Terbit: 29 November 2020 | Diperbarui: 30 November 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Diflunisal adalah salah satu obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Ketahui lebih lanjut mengenai obat ini mulai dari fungsi, efek samping, hingga dosis pemakaiannya.

Diflunisal: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Diflunisal

 Nama obat

 Diflunisal

 Golongan obat

 Antiinflamasi nonsteroid (OAINS)

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

 Kategori obat

 Obat bebas terbatas

 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA

 C

 Fungsi obat

 Meredakan nyeri

 Kontraindikasi obat

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Asma
  • Urtikaria
  • Gangguan fungsi ginjal

 Dosis obat

 Meredakan nyeri ringan hingga sedang

  • Dewasa: Dosis awal 1000 mg, kemudian 500 mg setiap 8-12 jam sekali.
  • Lansia: Dosis awal 500 mg, kemudian 250 mg setiap 12 jam sekali.

 Mengatasi osteoarthritis & rheumatoid arthritis

  • Dewasa: 500-1000 mg, dibagi menjadi 2 dosis dalam sehari.

 Sediaan obat

 Tablet oral

 

Diflunisal Obat Apa?

Diflunisal adalah obat dari golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat ini diformulasikan untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang. Selain itu, obat juga berfungsi untuk mengatasi radang tulang (osteoarthritis) dan radang sendi (rheumatoid arthritis).

Sebagai OAINS, obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin yang merupakan senyawa pemicu timbulnya nyeri pada tubuh.

Fungsi Obat Diflunisal

Diflunisal adalah adalah obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid yang fungsinya adalah untuk meredakan nyeri tingkat ringan hingga sedang seperti pada kasus:

  • Sakit kepala
  • Sakit gigi
  • Nyeri otot

Selain itu, obat juga berfungsi mengatasi nyeri akibat peradangan pada kasus osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Pastikan untuk menggunakan obat ini sesuai dengan peruntukannya. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan berujung pada reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Diflunisal

Dalam menggunakan obat diflunisal, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Kontraindikasi Obat Diflunisal

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan kondisi tertentu. Pasalnya, hal ini dikhawatirkan akan menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh. Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Asma
  • Urtikaria
  • Gangguan fungsi ginjal

Sementara itu, penggunaan obat harus mendapat izin dari dokter apabila mengalami kondisi-kondisi berikut ini:

  • Gagal jantung
  • Retensi urine
  • Riwayat penyakit pencernaan
  • Gangguan fungsi hati
  • Lansia
  • Hamil dan menyusui

Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada apoteker maupun dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Diflunisal Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan menggunakan obat apabila Anda juga sedang menggunakan obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat untuk sementara waktu jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti vertigo, kesemutan, kram otot, dan nyeri dada.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Diflunisal Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut Unites States Food and Drug Administration (US FDA), obat ini masuk ke dalam kategori C untuk tingkat keamanan penggunaan bagi wanita hamil dan menyusui. Kategori C merujuk pada jenis obat-obatan yang setelah dilakukan uji klinis terhadap hewan, terbukti berbahaya.

Akan tetapi, belum ada studi terkontrol terhadap manusia. Oleh sebab itu, penggunaan obat pada wanita hamil dan menyusui harus mendapat persetujuan dan pemantauan dari dokter.

Interaksi Obat Diflunisal

Obat ini akan berinteraksi dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh. Obat-obatan yang berinteraksi dengan diflunisal adalah sebagai berikut:

  • Warfarin
  • Antasida
  • Aspirin
  • Paracetamol
  • Quinolone
  • Indometacin

Selain obat-obatan tersebut, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini. Sampaikan pada apoteker atau dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Sincronik: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Efek Samping Obat Diflunisal

Obat diflunisal dapat menimbulkan efek samping walaupun jarang terjadi. Efek samping obat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri lambung
  • Maag
  • Kepala pusing
  • Insomnia
  • Sakit kepala
  • Sensitif terhadap sinar UV (fotosensitivitas)
  • Kebingungan
  • Nyeri otot
  • Kesemutan
  • Nyeri dada
  • Penurunan pendengaran
  • Urtikaria

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda sebaiknya segera mengunjungi dokter apabila gejala yang terasa tak kunjung mereda setelah beberapa lama.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Diflunisal

Diflunisal masuk ke dalam kategori obat bebas terbatas. Penggunaan obat bisa tanpa resep dokter. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu mengenai penggunaan obat ini dengan apoteker sebelum membelinya.

Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Diflunisal Tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet oral. Obat tersedia di apotek dan toko obat.

2. Dosis Obat Diflunisal

Berikut adalah dosis umum obat ini:

Meredakan nyeri ringan hingga sedang

  • Dewasa: Dosis awal 1000 mg, kemudian 500 mg setiap 8-12 jam sekali.
  • Lansia: Dosis awal 500 mg, kemudian 250 mg setiap 12 jam sekali.

Mengatasi osteoarthritis & rheumatoid arthritis

  • Dewasa: 500-1000 mg, terbagi menjadi 2 dosis dalam sehari.

Pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan. Atau, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker perihal penggunaan obat sesuai dengan kondisi. Penggunaan obat yang tidak sesuai dosis bisa saja menimbulkan reaksi tubuh yang berbahaya.

Cara Pemakaian Obat Diflunisal

Gunakan obat dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal seperti overdosis yang bisa membahayakan tubuh. Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 8 jam sekali (untuk dosis 2 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat sesuai jadwal, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 6 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebabnya.

 Petunjuk Penyimpanan Obat Diflunisal

Simpan obat ini pada tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat pada tempat bersuhu 20–25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat pada tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat pada tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Diflunisal. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diflunisal?mtype=generic (accessed on 27 November 2020)
  2. Diflunisal. https://www.drugs.com/mtm/diflunisal.html (accessed on 28 November 2020)
  3. Diflunisal Oral. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5360/diflunisal-oral/details (accessed on 27 November 2020)
  4. Pregnancy Safety Guide. https://www.mims.com/indonesia/viewer/html/pregdef.htm (accessed on 27 November 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi