Terbit: 14 Maret 2020 | Diperbarui: 16 Mei 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Efavirenz adalah obat antivirus yang digunakan bersama dengan obat-obatan HIV lainnya. Obat ini digunakan untuk mengendalikan gejala HIV. Ketahui apa itu efavirenz, manfaat, dosis, cara menggunakannya, efek samping, dll.

obat-efavirenz-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Efavirenz

Berikut ini informasi umum tentang efavirenz:

Nama Obat Efavirenz
Kandungan Obat Efavirenz
Kelas Obat Obat resep
Kategori Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTIs)
Manfaat Obat Obat antivirus untuk mengendalikan gejala HIV
Kontraindikasi Hipersensitif dan Long QT syndrome atau gangguan irama jantung
Sediaan Obat
  • tablet, oral: 600 mg
  • kapsul, oral: 50 mg, 200 mg
Harga Obat Rp240.000 per 30 tablet Efavirenz 600 mg

Harga obat efavirenz mungkin berbeda di setiap apotek. Anda dapat beli obat efavirenz dengan merek dagang Sustiva.

Efavirenz Obat Apa?

Efavirenz adalah obat antivirus untuk mencegah pertumbuhan dan perkembangbiakan virus human immunodeficiency (HIV). Apabila tidak ditangani dengan baik, virus ini akan menyebabkan sindrom imunodefisiensi (AIDS).

Obat efavirenz harus digunakan bersama dengan obat-obatan HIV lainnya untuk mengurangi gejala HIV dengan cara menekan atau mengurangi jumlah HIV dalam tubuh agar sistem kekebalan tubuh tetap bekerja dengan baik. Obat ini juga digunakan untuk mengurangi risiko komplikasi HIV lainnya seperti kanker, penyakit terkait sistem imun, atau infeksi baru lainnya.

Efavirenz termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTIs). Obat ini ditujukan untuk penderita HIV baik dewasa atau anak-anak minimal berusia 3 bulan dengan berat badan minimal 3,6 kilogram sesuai dengan resep dokter.

Hal yang perlu diingat adalah obat efavirenz bukan obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS, namun dapat membantu mengendalikan gejala HIV agar tidak memburuk. Obat ini termasuk dalam serangkaian obat khusus bagi penderita HIV untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Sementara itu, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh secara terus-menerus. Sistem kekebalan tubuh adalah adalah sistem alami dalam tubuh yang bekerja untuk melawan bakteri, virus, jamur, atau kuman berbahaya lainnya yang menyerang tubuh melalui infeksi atau penyakit.

Setiap orang membentuk sistem kekebalan tubuh atau sistem imun dari asupan nutrisi, vitamin, dan mineral dalam makanan. Apabila sistem kekebalan tubuhnya lemah, maka orang tersebut rentan terhadap infeksi dan penyakit. Itulah yang terjadi pada penderita HIV/AIDS.

Apabila HIV tidak ditangani dengan baik dan berkala, virus akan berkembang dan membunuh sel CD4 yaitu sel kekebalan tubuh atau disebut juga sel T. Secara berkala seiring berjalannya waktu, virus akan membunuh sel CD4 lebih banyak sehingga tubuh tidak lagi memiliki perlindungan terhadap infeksi atau penyakit.

HIV adalah penyakit seumur hidup yang sangat mengancam jiwa. Sampai saat ini, belum ada obat HIV namun penderita HIV dapat mengelola gejalanya agar tidak memburuk dengan terapi antiretroviral dan kombinasi obat-obatan termasuk obat efavirenz.

Fungsi Obat Efavirenz

Fungsi obat efavirenz adalah untuk meredakan gejala HIV. Obat ini dapat membantu tubuh penderita HIV untuk mempertahankan sel-sel kekebalan tubuhnya agar tetap bekerja dengan baik.

Selain itu, obat ini harus digunakan penderita HIV untuk mengurangi risiko komplikasi HIV lainnya seperti infeksi baru atau kanker lainnya. Obat ini juga dapat membantu menekan agar virus tidak tumbuh dengan cepat sampai mengembangkannya menjadi sindrom imunodefisiensi (AIDS).

Baca Juga: 7 Tips Hidup Sehat Meski Memiliki HIV/AIDS (ODHA)

Peringatan Obat Efavirenz

Perhatikan peringatan obat efavirenz berikut ini:

  • Konsultasikan pada dokter tentang kondisi Anda secara lengkap. Dokter akan memberikan perawatan terbaik dan resep obat untuk mengendalikan gejala HIV sesuai kondisi Anda.
  • Jangan menggunakan obat ini apabila Anda memiliki riwayat alergi efavirenz.
  • Jangan menggunakan obat ini apabila Anda sedang menggunakan obat elbasvir dan grazoprevir untuk mengobati hepatitis C.
  • Jangan menggunakan obat kombinasi efavirenz, emtricitabine, dan tenofovir kecuali mendapatkan resep dari dokter.
  • Beritahu dokter apabila Anda memiliki riwayat penyakit jantung, hati, kejang, atau gejala penyakit mental.
  • Jangan menggunakan alkohol atau obat-obat terlarang dalam perawatan HIV.
  • Obat ini tidak dapat digunakan oleh ibu hamil karena akan menyebabkan bayi cacat lahir.
  • Tidak dapat digunakan pada ibu menyusui karena ASI dapat menularkan HIV pada bayi.
  • Obat ini dapat menyebabkan kondisi yang mempengaruhi irama jantung (long QT syndrome) yang memicu detak jantung cepat, tidak teratur, dan gejala lainnya.

Obat ini hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter. Dokter juga akan memberikan saran perawatan HIV terbaik untuk kondisi kesehatan Anda.

Interaksi Obat Efavirenz

Interaksi obat adalah reaksi dua obat atau lebih yang digunakan secara bersamaan, reaksi ini dapat mengurangi atau meningkatkan cara kerja obat di tubuh.

Berikut daftar reaksi obat Efavirenz:

  • Mengurangi konsentrasi plasma bila dikonsumsi bersamaan dengan vorikonazol dan rifampisin.
  • Menghambat transkriptase nukleosida HIV (NNRTI).
  • Menghambat reduktase HMG-CoA bila dikonsumsi bersama dengan atorvastatin, pravastatin, simvastatin), imunosupresan (misalnya ciclosporus, ticlosporus, ticlosporus).
  • Mengubah konsentrasi warfarin plasma yang memicu peningkatan atau penurunan efek antikoagulan.
  • Meningkatkan risiko long QT syndrome bila dikonsumsi bersamaan dengan kelas IA dan III antiaritmia, neuroleptik, antidepresan, antibiotik tertentu (makrolida, fluoroquinolone, antifungals, triidol, dan triazol), antihistamin non-penenang tertentu (antihistamin), cisapride, flecainide, anti-malaria tertentu (atovaquone atau proguanil), dan metadon.
  • Meningkatkan reaksi serius seperti depresi dan gangguan saluran pernapasan bila dikonsumsi bersama dengan midazolam, triazolam, pimozide, bepridil, alkaloid ergot (Ergotamine dan ergonovine).

Obat efavirenz juga mungkin memiliki interaksi dengan kandungan lain, seperti:

  • Asam asetilsalisilat (aspirin)
  • Atazanavir
  • Atripla (efavirenz/emtricitabine/enofovir)
  • Bactrim (sulfametoksazol/trimetoprim)
  • Bedaquiline
  • Buprenorfin
  • Co-trimoxazole (sulfamethoxazole/trimethoprim)
  • Combivir (lamivudine/zidovudine)
  • Cotrim (sulfametoksazol/trimetoprim)
  • Emtricitabine
  • L-Arginine (arginine)
  • Lamivudine
  • Lithium Carbonate ER (lithium)
  • Metadon
  • Morphine Sulfate IR (morfin)
  • Nevirapine
  • Paracetamol (acetaminophen)
  • Phenytoin Sodium (phenytoin)
  • Raltegravir
  • Rifabutin
  • Rifampisin
  • Truvada (emtricitabine/tenofovir)
  • Sodium valproat (asam valproat)
  • Vitamin A, D (multivitamin)
  • Vitamin B Complex 100 (multivitamin)
  • Vitamin B12 (cyanocobalamin)
  • Vitamin B6 (pyridoxine)
  • Vitamin C (asam askorbat)
  • Vitamin D3 (cholecalciferol)
  • Zinc

Selain itu, obat ini juga akan berinteraksi dengan penyakit:

  • Kolesterol
  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal
  • Kejang
  • Gejala penyakit mental
  • Long QT syndrome

Konsultasi dengan dokter secara rutin mengenai kondisi Anda agar dapat mengurangi risiko interaksi obat dan obat bekerja dengan baik untuk meringankan gejala HIV.

Baca Juga: 5 Cara Penularan HIV yang Harus Dipahami (Disertai Pencegahan)

Efek Samping Efavirenz

Berikut ini risiko efek samping obat efavirenz yang paling umum:

  • Depresi
  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal

Efek samping yang kurang umum, meliputi:

  • Urine berdarah
  • Sulit buang air kecil
  • Nyeri punggung bawah atau samping

Efek samping lain yang mungkin terjadi namun tidak umum meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Batuk
  • Nyeri perut
  • Warna urin gelap
  • Kejang
  • Ketidakstabilan diri
  • Sakit kepala parah
  • Kesemutan
  • Sensasi kulit terbakar
  • Kedinginan
  • Nyeri otot
  • Nyeri dada
  • Kulit kebiruan
  • Pembengkakan atau nyeri perut bagian atas
  • Pembengkakan pada tangan, lengan, kaki
  • Terdapat luka, bisul, atau bintik di mulut dan bibir
  • Jantung berdebar
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Berat badan menurun
  • Mata kuning
  • Delusi

Efek samping lain mungkin terjadi, harap hubungi dokter apabila Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang lebih parah.

Dosis Obat Efavirenz

Dokter akan memberikan resep obat sesuai dengan kondisi kesehatan, tingkat keparahan gejala, usia, jenis kelamin, dan kondisi medis lainnya.

Dosis Dewasa

Berikut ini informasi tentang dosis obat efavirenz untuk dewasa:

  • Kombinasi obat non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTIs) dengan atau tanpa protease inhibitor (PI) digunakan dosis 600 mg satu kali sehari.
  • Dosis diberikan pada waktu tidur dalam 2-4 minggu pertama terpapar infeksi.

Dosis Anak

Berikut ini informasi tentang dosis obat efavirenz untuk anak usia ? 3 bulan hingga 17 tahun:

  • Anak dengan berat badan 3,5–5 kg: 100 mg diminum 1 kali sehari.
  • Anak dengan berat badan 5–7,5 kg: 150 mg diminum 1 kali sehari.
  • Anak dengan berat badan 7,5–15 kg: 200 mg diminum 1 kali sehari.
  • Anak dengan berat badan 15–20 kg: 250 mg diminum 1 kali sehari.
  • Anak dengan berat badan 20–25 kg: 300 mg diminum 1 kali sehari.
  • Anak dengan berat badan 25–32,5 kg: 350 mg diminum 1 kali sehari.
  • Anak dengan berat badan 32,5–40 kg: 400 mg diminum 1 kali sehari.
  • Anak dengan berat badan >40 kg: 600 mg diminum 1 kali sehari.

Informasi tentang dosis obat ini sama sekali tidak menggantikan resep dokter. Harap selalu menggunakan obat apapun dengan resep dokter untuk keefektifan dan mengurangi risiko efek samping.

Cara Pakai Efavirenz

Bagaimana cara menggunakan obat efavirenz?

  • Ikuti semua petunjuk pada label resep dokter dan baca semua panduan pengobatan.
  • Obat ini digunakan dengan kombinasi obat lain.
  • Bila tidak diminum dengan obat lain yang disarankan, kandungan efavirenz mungkin akan kebal di tubuh Anda.
  • Obat diminum dengan perut kosong di malam hari.
  • Obat tablet langsung ditelan, bukan dihancurkan atau dikunyah.
  • Obat kapsul dapat diminum dengan cara membuka serbuk obat dan mencampurkannya dalam yogurt, susu, atau jeli anggur.
  • Apabila Anda minum obat ini dalam bentuk serbuk, jangan makan apapun dalam dua jam selanjutnya.

Minum obat ini secara teratur sesuai dengan resep dokter untuk hasil yang maksimal. Anda akan membutuhkan cek medis secara rutin selama perawatan HIV. Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda bila Anda pertanyaan lain

Petunjuk Penyimpanan Efavirenz

Perhatikan petunjuk penyimpanan obat berikut ini:

  • Simpan obat ini dalam suhu kamar atau suhu 25 derajat Celcius jauh dari kelembaban dan panas.
  • Simpan di tempat yang aman seperti kotak obat khusus atau laci.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Lebih baik tidak memindahkan obat dari wadah aslinya.

Itulah pembahasan lengkap tentang efavirenz obat apa. Anda dapat beli obat efavirenz di apotek berdasarkan resep dokter. Informasi kesehatan ini bukan pengganti resep dokter.

 

  1. MIMS. 2020. Efavirenz. http://www.mims.com/malaysia/drug/info/efavirenz?mtype=generic. (Diakses pada 14 Maret 2020).
  2. Multum, Cerner. 2019. Efavirenz. https://www.drugs.com/mtm/efavirenz.html. (Diakses pada 14 Maret 2020).
  3. WebMD. 2020. Efavirenz Capsule. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-16569/efavirenz-oral/details. (Diakses pada 14 Maret 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi