Terbit: 28 November 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Dofetilide adalah obat dari golongan antiaritmia. Ketahui lebih lanjut mengenai obat ini mulai dari fungsi, efek samping, hingga dosis pemakaiannya.

Dofetilide: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Dofetilide

 Nama obat

 Dofetilide

 Golongan obat

 Antiaritmia

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

 Kategori obat

 Obat keras

 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA

 C

 Fungsi obat

 Mengatasi gangguan irama jantung (aritmia) pada kasus fibrilasi atrium

 Kontraindikasi obat

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Prolongasi QT
  • Gangguan ginjal kronis

 Dosis obat

 Sesuai petunjuk dokter

 Sediaan obat

 Kapsul oral

 

Dofetilide Obat Apa?

Dofetilide adalah antiaritmia yang diformulasikan untuk mengatasi gangguan irama jantung (aritmia). Obat ini umum diberikan pada orang dengan gangguan irama jantung tertentu di atrium (bilik atas jantung yang memungkinkan darah mengalir ke jantung).

Sebagai obat antiaritmia, obat ini bekerja dengan cara menghambat sinyal listrik tertentu pada jantung yang menjadi pemicu tidak teraturnya detak jantung.

Fungsi Obat Dofetilide

Dofetilide adalah adalah obat antiaritmia yang fungsinya adalah untuk mengatasi gangguan irama jantung. Obat ini dapat memperbaiki irama jantung yang tidak teratur, sehingga juga bisa meminimalisir risiko pembekuan darah yang merupakan pemicu serangan jantung maupun stroke.

Pastikan untuk menggunakan obat ini sesuai dengan peruntukannya. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan berujung pada reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Dofetilide

Dalam menggunakan obat dofetilide, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Kontraindikasi Obat Dofetilide

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan kondisi tertentu. Pasalnya, hal ini dikhawatirkan akan menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh. Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Prolongasi QT
  • Gangguan ginjal kronis

Sementara itu, penggunaan obat harus mendapat izin dari dokter apabila mengalami kondisi-kondisi berikut ini:

  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Sindrom sinus

Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada apoteker maupun dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Dofetilide Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan menggunakan obat apabila Anda juga sedang menggunakan obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat untuk sementara waktu jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti aritmia ventrikular, diare, dan ruam.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Dofetilide Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut Unites States Food and Drug Administration (US FDA), obat ini masuk ke dalam kategori C untuk tingkat keamanan penggunaan bagi wanita hamil dan menyusui. Kategori C merujuk pada jenis obat-obatan yang setelah dilakukan uji klinis terhadap hewan, terbukti berbahaya.

Akan tetapi, belum ada studi terkontrol terhadap manusia. Oleh sebab itu, penggunaan obat pada wanita hamil dan menyusui harus mendapat persetujuan dan pemantauan dari dokter.

Interaksi Obat Dofetilide

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh. Obat-obatan yang berinteraksi dengan dofetilide adalah sebagai berikut:

  • Amiloride
  • Metmorfin
  • Triamterene
  • Bepridil
  • Cisapride
  • Fenotiazin
  • Macrolide
  • Cimetidine
  • Triamterene
  • Dolutegravir
  • Trimethoprim
  • Ketoconazole
  • Prochlorperazine
  • Megestrol

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini apabila digunakan secara bersamaan. Sampaikan pada apoteker atau dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Dofetilide

Obat dofetilide dapat menimbulkan efek samping walaupun jarang terjadi. Efek samping obat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Kepala pusing
  • Nyeri dada
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Maag
  • Mual
  • Insomnia
  • Diare
  • Ruam
  • Nyeri punggung

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda sebaiknya segera mengunjungi dokter apabila gejala yang terasa tak kunjung mereda setelah beberapa lama.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Dofetilide

Dofetilide masuk ke dalam kategori obat keras. Penggunaan obat HARUS dengan resep dokter. Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Dofetilide Tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul oral. Obat bisa didapatkan setelah mendapatkan resep dari dokter.

2. Dosis Obat Dofetilide

Berikut adalah dosis umum obat ini:

  • Dewasa: 125 mcg @1 kali sehari, atau 500 mcg @2 kali sehari.

Dosis obat bisa saja berbeda, tergantung dari keputusan dokter dengan memerhatikan kondisi. Pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai dengan dosis dari dokter. Penggunaan obat yang tidak sesuai dosis bisa saja menimbulkan reaksi tubuh yang berbahaya.

Cara Pemakaian Obat Dofetilide

Gunakan obat dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal seperti overdosis yang bisa membahayakan tubuh. Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 12 jam sekali (untuk dosis 2 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat sesuai jadwal, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 10 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebabnya.

 Petunjuk Penyimpanan Obat Dofetilide

Simpan obat ini pada tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat pada tempat bersuhu 20–25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat pada tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat pada tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Dofetilide. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dofetilide?mtype=generic (accessed on 27 November 2020)
  2. Dofetilide. https://www.drugs.com/mtm/dofetilide.html#:~:text=What%20is%20dofetilide%3F,to%20flow%20into%20the%20heart). (accessed on 27 November 2020)
  3. Dofetilide Oral. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-17943/dofetilide-oral/details (accessed on 27 November 2020)
  4. Pregnancy Safety Guide. https://www.mims.com/indonesia/viewer/html/pregdef.htm (accessed on 27 November 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi