Terbit: 28 November 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Dolasetron adalah obat antimual untuk perawatan kemoterapi. Ketahui dolasetron obat apa, dosis, aturan penggunaan, efek samping, dll. 

Dolasetron: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, dll

Rangkuman Informasi Obat Dolasetron 

 Nama Obat

  Dolasetron 

 Kandungan Obat

  Dolasetron 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

 Kelas Obat

  Obat Antiemetik/Terapi Perawatan Suportif

 Kategori Obat

  Obat resep

 Manfaat Obat

  Mencegah mual dan muntah 

 Kontraindikasi Obat

 Blok jantung lengkap (tanpa alat pacu jantung) dan sindrom QT kongenital

 Sediaan Obat

 Oral dan intravena (suntik/infus)

 Harga Obat

 Rp65.000 8mg/4ml

Harga obat mungkin berbeda di setiap apotek atau toko obat online.

Dolasetron Obat Apa? 

Dolasetron adalah obat untuk mencegah mual dan muntah akibat pengobatan kanker dengan kemoterapi. Obat ini digunakan sebagai antimual pascakemoterapi sitotoksik, siklus kemoterapi, atau sebagai obat terapi antimuntah setelah pembedahan lainnya. 

Dolasetron bekerja dengan cara memblokir bahan kimia alami dalam tubuh yang menyebabkan mual dan muntah yang mungkin disebabkan oleh obat-obatan kanker. Obat ini termasuk dalam golongan obat antiemetik atau obat terapi perawatan suportif yang tersedia dalam bentuk oral dan intravena.

Merek Dagang Dolasetron 

Obat antiemetik atau obat terapi perawatan suportif tersedia dalam obat generik bernama Dolasetron. Obat yang sama dijual dengan merek dagang Anzemet. 

Fungsi Obat Dolasetron 

Obat dolasetron digunakan untuk mengatasi indikasi sebagai berikut: 

  • Mual dan muntah akibat pengobatan kemoterapi. 
  • Mengatasi mual dan muntah yang mungkin terjadi selama perawatan kanker dengan kemoterapi. 
  • Mencegah gejala mual dan muntah setelah pembedahan. 

Anda mungkin mengalami mual dan muntah selama menggunakan obat-obatan kemo karena tubuh Anda -bagian otak yang bernama chemoreceptor trigger zone (CTZ)- bereaksi terhadap kandungan obat dalam darah. Obat ini mungkin digunakan untuk mengatasi indikasi mual dan muntah akibat kondisi lain. 

Peringatan Obat Dolasetron 

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat antiemetik, sebagai berikut: 

Dosis dan jadwal penggunaan obat ini harus berdasarkan dan hanya boleh diberikan oleh dokter. 

  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat golongan antiemetik.
  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat atau kandungan lainnya. 
  • Obat ini boleh digunakan untuk anak-anak di atas usia 2 tahun dengan resep dokter. 
  • Belum ada konfirmasi apakah obat ini aman untuk wanita hamil atau ibu menyusui. 

Demi keamanan, beri tahu dokter bila Anda berada dalam kondisi sebagai berikut:

  • Memiliki riwayat masalah ginjal. 
  • Menderita penyakit jantung parah, termasuk “sick sinus syndrome“. 
  • Memiliki gangguan irama jantung. 
  • Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat long QT syndrome.
  • Pernah mengalami gagal jantung. 
  • Mengalami ketidakseimbagan elektrolit, seperti kadar potasium atau magnesium yang rendah dalam darah. 

Interaksi Obat Dolasetron 

Interaksi obat adalah reaksi antara dua kandungan obat (atau lebih), atau kandungan lainnya seperti kafein. Efek dari interaksi obat akan membuat salah satu fungsi obat jadi lebih lemah atau lebih kuat, sehingga efek samping mungkin terjadi. 

Obat dolasetron mungkin akan menyebabkan interaksi obat, sebagai berikut:

  • Meningkatkan risiko long QT syndrome bila Anda gunakan bersamaan dengan obat long QT lainnya seperti misalnya pimozide, ziprasidone, atau obat diuretik. 
  • Menurunkan kadar darah bila Anda gunakan bersama obat rifampisin. 
  • Memiliki risiko interaksi obat bila Anda gunakan bersama dengan obat golongan antiaritmia seperti verapamil, flecainide, quinidine. 

Beri tahu dokter bila Anda sedang mengonsumsi obat lain termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, obat herbal, atau suplemen lainnya. Sebaiknya tidak menggunakan dua obat berbeda kecuali sesuai dengan resep dokter. 

Efek Samping Dolasetron 

Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin terjadi dari golongan obat antiemetik:

  • Kedinginan.
  • Keringat dingin. 
  • Kelelahan. 
  • Demam. 
  • Nyeri dada.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Pembengkakan wajah, tangan, dan kaki (jarang terjadi).
  • Pingsan. 

Setiap orang memiliki risiko efek samping berbeda. Semua daftar efek samping yang tercantum belum tentu terjadi dan biasanya risikonya bisa terkontrol karena dosis obat ini hanya boleh diberikan langsung oleh dokter. 

Baca Juga: 13 Efek Kemoterapi yang Harus Diwaspadai

Dosis Obat Dolasetron 

Setiap pasien kemoterapi atau pascapembedahan memiliki dosis berbeda-beda dan tergantung pada beberapa faktor, termasuk: 

  • Usia. 
  • Jenis kelamin. 
  • Riwayat medis. 
  • Respon terhadap obat dosis pertama.
  • Tingkat keparahan gejala. 

Berikut ini dosis obat antiemetik untuk mencegah mual dan muntah selama perawatan kemoterapi: 

  • Dosis Intravena: 12,5 mg sehari sekali sebagai IV (suntikan) selama 30 detik atau melalui infus selama 15 menit. Obat diberikan segera setelah mengalami gejala mual atau sekitar 15 menit sebelum efek anestesi berhenti. 
  • Dosis Obat Oral: 100 atau 200 mg sekali sehari dalam 1 jam sebelum kemoterapi. Gunakan selama 4-7 hari atau selama siklus kemo. 

Dokter akan memberi dosis yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda. Informasi ini sama sekali tidak menggantikan resep dokter. 

Cara Pakai Dolasetron 

Pemberian obat antiemetik cair melalui intravena hanya boleh diaplikasikan oleh dokter atau tenaga medis profesional. Intravena adalah prosedur pemberian obat melalui pembuluh darah vena baik melalui infus atau suntikan. Biasanya, dokter akan memberikan obat sekitar 1 jam sebelum kemo. 

Petunjuk Penyimpanan Dolasetron 

Berikut ini petunjuk penyimpanan obat-obatan secara umum:

  • Simpan obat antiemetik pada tempat yang kering dan dalam suhu ruangan sekitar 20°C-25°C.
  • Letakan obat antiemetik dalam kotak P3K khusus atau wadah tertutup. 
  • Simpan obat antiemetik dalam kemasan asli agar Anda mudah mengecek tanggal kadaluarsanya. 
  • Alat medis seperti infus, jarum suntik, atau supositoria hanya untuk penggunaan sekali pakai dan harus segera Anda buang pada tempat sampah khusus setelah pemakaian. 
  • Jangan membuang sampah obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan dan berisiko disalahgunakan. 

Itulah pembahasan tentang dolasetron obat apa. Dolasetron adalah obat untuk mencegah gejala mual dan muntah setelah pembedahan atau pengobatan kanker. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. 

 

  1. MIMS. 2020. Dolasetron. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dolasetron?mtype=generic. (Diakses pada 28 November 2020). 
  2. Multum, Cerner. 2020. Dolasetron. https://www.drugs.com/mtm/dolasetron.html. (Diakses pada 28 November 2020). 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi