Terbit: 15 November 2020 | Diperbarui: 17 November 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Eptifibatide adalah obat dari golongan antiplatelet. Ketahui lebih lanjut mengenai obat ini mulai dari fungsi, efek samping, hingga dosis pemakaiannya.

Eptifibatide: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Eptifibatide

 Nama obat

 Eptifibatide

 Golongan obat

 Antiplatelet

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

 Kategori obat

 Obat keras

 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA

 B

 Fungsi obat

 Mencegah pembekuan darah

 Kontraindikasi obat

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Memiliki gangguan perdarahan
  • Menderita penyakit serebovaskular
  • Memiliki riwayat stroke
  • Hipertensi
  • Trauma fisik
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Menyusui

 Dosis obat

 Sesuai petunjuk dokter

 Sediaan obat

 Cairan suntik

 

Eptifibatide Obat Apa?

Eptifibatide adalah obat antiplatelet—atau bisa juga disebut antikoagulan—yang kegunaannya adalah untuk mencegah terjadinya pembekuan darah yang berpotensi dialami oleh penderita penyakit jantung koroner. Selain itu, obat ini juga umum digunakan sebelum, selama, dan sesudah prosedur pelebaran arteri atau angioplasti.

Sebagai obat antiplatelet, eptifibatide bekerja dengan cara mencegah platelet—atau keping darah—saling menempel yang mana hal ini menjadi penyebab dari pembekuan darah. Pemberian obat melalui suntik atau infus.

Fungsi Obat Eptifibatide

Eptifibatide adalah adalah obat antiplatelet yang memiliki fungsi untuk mencegah terjadinya pembekuan darah pada penderita jantung koroner, maupun saat melakukan tindakan angioplasti. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan fungsinya. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan berujung pada reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Eptifibatide

Dalam menggunakan obat eptifibatide, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Kontraindikasi Obat Eptifibatide

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan kondisi tertentu. Pasalnya, hal ini dikhawatirkan akan menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh. Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Memiliki gangguan perdarahan
  • Menderita penyakit serebovaskular
  • Memiliki riwayat stroke
  • Hipertensi
  • Trauma fisik
  • Gangguan fungsi ginjal

Sementara itu, penggunaan obat harus mendapat izin dari dokter apabila mengalami kondisi-kondisi berikut ini:

  • Gangguan fungsi hati
  • Vaskulitis
  • Perikarditis
  • Hamil

Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada apoteker maupun dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Eptifibatide Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan menggunakan obat apabila Anda juga sedang menggunakan obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat untuk sementara waktu jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti perdarahan, penurunan tekanan darah secara signifikan, trombositopenia, dan syok anafilaksis.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Eptifibatide Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut Unites States Food and Drug Administration (US FDA), obat ini masuk ke dalam kategori B untuk tingkat keamanan penggunaan bagi wanita hamil dan menyusui. Kategori B merujuk pada jenis obat-obatan yang setelah dilakukan uji klinis terhadap hewan, tidak berbahaya.

Akan tetapi, belum ada studi terkontrol terhadap manusia. Oleh sebab itu, penggunaan obat pada wanita hamil dan menyusui harus mendapat persetujuan dan pemantauan dari dokter.

Interaksi Obat Eptifibatide

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh. Obat-obatan yang berinteraksi dengan eptifibatide adalah sebagai berikut:

  • Ardeparin
  • Apixaban
  • Caplacizumab
  • Deferasirox
  • Enoxaparin
  • Heparin
  • Ponatinib
  • Ticlopidine
  • Tipranavir
  • Warfarin
  • Zanubrutinib

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini apabila digunakan secara bersamaan. Sampaikan pada apoteker atau dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Eptifibatide

Obat eptifibatide dapat menimbulkan efek samping walaupun jarang terjadi. Efek samping obat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Perdarahan
  • Penurunan tekanan darah
  • Trombositopenia
  • Sakit punggung
  • Syok anafilaksis
  • Mual dan muntah

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda sebaiknya segera mengunjungi dokter apabila gejala yang terasa tak kunjung mereda setelah beberapa lama.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Eptifibatide

Eptifibatide masuk ke dalam kategori obat keras. Penggunaan obat HARUS dengan resep dokter. Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Eptifibatide Tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk cairan suntik atau infus. Pemberian obat dilakukan oleh perawat setelah mendapat resep dari dokter.

2. Dosis Obat Eptifibatide

Berikut adalah dosis umum obat ini:

Mencegah pembekuan darah pada kasus jantung koroner:

  • Dewasa: 180 mcg/kg berat badan melalui suntik (IV), diikuti 2 mcg/kg berat badan melalui infus selama 72 jam.

Mencegah pembekuan darah saat angioplasti:

  • Dewasa: 180 mcg/kg berat badan melalui suntik (IV), diikuti 2 mcg/kg berat badan melalui infus. Dosis kedua 180 mcg/kg berat badan melalui suntik (IV), diberikan 10 menit setelah dosis pertama.

Dosis obat bisa saja berbeda, tergantung dari keputusan dokter dengan memerhatikan kondisi. Pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai dengan dosis dari dokter. Penggunaan obat yang tidak sesuai dosis bisa saja menimbulkan reaksi tubuh yang berbahaya.

Cara Pemakaian Obat Eptifibatide

Gunakan obat dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal seperti overdosis yang bisa berbahaya. Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Pastikan perawat memberikan obat sesuai dengan dosis dan jadwal yang telah ditentukan oleh dokter

Petunjuk Penyimpanan Obat Eptifibatide

Simpan obat ini pada tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat pada tempat bersuhu 2 – 25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat pada tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat pada tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Eptifibatide. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/eptifibatide?mtype=generic (accessed on 15 November 2020)
  2. Eptifibatide. https://www.drugs.com/integrilin.html (accessed on 15 November 2020)
  3. Pregnancy Safety Guide. https://www.mims.com/indonesia/viewer/html/pregdef.htm (accessed on 15 November 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi