Terbit: 6 Februari 2021 | Diperbarui: 7 Februari 2021
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Diphenhydramine adalah obat untuk mencegah alergi. Ketahui diphenhydramine obat apa, dosis, fungsi, aturan pakai, efek samping, dll.

Diphenhydramine: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Diphenhydramine

 Nama Obat  Diphenhydramine
 Kandungan Obat  Diphenhydramine HCL
 Kelas Obat  Antiparkinsonian Drugs / Hypnotics & Sedatives / Antivertigo Drugs / Antihistamines & Antiallergics
 Kategori Obat  Obat bebas terbatas
 Manfaat Obat  Obat antialergi dan antimuntah
 Kontraindikasi Obat
  • Ulkus peptikum stenosis atau obstruksi pyloroduodenal.
  • Bayi prematur dan neonatus.
  • Laktasi.
  • Penggunaan bersama dengan obat lain yang mengandung antihistamin (termasuk antihistamin topikal).
 Sediaan Obat  Tablet, kaplet, sirup, salep, supositoria, dan suntik
 Harga Obat  Rp4.265/strip

*Harga Diphenhydramine HCL mungkin berbeda tergantung merek dagang dan sediaan di setiap apotek.

Diphenhydramine Obat Apa?

Diphenhydramine adalah obat antihistamin untuk mengatasi gejala alergi seperti mata berair, hidung gatal, bersin, batuk, pilek, dan gatal-gatal. Histamin adalah bahan kimia alami dalam tubuh yang akan lepas saat tubuh terkena agen pemicu alergi (alergen). Kandungan diphenhydramine akan mencegah histamin lepas dan gejala alergi tidak keluar.

Obat dengan kandungan diphenhydramine HCL juga digunakan untuk mencegah gejala mabuk perjalanan, mengatasi gangguan tidur, dan gejala penyakit Parkinson tertentu. Obat ini mungkin digunakan untuk indikasi lain yang belum tercantum dalam informasi kesehatan ini.

Merek Dagang Diphenhydramine

Diphenhydramine adalah obat generik. Obat dengan kandungan yang sama diproduksi dengan berbagai merek dagang, termasuk:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

  • Otede
  • Arcodryl
  • Ikadryl Injection
  • Paradryl
  • Recodryl
  • Valdres

Ada beragam obat antihistamin lainnya yang tersedia di pasaran. Silakan tanyakan ke apoteker Anda untuk alternatif obat antialergi lainnya.

Fungsi Obat Diphenhydramine

Fungsi obat diphenhydramine HCL untuk mencegah gejala alergi. Berikut ini gejala alergi secara umum:

  • Ingusan
  • Gatal-gatal
  • Ruam kulit
  • Biduran
  • Bengkak
  • Mata merah
  • Mata berair
  • Kulit kering
  • Kulit pecah-pecah
  • Bibir, hidung, mata, atau wajah bengkak
  • Bersin
  • Pilek
  • Batuk
  • Nyeri perut
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Tidak enak badan
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak teratur

Setiap orang mungkin mengalami gejala alergi ringan atau berat akibat berbagai jenis pemicu alergi. Segera minum obat antialergi sebelum reaksinya bertambah parah.

Obat ini juga digunakan untuk indikasi lain, termasuk:

  • Membantu mengatasi masalah tidur (insomnia).
  • Mencegah mabuk perjalanan.
  • Hay fever (rhinitis alergi), peradangan pada rongga hidung akibat alergi.
  • Gangguan kulit gatal.
  • Mengatasi gejala penyakit Parkinson tertentu.

Peringatan Obat Diphenhydramine

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat antihistamin, sebagai berikut:

  • Minum obat sesuai dengan resep yang dianjurkan, tidak lebih atau kurang.
  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat apa pun.
  • Obat ini dapat menyebabkan rasa kantuk dan pusing, jadi jangan mengemudi, menjalankan mesin, atau melakukan aktivitas berisiko setelah menggunakan obat ini.
  • Jangan minum alkohol selama menggunakan obat ini.
  • Obat ini tidak untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun, mohon konsultasi ke dokter obat antialergi yang aman untuk anak.
  • Tidak diketahui apakah obat ini aman untuk wanita hamil, ibu menyusui, atau seseorang yang berencana untuk hamil dalam waktu dekat, jadi mohon jangan sembarangan minum obat bila Anda dalam kondisi tersebut.

Demi keamanan sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat penyakit sebagai berikut:

  • Glaukoma sudut sempit.
  • Hipertrofi prostat atau obstruksi genitourinaria.
  • Retensi urin.
  • Asma.
  • Bronkitis.
  • Hipertensi.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Riwayat kejang.
  • Gangguan tiroid.
  • Miastenia gravis.
  • Epilepsi.
  • Gangguan ginjal.
  • Penyumbatan saluran pencernaan.
  • Masalah buang air kecil.
  • Batuk berlendir.
  • Batuk akibat merokok atau emfisema.
  • Penyakit jantung.

Perhatikan peringatan tersebut demi keamanan dan efektivitas obat. Silakan tanyakan pada dokter atau apoteker untuk panduan lengkap penggunaan obat antialergi ini.

Baca Juga: Alergi Sperma: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Interaksi Obat Diphenhydramine

Interaksi obat adalah reaksi yang mungkin terjadi bila Anda menggunakan dua obat atau lebih tanpa aturan dokter, di mana obat mungkin akan mengalami penurunan atau peningkatan fungsi, sehingga efek samping rentan terjadi.

Berikut ini interaksi obat diphenhydramine HCL dengan obat lain:

  • Meningkatkan efek sedatif dari depresan SSP (stimulan sistem saraf pusat) lainnya seperti obat penenang, hipnotik, dan anxiolytics.
  • Meningkatkan efek antikolinergik dari obat monoamine oxidase inhibitors (MAOIS) atau obat antidepresi.
  • Mengurangi efek agen antikolinergik seperti obat atropin.
  • Mengurangi efek terapeutik bila Anda gunakan bersama obat betahistine.
  • Meningkatkan depresan bila digunakan bersama obat antihistamin lainnya.
  • Meningkatkan efek samping obat bila Anda gunakan bersama suplemen kalium.

Obat lain dapat berinteraksi dengan obat antialergi ini, termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, suplemen, suplemen makanan, dan produk herbal. Sebaiknya beri tahu dokter semua daftar obat yang Anda gunakan.

Efek Samping Diphenhydramine

Berikut ini efek samping yang mungkin terjadi:

  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Sulit buang air kecil.
  • Merasa kelelahan.
  • Sesak leher.
  • Nyeri rahang.
  • Ketidaknyamanan pada lidah.
  • Masalah koordinasi.
  • Penglihatan kabur.
  • Jantung berdebar.

Segera hentikan penggunaan obat bila mengalami reaksi efek samping, termasuk.

  • Tremor.
  • Agitasi.
  • Kejang.
  • Halusinasi.
  • Demam.
  • Psikosis toksik.

Dosis Obat Diphenhydramine

Dosis obat setiap orang berbeda tergantung pada beberapa faktor, yaitu:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Tingkat keparahan gejala
  • Riwayat atau kondisi medis saat ini
  • Respon terhadap dosis pertama

Berikut ini dosis obat diphenhydramine HCL secara umum:

  • Alergi: 25-50 mg 3-4 kali sehari. Dosis maksimal 300 mg setiap hari (Dewasa).
  • Mabuk Perjalanan: 25-50 mg 3-4 kali sehari. Dosis maksimal 300 mg setiap hari (Dewasa). Minum obat setidaknya 30 menit sebelum perjalanan.
  • Insomnia: 50 mg diminum 30 menit sebelum waktu tidur.
  • Gangguan Kulit: Obat topikal 2% krim diphenhydramine. Oleskan pada area kulit yang mengalami gejala, dua kali sehari selama 3 hari.
  • Penyakit Parkinson Tertentu: 10-50 mg atau dosis 100 mg bila perlu. 25mg/menit via injeksi.

Dosis tersebut hanya berdasarkan dosis yang umum digunakan. Informasi ini tidak dapat menggantikan resep dokter.

Cara Pakai Diphenhydramine

Berikut ini panduan cara menggunakan obat diphenhydramine:

  • Minum obat sesuai dosis dokter dan baca label cara penggunaan obat yang tertera pada balik kemasan.
  • Obat dapat digunakan sebelum atau sesudah makan.
  • Minum obat setidaknya 30 menit sebelum perjalanan untuk mencegah mabuk perjalanan.
  • Bila menggunakan obat dalam sediaan sirup, gunakan sendok takar yang sudah tersedia.
  • Sebagai obat insomnia, gunakan obat 30 menit sebelum waktu tidur Anda.

Petunjuk Penyimpanan Diphenhydramine

Berikut ini petunjuk penyimpanan obat-obatan secara umum:

  • Simpan obat pada tempat yang kering dan dalam suhu ruangan sekitar 20°C-25°C, dalam kotak P3K khusus atau wadah tertutup.
  • Biarkan obat dalam kemasan asli agar Anda mudah mengecek tanggal kedaluwarsa dan obat tidak terkontaminasi bahan lainya.
  • Jangan membuang sampah obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan dan ada risiko penyalahgunaan limbah obat.

Itulah pembahasan tentang diphenhydramine obat apa. Diphenhydramine adalah obat untuk mengatasi alergi dan mencegah mabuk perjalanan. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter.

 

  1. Drugs. 2020. Diphenhydramine. https://www.drugs.com/diphenhydramine.html#side-effects. (Diakses pada 5 Februari 2021).
  2. MIMS. 2020. Diphenhydramine. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diphenhydramine?mtype=generic. (Diakses pada 5 Februari 2021).
  3. NHS. 2018. Symptoms-Allergies. https://www.nhs.uk/conditions/allergies/symptoms/. (Diakses pada 5 Februari 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi