10 Obat Diare Paling Ampuh (Alami & Medis)

obat-diare-doktersehat

DokterSehat.Com – Kendati terlihat sepele, faktanya diare adalah penyakit yang mematikan. Pasalnya, saat diare tubuh akan kehilangan banyak cairan yang berujung pada kondisi dehidrasi. Jika tidak segera ditangani, bukan tak mungkin nyawa jadi taruhannya. Lantas, bagaimana cara mengobati diare? Apa saja obat diare yang bisa dikonsumsi? Benarkah obat diare alami juga tak kalah ampuh untuk menyembuhkan diare?

Atasi Diare dengan Obat-Obatan Alami dan Medis

Diare adalah penyakit pencernaan yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri pada usus besar. Diare ditandai dengan feses yang bertekstur lembek atau bahkan hanya berupa     cairan, dengan frekuensi buang air besar (BAB) per hari sebanyak 3 (tiga) kali atau lebih. Kondisi tersebut lantas menyebabkan penderitanya mengalami sejumlah akibat, termasuk dehidrasi.

Mengalami diare bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Selain mengganggu akitivitas, diare pada perkembangannya bisa menyebabkan komplikasi serius, yang bahkan bisa mengancam keselamatan jiwa. Oleh sebab itu, pengobatan diare sesegera mungkin wajib untuk dilakukan guna mencegah kondisi bertambah buruk. Diare dapat diobati dengan obat diare alami maupun obat diare kimia.

Obat Diare Alami yang Paling Ampuh (Pertolongan Pertama)

Pada saat diare mulai menyerang, pemberian obat diare alami dapat dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama pada diare. Apa saja contoh obat diare herbal yang bisa dikonsumsi? Berikut informasinya.

1. Jahe

Cara mengobati diare dengan obat diare alami yang pertama adalah dengan mengkonsumsi jahe. Ya, tanaman rempah yang satu ini dipercaya efektif untuk meredakan gejala diare seperti sakit perut, perut kembung, mual, atau muntah.

Manfaat jahe untuk mengobati diare ini oleh karena jahe mengandung zat yang bersifat antibakteri sehingga ampuh untuk mengatasi bakteri penyebab diare yaitu salmonella dan E.Coli.

Untuk mendapatkan khasiat jahe dalam mengobati diare, Anda bisa menyeduh jahe bersama teh lalu diminum secara rutin 2 kali sehari sampai diare sembuh.

2. Yogurt

Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri jahat, yakni bakteri salmonella dan E.Coli. Guna mengatasi bakteri-bakteri jahat tersebut, diperlukan peran bakteri baik yang bertugas untuk menghancurkan keduanya.

Yogurt adalah produk makanan atau minuman fermentasi yang di dalamnya terkandung bakteri baik seperti bifidobacterium dan Lactobacillus acidophilus. Oleh sebab itu, mengkonsumsi yogurt saat diare sangat disarankan agar bakteri baik bisa masuk dan bergabung bersama bakteri baiknya yang sudah ada di dalam usus untuk melawan bakteri jahat penyebab diare.

3. BRAT

Apa itu BRAT? BRAT tak lain adalah akronim dari Banana (pisang), Rice (nasi), Apple sauce (saus apel), dan Toast (roti).

BRAT adalah metode atau pola makan yang dianjurkan bagi para penderita diare. Mengkonsumsi makanan-makanan tersebut selama diare diklaim sebagai cara mengobati diare yang efektif. Obat diare alami yang satu ini memiliki kadar serat yang rendah, sehingga membantu untuk membuat tekstur feses menjadi lebih padat.

Kendati begitu, BRAT hanya disarankan untuk dikonsumsi selama diare belum sembuh. Begitu diare sembuh, hentikan mengkonsumsi kombinasi makanan-makanan ini dan sebaliknya, imbangi dengan jenis makanan lainnya yang lebih bernutrisi.

4. Oralit

Ini dia larutan obat yang identik dengan penyakit diare. Oralit adalah obat diare alami yang terbuat dari campuran garam, gula putih, dan air. Oralit atau oral rehydration salts (ORS) berfungsi untuk menggantikan cairan elektrolit tubuh yang terhidrasi akibat diare, maupun penyebab dehidrasi lainnya seperti aktivitas fisik berlebih.

Kendati kini juga tersedia produk bubuk oralit, namun Anda bisa membuatnya sendiri di rumah dengan memanfaatkan bumbu dapur yakni garam, gula putih, yang dilarutkan di dalam air dengan dosis yang harus disesuaikan.

Untuk orang dewasa, dosis larutan oralit adalah 50 – 100 ml (tergantung tingkatan dehidrasi dan berat badan), dan diminum setiap 4 – 6 jam sekali dalam sehari. Sedangkan pada anak-anak, dosis oralit yang disarankan yakni sekitar 15 – 100 ml per harinya.

5. Sari Daun Jambu Biji

Daun jambu biji juga termasuk ke dalam daftar obat diare alami yang bisa Anda coba. Manfaat daun jambu biji bahkan tak hanya membunuh bakteri penyebab diare, tapi juga membantu memadatkan tekstur tinja.

Cara mengobati diare dengan obat diare alami daun jambu biji yaitu, rebus 4-5 lembar daun jambu biji di dalam air mendidih selama kurang lebih 10 menit, lalu minum air rebusan daun jambu biji 2-3 kali sehari sampai diare sembuh.

6. Teh Chamomile

Teh chamomile oleh sebuah studi dikatakan mampu untuk mengatasi diare secara efektif. Dugaan ini muncul oleh karena teh chamomile diperkaya oleh zat yang bersifat antiinflamasi dan antidiare sehingga efektif mengembalikan kesehatan usus.

Kendati demikian, hasil penelitian tersebut sifatnya masih terbatas, sehingga manfaat teh chamomile yang satu ini belum sepenuhnya kuat dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut guna memastikan kebenarannya.

Obat Diare di Apotek

Apabila kondisi diare yang dialami tak kunjung sembuh dan malah bertambah parah, cara mengobati diare harus dilakukan dengan memberikan obat diare medis yang dapat Anda beli di apotek. Berikut adalah obat diare medis yang perlu Anda ketahui.

1. Attapulgite

Obat diare medis yang pertama adalah attapulgite. Attapulgite adalah bahan obat diare yang fungsinya untuk merangsang usus menyerap air lebih banyak. Dengan begitu, dihasilkanlah tekstur feses yang lebih padat. Selain memadatkan tekstur feses, attapulgite juga bertugas untuk meredakan gejala diare berupa sakit perut.

Attipulgite dapat dikonsumsi baik sebelum atau sesudah makan. Perhatikan dosis pemakaian obat ini, atau ikuti petunjuk dokter. Jangan lupa juga untuk mengimbanginya dengan minum banyak air putih agar tubuh senantiasa terhidrasi.

2. Loperamide

Loperamide adalah obat diare generik yang umum digunakan untuk mengobati diare. Loperamide bekerja dengan cara memperlambat gerakan peristaltik usus sehingga feses yang nantinya dikeluarkan memiliki tekstur yang padat. Loperamide juga berperan untuk meminimalisir cairan tubuh yang terbuang sehingga tubuh terbebas dari dehidrasi.

Loperamide dapat Anda jumpai dalam berbagai bentuk obat, mulai dari obat cair, tablet kunyah, dan kapsul. Ikuti petunjuk pemakaian atau petunjuk dokter sebelum mengkonsumsi obat ini. Pemakaian yang tidak sesuai akan menimbulkan efek samping berupa sulit buang air besar (BAB).

3. Antibiotik

Cara mengobati diare yang juga lazim dilakukan adalah dengan memberikan obat antibiotik. Namun, Anda tidak bisa sembarangan mengkonsumsi antibiotik guna mengobati diare yang diderita. Pasalnya, antibiotik hanya efektif digunakan apabila diare disebabkan oleh infeksi bakteri. Sedangkan untuk diare yang disebabkan oleh faktor lainnya, penggunaan antibiotik tidak dibenarkan.

Oleh sebab itu, perlu adanya pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter guna memastikan apa penyebab diare yang dialami.

Pemakaian obat diare juga harus sesuai petunjuk dokter, dan obat ini wajib untuk dihabiskan kendati diare sudah sembuh.

4. Bismuth Subsalicylate

Obat diare medis yang satu ini tugasnya untuk menghambat perkembangan bakteri yang menjadi penyebab diare. Bismuth subsalicylate juga berfungsi untuk menguatkan lapisan dinding lambung dan usus kecil, di mana manfaat ini dihasilkan oleh kandungan zat sitoprotektif di dalamnya.

Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk pemakaian yang tertera di kemasn produk. Apabila diare tak juga sembuh, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Itu dia informasi mengenai obat diare yang perlu Anda ketahui. Menjaga kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan adalah langkah terbaik untuk mencegah diri dari penyakit ini. Semoga bermanfaat!