Terbit: 4 Oktober 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Didanosine adalah obat untuk membantu mengontrol gejala HIV/AIDS. Ketahui didanosine obat apa, fungsi, dosis, aturan pakai, dll.

Didanosine: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Didanosine

 Nama Obat  Didanosine
 Kandungan Obat   Didanosine
 Kelas Obat  Obat antivirus kelas inhibitor transkriptase reverse nukleotida dan nukleotida
 Kategori Obat  Obat resep
 Manfaat Obat  Mengatasi gejala HIV/AIDS
 Kontraindikasi Obat
  • Hipersensitivitas terhadap ddl.
  • Gangguan ginjal.
  • Laktasi.
 Sediaan Obat  Obat oral
 Harga Obat  –

Didanosine Obat Apa?

Didanosine adalah obat untuk membantu mengendalikan gejala HIV/AID serta mengurangi risiko penularan HIV pada orang lain. Obat ini berfungsi untuk mengurangi jumlah HIV agar sistem imun dapat tetap bekerja dengan baik.

Penderita HIV harus minum obat HIV setiap hari agar dapat menjalani hidup lebih sehat dan fungsi tubuh tetap bekerja dengan baik. Obat didanosine (ddI) atau obat HIV lainnya tidak menyembuhkan HIV/AIDS, namun hanya membantu menjaga kesehatan tubuh.

Obat ddI ini dapat digunakan untuk bayi berusia di atas 2 minggu dan orang dewasa. Obat ini sudah disetujui oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA) sebagai obat perawatan HIV/AIDS. Obat HIV harus diminum sesuai resep dokter. Dokter mungkin akan memberi kombinasi obat HIV lainnya.

Baca Juga: 7 Pencegahan HIV/AIDS yang Dapat Dilakukan 

Fungsi Obat Didanosine

Obat didanosine adalah obat untuk membantu penderita HIV/AIDS agar sistem imun tubuhnya dapat tetap bekerja untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit. HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang melemahkan sistem imun tubuh hingga penderitanya mudah terserang infeksi lain.

Penyebab HIV adalah paparan virus yang ditularkan dari hubungan seksual tanpa pengaman atau kontak langsung dengan cairan tubuh penderita HIV. Infeksi HIV yang tidak diobati akan menyebabkan penyakit AIDS (acquired immunodeficiency syndrome).

Belum ada obat atau vaksin untuk mengobati HIV/AIDS namun beberapa obat dapat membantu perawatan HIV agar dapat meningkatkan kualitas hidup. Pasien HIV/AIDS harus menjalani pengobatan seumur hidup karena infeksi menular seksual ini juga sangat mematikan.

Peringatan Obat Didanosine

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat HIV/AIDS ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat obat.
  • Minum obat ini sesuai dosis dan jadwal yang diresepkan dokter.
  • Jangan berhenti menggunakan obat ini secara tiba-tiba tanpa perintah dokter.
  • Anda harus konsultasi dengan dokter untuk kombinasi obat HIV lainnya atau perawatan lain yang harus Anda jalani demi menekan pertumbuhan HIV.
  • Tidak dapat digunakan untuk ibu menyusui.
  • Konsultasikan pada dokter semua aturan penggunaan obat HIV.
  • Jangan minum alkohol bila Anda menderita HIV.

Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat medis lain, termasuk:

  • Gangguan pankreas.
  • Masalah ginjal.
  • Masalah liver.
  • Neuropati perifer.
  • Sedang hamil atau berencana untuk hamil.

HIV adalah infeksi berbahaya. Penderita HIV harus melakukan perawatan dan pengobatan seumur hidup untuk mengontrol gejala dan membuat tubuh tetap sehat.

Interaksi Obat Didanosine

Interaksi zat kandungan obat dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat tersebut atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Beberapa obat yang memiliki risiko interaksi obat didanosine, termasuk:

  • Allopurinol
  • Hidroksiurea
  • Hetadon
  • Orlistat
  • Isoniazid
  • Vincristine
  • Pentamidin
  • Gansiklovir
  • Kotrimoksazol
  • Ribavirin

Informasi ini tidak memuat semua kandungan obat yang mungkin berinteraksi dengan obat HIV/AIDS. Mohon beri tahu dokter bila Anda sedang menggunakan obat lainnya, termasuk obat bebas, obat resep, antibiotik, obat herbal, suplemen, atau vitamin lainnya.

Efek Samping Didanosine

Berikut ini risiko efek samping didanosine yang mungkin terjadi:

  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Sakit perut

Efek samping sedang yang mungkin terjadi, termasuk:

  • Menggigil
  • Merasa lelah
  • Nyeri otot
  • Sakit perut
  • Detang jantung tidak teratur
  • Masalah pernapasan
  • Penurunan berat badan

Konsultasi pada dokter bila Anda mengalami efek samping lebih berat, seperti:

  • Urine berwarna gelap
  • Mata kuning
  • Tidak napsu makan
  • Nyeri perut

Daftar efek samping obat HIV/AIDS tersebut tidak mencantumkan semua efek samping karena setiap orang mungkin mengalami reaksi dan gejala berbeda.

Dosis Obat Didanosine

Ketahui dosis obat didanosine untuk mengatasi gejala HIV/AIDS dengan kombinasi obat antivirus lain, sebagai berikut:

  • Pasien dengan BB <60 kg: 125 mg setiap 12 jam atau 250 mg sekali sehari.
  • Pasien dengan BB >60 kg: 200 mg tiap 12 jam atau 400 mg sekali sehari.

Dosis obat sebagai batas pelepasan tertunda:

  • Pasien dengan BB 20-<25 kg: 200 mg sekali sehari.
  • Pasien dengan BB 25-<60 kg: 250 mg sekali sehari.
  • Pasien dengan BB >60 kg: 400 mg sekali sehari.

Dosis obat HIV/AIDS untuk anak dengan kombinasi obat antivirus lainnya, yaitu:

  • Pasien 3-8 Bulan: 100 mg / m2 tiap 12 jam.
  • Pasien >8 Bulan:120 mg / m2 tiap 12 jam, tidak melebihi dosis dewasa.
  • Sebagai batas pelepasan tertunda: > 6 thn sama seperti dosis dewasa.

Setiap pasien memiliki dosis berbeda tergantung pada tingkat keparahan gejala, usia, reaksi terhadap dosis obat pertama dan riwayat medis lainnya. Informasi resep obat ini tidak menggantikan resep dokter dan bukan juga acuan untuk petunjuk penggunaan obat.

Baca Juga: HIV/AIDS: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan

Cara Pakai Didanosine

Berikut ini cara pakai obat HIV/AIDS:

  • Baca aturan pakai sebelum minum obat ini atau sesuai dengan aturan penggunaan obat sesuai resep dokter.
  • Minum obat ini sesuai dengan dosis dan jadwal yang ditentukan.
  • Obat ini digunakan sekiat 1-2 jam sebelum makan.
  • Bila menggunakan obat kapsul, jangan membuka, menghancurkan, atau mengunyah kapsul. Kapsul harus langsung ditelan.
  • Obat ini digunakan dengan obat kombinasi antivirus lainnya.
  • Obat ini harus diminum setiap hari di jam yang sama.

Tanyakan kepada apoteker jika Anda belum memahami instruksi penggunaan obat HIV/AIDS ini.

Petunjuk Penyimpanan Didanosine

Ikuti petunjuk penyimpanan obat HIV/AIDS yang tepat, berikut ini:

  • Simpan obat-obatan pada suhu 20°C-25°C.
  • Sebaiknya simpan obat di kotak P3K khusus atau laci yang tertutup rapat.
  • Simpan obat pada kemasan aslinya.
  • Simpan alat ukur dosis obat di tempat bersih dan tertutup.
  • Jauhkan obat HIV/AIDS dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang sisa obat apa pun sembarangan karena akan mencemari lingkungan atau disalahgunakan.

Itulah pembahasan lengkap tentang didanosine obat apa. Obat ini digunakan untuk merawat pasien HIV/AIDS. Informasi kesehatan ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan apoteker atau dokter.

 

  1. Clinicalinfo. 2020. Drug information. https://clinicalinfo.hiv.gov/en/drugs/didanosine/patient. (Diakses pada 3 Oktober 2020).
  2. MIMS. 2020. Didanosine. https://www.mims.com/philippines/drug/info/didanosine?mtype=generic. (Diakses pada 3 Oktober 2020).
  3. WebMD. 2020. Didanosine. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6280-2294/didanosine-oral/didanosine-delayed-release-oral/details. (Diakses pada 3 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi