dan infus

 

Etoposide Obat Apa?

Etoposide adalah obat dari golongan antineoplastik. Obat ini umumnya dikombinasikan dengan obat kanker lain untuk mengobati jenis kanker tertentu seperti kanker paru-paru sel kecil dan kanker testis.

Cara kerja obat ini dalam melawan kanker belum diketahui dengan pasti. Namun, obat ini diduga bekerja mengganggu pertumbuhan sel kanker hingga akhirnya sel hancur. Obat ini juga memengaruhi sel tubuh normal, sehingga beberapa efek samping akan terjadi pada penggunaan obat ini.

Efek samping yang ditimbulkan oleh obat ini dapat bertahan hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah penggunaan obat. Sebelum melakukan prosedur kemoterapi dengan obat ini, pastikan Anda berdiskusi dengan dokter tentang manfaat dan risiko yang ditimbulkan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Baca Juga: Kanker Paru-Paru: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Merek Dagang Etoposide

Etoposide dijual dengan merek dagang sebagai berikut:

  • Dbl Etoposide
  • Etopul
  • Etoposid Ebewe
  • Etoposide
  • Posyd
  • Sintopozid

Fungsi Obat Etoposide

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, obat ini digunakan untuk mengatasi kanker. Jenis kanker yang biasanya diterapi dengan obat ini adalah seperti:

  • Kanker paru-paru sel kecil
  • Kanker testis

Kontraindikasi Obat

Jangan konsumsi obat ini apabila Anda memiliki kondisi seperti:

  • Hipersensitif terhadap etoposide atau komponen lain yang terkandung dalam obat ini
  • Hamil
  • Menyusui

Peringatan dan Perhatian Obat Etoposide

Obat ini masuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Gunakan obat ini secara hati-hati dan ikuti petunjuk dokter dengan seksama.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat etoposide:

  • Beri tahu dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki gangguan ginjal atau hati.
  • Pemeriksaan darah lengkap atau complete blood count (CBC) harus dilakukan secara rutin sebelum, selama, dan setelah terapi.
  • Penggunaan obat ini dapat meningkatkan risiko kanker lainnya, seperti leukemia.
  • Obat ini masuk kategori D penggunaan pada ibu hamil. Artinya, obat ini hanya dapat digunakan apabila dalam kondisi mengancam jiwa karena obat ini dapat berbahaya bagi bayi yang belum lahir. Apabila Anda sedang menjalani pengobatan dengan obat ini, pastikan Anda menggunakan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.

Interaksi Obat Etoposide

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat dapat menyebabkan peningkatan potensi efek samping atau menurunnya efektivitas obat.

Berikut adalah beberapa obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan obat ini:

  • Siklosporin
  • Echinacea
  • Glukosamin
  • Valspodar
  • Warfarin
  • Beberapa jenis vaksin, terutama vaksin hidup
  • Obat sitotoksik lain

Daftar obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, nonresep, hingga herbal.

Konsumsi alkohol atau makanan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat. Diskusikan dengan dokter tentang makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi ketika menggunakan obat ini.

Efek Samping Etoposide

Setiap jenis obat berpotensi untuk menyebabkan efek samping, begitu juga dengan obat ini.

Segera dapatkan bantuan medis atau hubungi dokter apabila mengalami efek samping seperti:

  • Reaksi alergi (gatal-gatal; sulit bernapas; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan).
  • Nyeri dada tiba-tiba, mengi, batuk.
  • Mudah memar, pendarahan  abnormal (hidung, mulut, vagina, atau rektum), muncul bintik ungu atau merah di bawah kulit.
  • Masalah penglihatan.
  • Kejang.
  • Gangguan hati yang ditandai dengan hilang nafsu makan, sakit perut di sisi kanan atas, kelelahan, gatal, urine gelap, tinja berwarna tanah liat, jaundice (kulit dan mata menguning).
  • Anemia yang ditandai dengan kulit pucat, kelelahan tidak biasa, pusing, tangan dan kaki dingin.
  • Sel darah putih rendah yang ditandai dengan demam, sariawan, luka kulit, sakit tenggorokan, batuk, kesulitan bernapas.

Selain efek samping di atas, terdapat juga efek samping yang lebih umum seperti:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Kerontokan rambut sementara.

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan atau saat tubuh telah menyesuaikan diri.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat interaksi obat, dosis berlebihan, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Etoposide

Obat ini hadir dalam sediaan injeksi dan infus. Obat tidaka akan digunakan sendiri di rumah, tapi akan diberikan oleh tenaga kesehatan profesional di rumah sakit. Berikut adalah dosis yang umum diberikan:

Dosis untuk Kanker Paru-Paru Sel Kecil

  • Dewasa: 35 mg/m2/hari selama 4 hari sampai 50 mg/m2/hari selama 5 hari. Terapi dapat diulang 3-4 minggu sekali.

Dosis untuk Kanker Testis

  • Dewasa: 50-100 mg/m2/hari selama 1-5 hari. Terapi dapat diulang 3-4 minggu sekali.

Dosis di atas adalah aturan dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Etoposide

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah aturan minum dan penggunaan yang benar:

  • Obat ini diberikan sebelum makan atau perut dalam keadaan kosong.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang ditetapkan oleh dokter.
  • Obat ini tersedia dalam bentuk injeksi atau infus, obat akan diberikan oleh tenaga medis profesional (dokter atau perawat).
  • Ikuti prosedur pemberian obat sesuai dengan yang diarahkan oleh tenaga medis profesional.
  • Jika tidak sengaja mendapatkan obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.

Petunjuk Penyimpanan Etoposide

Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat ini yang harus diperhatikan:

  • Sediaan infus disimpan dalam suhu 2-8°C, jangan dibekukan. Sediaan injeksi disimpan antara 15-30°C
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jangan terima obat apabila kemasannya rusak atau obat telah berubah warna.
  • Jika obat expired, tanyakan pada dokter atau apoteker tentang prosedur pembuangan obat. Membuang obat sembarangan dapat berpotensi merusak lingkungan.

 

  1. Anonim. Etoposid. http://pionas.pom.go.id/monografi/etoposid. (Diakses 12 September 2020).
  2. Anonim. 2020. Etoposide. drugs.com/mtm/etoposide.html. (Diakses 12 September 2020).
  3. Anonim. Etoposide. https://www.mims.com/philippines/drug/info/etoposide?mtype=generic. (Diakses 12 September 2020).
  4. Anonim. Etoposide (Intravenous Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/etoposide-intravenous-route/description/drg-20063769. (Diakses 12 September 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi