Terbit: 21 Maret 2020 | Diperbarui: 30 April 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Diabetes tipe 2 adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah (glukosa) akibat insulin yang tidak dapat berfungsi secara optimal. Dalam pengobatan diabetes tipe 2, salah satu obat yang digunakan adalah empagliflozin. Ketahui lebih lanjut mengenai obat ini mulai dari fungsi, efek samping, dosis, dan lainnya!

Empagliflozin: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Cara Pakai, dll

Rangkuman Informasi Obat Empagliflozin

Nama obat Empagliflozin
Merek dagang Jardiance
Golongan obat Sodium-glucose cotransporter 2 (SGLT 2) inhibitor
Kategori obat Obat resep
Tingkat keamanan obat untuk ibu hamil dan menyusui menurut FDA C
Fungsi obat Membantu mengendalikan kadar gula darah (glukosa) di dalam tubuh pada kasus diabetes tipe 2
Kontraindikasi obat Penggunaan obat tidak disarankan apabila mengalami:

  • Hipersensitivitas terhadap obat golongan SGLT 2
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Diabetes tipe 1
  • Kolesterol tinggi
  • Riwayat infeksi saluran kemih
  • Penyakit gastrointestinal
  • Penyakit hati (liver)
  • Gagal jantung
  • Lansia 65 tahun ke atas
Dosis obat Dewasa:

  • Dosis awal 10 mg per hari
  • Dosis dapat ditingkatkan menjadi 25 mg per hari
  • Dosis maksimal 25 mg per hari
Sediaan obat Tablet

Empagliflozin Obat Apa?

Empagliflozin obat apa? Empagliflozin adalah obat golongan Sodium-glucose cotransporter 2 (SGLT 2) inhibitor yang diformulasikan untuk membantu mengendalikan kadar gula darah pada pasien penderita diabetes tipe 2 (jika diimbangi dengan diet ketat dan olahraga). Obat ini tidak diperuntukkan bagi penderita diabetes tipe 1 atau pasien terapi ketoasidosis diabetes.

Obat Empagliflozin memilik mekanisme kerja yakni dengan menstimulasi ginjal untuk meminimalisir aktivitas penyerapan kembali (reabsorpsi) glukosa ke dalam darah. Melalui mekanisme kerja yang sedemikian, glukosa berlebih akan diubah oleh ginjal menjadi urine untuk kemudian diekskresikan. Dengan demikian, kadar glukosa senantiasa terkendali.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Merek Dagang Empagliflozin

Obat ini dijual dengan berbagai merek dagang, namun yang paling umum digunakan adalah Jardiance produksi Boehringer Ingelheim.

Anda bisa mendapatkan obat Empagliflozin di apotek maupun toko obat terdekat. Akan tetapi, Anda memerlukan resep dokter untuk bisa menggunakan obat ini. Jangan membeli dan menggunakan obat tanpa resep dari dokter.

Fungsi Obat Empagliflozin

Seperti yang sudah disebutkan, fungsi obat ini adalah untuk mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.  Akan tetapi, manfaat obat Empagliflozin ini akan terasa optimal apabila diimbangi dengan aktivitas sehat lainnya yaitu:

  • Diet ketat
  • Olahraga rutin

Di samping itu, obat ini juga memiliki peran dalam membantu meminimalisir risiko penyakit kardiovaskular yang juga menghantui penderita diabetes tipe 2. Pastikan untuk menggunakan obat ini sesuai dengan fungsinya.

Peringatan Obat Empagliflozin

Dalam menggunakan obat ini, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami. Simak penjelasannya berikut ini!

1. Kontraindikasi Obat Empagliflozin

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas terhadap obat golongan SGLT 2
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Diabetes tipe 1
  • Kolesterol tinggi
  • Riwayat infeksi saluran kemih
  • Penyakit gastrointestinal
  • Penyakit hati (liver)
  • Gagal jantung
  • Lansia 65 tahun ke atas

Sampaikan pada dokter sebelum menggunakan obat Empagliflozin apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk digunakan.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Empagliflozin Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti hipoglikemia, peningkatan frekuensi berkemih, infeksi saluran kemih, dan gejala efek samping lainnya yang mungkin muncul pasca mengonsumsinya
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Empagliflozin Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Empagliflozin masuk ke dalam kategori C dalam hal tingkat keamanan bagi ibu hamil dan menyusui berdasarkan klasifikasi dari United States Food and Drugs Administration (USFDA).

Kategori C diberikan pada jenis obat yang berdasarkan penelitian—dengan objek hewan—menunjukkan adanya dampak negatif pada janin, tetapi belum dapat dipastikan apakah efek yang sama juga terjadi pada manusia.

Atas dasar hal tersebut, obat dengan kategori C dapat diberikan pada ibu hamil dan menyusui HANYA jika manfaat yang diberikan lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan.

Interaksi Obat Empagliflozin

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Aspirin
  • Tadalafil
  • Duloxetine
  • Dapagliflozin
  • Metmorfin
  • Sitagliptin
  • Metoprolol
  • Pregabalin
  • Insulin
  • Acetaminophen
  • Sildenafil
  • Vitamin B12
  • Vitamin D3

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan Empagliflozin apabila digunakan secara bersamaan. Oleh sebab itu, sampaikan pada dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Empagliflozin

Penggunaan obat kemungkinan akan menimbulkan gejala efek samping, kendati terbilang jarang terjadi. Gejala efek samping yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Nyeri pada kandung kemih
  • Nyeri saat berkemih
  • Urine disertai darah/urine berbusa
  • Peningkatan frekuensi berkemih
  • Gatal di area genital
  • Nyeri punggung

Selain itu, ada juga gejala efek samping yang, meskipun jarang terjadi, tetap bisa saja muncul. Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Cemas
  • Penglihatan kabur
  • Keringat dingin
  • Kepala pusing
  • Sakit kepala
  • Peningkatan detak jantung
  • Mual
  • Mudah lapar
  • Napas cepat
  • Tubuh terasa lemas

Perlu diketahui, gejala efek samping di atas merupakan suatu hal yang wajar dan biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Kendati demikian, Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Nantinya, dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Empagliflozin

Melihat dari peruntukannya, Empagliflozin masuk ke dalam kategori obat resep. Itu artinya, penggunaan obat ini tidak bisa sembarangan dan harus di bawah pengawasan dokter beserta resep yang diberikan.

Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Empagliflozin Tersedia?

Empagliflozin tersedia dalam bentuk tablet oral dengan sejumlah merek dagang dan takaran. Obat ini dapat diperoleh di apotek maupun toko obat terdekat.

Pastikan Anda memilih merek obat secara benar sesuai dengan kebutuhan dan tentunya sesuai anjuran dari dokter yang menangani.

2. Dosis Obat Empagliflozin

Informasi dosis ini tidak bisa dijadikan acuan karena dosis yang diresepkan oleh dokter Anda mungkin saja berbeda. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan aturan dari dokter guna menghindari kelebihan pemakaian (overdosis) yang mungkin saja bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Berikut aturan dosis umum untuk obat ini:

Dewasa:

  • Dosis awal 10 mg per hari
  • Dosis dapat ditingkatkan menjadi 25 mg per hari
  • Dosis maksimal 25 mg per hari

Cara Pakai Obat Empagliflozin

Obat untuk penyakit diabetes tipe 2 ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (overdosis, dsb.).

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat Empagliflozin yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan untuk menggunakan obat ini setelah mendapat rekomendasi dari dokter yang menangani Anda.
  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat ini sesuai arahan dari dokter
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas atau sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 24 jam sekali (untuk dosis 1 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 12 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, diet rendah gula, dan aktivitas-aktivitas lainnya sesuai arahan dokter Anda.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan oleh dokter) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Empagliflozin

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 20 – 25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

  1. Empagliflozin. https://www.drugs.com/mtm/empagliflozin.html (Diakses pada 21 Maret 2020)
  2. Emplagliflozin. https://www.mims.com/philippines/drug/info/empagliflozin?mtype=generic (Diakses pada 21 Maret 2020)
  3. Jardaince 25 MG FC TAB 30S. https://www.k24klik.com/p/jardiance-25mg-fc-tab-30s-19583# (Diakses pada 21 Maret 2020)
  4. Pregnancy Safety Guide. https://www.mims.com/malaysia/viewer/html/pregdef.htm (Diakses pada 5 Maret 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi