Domperidone – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

manfaat-domperidone-doktersehat
Photo source: CrescentPharma.com

DokterSehat.Com – Domperidone obat apa? Domperidone adalah obat yang berfungsi untuk mengobati rasa mual dan muntah karena sebab tertentu. Obat domperidone termasuk ke dalam obat golongan antiemetik. Jenis obat ini bisa menghambat dopamin. Anda bisa mendapatkan domperidone di apotek karena termasuk obat yang dijual bebas.

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat domperidone termasuk informasi tentang bentuk sediaan domperidone, indikasi domperidone, kontraindikasi domperidone, manfaat domperidone, dosis domperidone, dan efek samping domperidone.

  • Nama: Domperidone
  • Kelas Terapi: Antiemetik » Mual dan Vertigo
  • Contoh Merk Dagang: Conpidone, Costil, Digestadon, Dom, Dombaz, Dome, Domedon, Domeran, Domesco, Domet, Dometa, Dometic, Domilium, Dominal, Domperidone, Emequa, Galdom, Gerdilium, Grameta, Hufadon, Lexadon, Miradon

Bentuk Sediaan Domperidone

Obat domperidone yang tersedia di pasaran memiliki beberapa bentuk sediaan. Ada bentuk sediaan yang digunakan secara oral, injeksi intramuskular, dan rektal. Biasanya, domperidone digunakan terlebih dahulu secara oral.

Ada beberapa bentuk sediaan obat domperidone secara oral, di antaranya adalah dalam bentuk sediaan tablet, sirup, tablet salut selaput, drops, dan suspensi oral. Namun, Anda dianjurkan untuk menggunakan domperidone dalam bentuk sediaan selain oral jika memiliki masalah bila mendapat domperidone secara oral.

Bentuk sediaan tablet dan tablet salut selaput mengandung domperidone sebanyak 10 mg pada setiap tabletnya. Domperidone dalam bentuk sediaan sirup dan suspensi mengandung 5 mg domperidone untuk setiap 5 mL, sedangkan bentuk sediaan drops mengandung domperidone sebanyak 5 mg per 1 mL.

Indikasi Domperidone

Pemberian obat domperidone bisa untuk orang-orang yang memiliki rasa mual dan muntah akibat migrain dan kemoterapi. Biasanya obat domperidone diberikan kepada anak-anak yang memiliki rasa mual dan muntah akibat sitotoksik atau radioterapi.

Selain itu, pasien yang memiliki keluhan perut akibat tertundanya pengosongan perut juga bisa menggunakan obat domperidone. Pasien yang mengalami dispepsia, dispepsia fungsional, dan dispepsia non-ulkus juga dapat menggunakan obat domperidone.

Domperidone juga bisa diberikan kepada orang-orang yang memiliki masalah medis berupa oesofagitis reflux, penyakit refluks gastro-oesophageal, dan rasa nyeri distensi lambung akibat adanya tekanan pada lambung.

Kontraindikasi Domperidone

Meskipun Anda memiliki beberapa indikasi yang telah disebutkan di atas tetapi Anda tidak bisa menggunakan domperidone jika memiliki beberapa hal yang menjadi kontraindikasi terhadap kandungan bahan aktif domperidone.

Beberapa kontraindikasi terhadap kandungan domperidone, di antaranya adalah gangguan alergi, gangguan hati, masalah gastrointestinal, memiliki riwayat pendarahan internal, perforasi lambung/ usus, dan pernah menderita tumor kelenjar pituitari (prolaktinoma).

Peringatan Sebelum Menggunakan Domperidone

Jika Anda tidak memiliki satu hal yang menjadi kontraindikasi maka Anda bisa menggunakan obat domperidone. Namun Anda tetap perlu melakukan konsultasi bila memiliki beberapa hal yang memungkinkan terjadinya efek samping yang buruk.

Sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum menggunakan domperidone jika memiliki gangguan ginjal, hamil atau merencanakan kehamilan, menyusui, masalah jantung, lansia di atas 60 tahun, dan bekerja menggunakan mesin.

Selain itu, Anda juga perlu bertanya kepada dokter tentang keamanan penggunaan domperidone bila Anda telah mengonsumsi obat-obatan jenis tertentu. Beri tahu dokter jika Anda juga menggunakan obat jenis obat seperti golongan analgesik opioid, ketoconazol, eritromisin, antimuskarinik, amantadine, ritonavir, dan bromocriptin.

Manfaat Domperidone

Manfaat domperidone yang utama adalah untuk mengobati mual dan muntah akibat kemoterapi dan migren pada orang dewasa. Pada anak-anak, manfaat domperidone bisa mengobati mual dan muntah akibat radioterapi atau sitotoksik.

Obat domperidone juga memiliki manfaat untuk mengatasi masalah perut akibat telatnya  pengosongan perut. Selain itu, manfaat domperidone juga bisa untuk mengatasi masalah medis seperti dispepsia, dispepsia fungsional, dan dispepsia non-ulkus.

Manfaat obat domperidone juga bisa untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan lainnya, yaitu masalah oesofagitis reflux, rasa nyeri distensi lambung, dan penyakit refluks gastro-oesophageal.

Dosis Domperidone

Manfaat domperidone bisa Anda dapatkan jika menggunakan obat domperidone sesuai dengan dosis yang tepat. Dosis domperidone untuk kondisi mual dan muntah akut adalah 10-20 mg setiap tiap 4-8 jam sekali. Ini berlaku maksimal sampai 12 minggu.

Dosis domperidone bagi anak-anak yang mengalami mual dan muntah akibat sitotoksik atau radioterapi adalah 200-400 mcg/kg bb tiap 48 jam sekali. Pada pasien dengan masalah dispepsia fungsional, dosisnya adalah 10-20 mg sebanyak 3 kali sehari.

Penggunaan dosis domperidone ini dilakukan sebelum makan. Pemberian dosis domperidone sebaiknya harus selalu atas anjuran dokter agar tidak terjadi efek samping yang merugikan tumbuh kembangnya.

Efek Samping Domperidone

Obat domperidone sama seperti obat pada umumnya yang memiliki beberapa efek samping pada kondisi tertentu. Efek samping domperidone bisa berupa ruam kulit, gatal-gatal, sulit bernapas, sakit kepala, dan terjadi pembengkakan wajah bila pasien alergi terhadap domperidone.

Efek samping domperidone juga bisa memicu kejang-kejang, kekakuan otot, dan masalah ritme jantung seperti terlalu cepat atau terlalu lambat. Anda juga perlu berhati-hati menggunakan domperidone karena efek sampingnya dapat menurunkan libido atau gairah seks.

Pada kasus yang jarang terjadi, efek samping domperdidone bisa berupa derasnya aliran ASI dari payudara jika digunakan oleh ibu menyusui, derasnya aliran darah haid, dan tumbuhnya payudara pada pria. Domperidone juga dapat menyebabkan efek samping gangguan pada janin dan kehamilan bila digunakan oleh ibu hamil.

Domperidone juga memiliki efek samping yang sangat parah seperti konvulsi, koma, masalah gastrointestinal, dan efek ekstrapiramidal bila dikonsumsi dengan dosis berlebih atau overdosis. Apabila Anda mengalami salah satu atau beberapa efek samping domperidone maka hentikanlah pemakaian dan segera mencari bantuan medis terdekat.

 

Sumber:

  1. Pusat Informasi Obat Nasional: Domperidone (Monografi). http://pionas.pom.go.id/monografi/domperidon diakses pada 30 November 2018
  2. Drugs: Domperidone 10 mg Tablet. https://www.drugs.com/uk/domperidone-10mg-tablets-leaflet.html diakses pada 30 November 2018
  3. DrugInformationSystem: Domperidone. http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=260&type=1 diakses pada 30 November 2018