5 Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman, Ketahui Juga Berbagai Penyebabnya!

obat-diare-untuk-ibu-hamil-doktersehat

DokterSehat.Com – Diare pada masa kehamilan pada dasarnya merupakan hal yang wajar. Meskipun begitu, penanganannya harus tetap dilakukan dengan cepat dan hati-hati untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Obat diare untuk ibu hamil dapat didapatkan melalui resep dokter atau bisa juga dengan perawatan di rumah. Ketahui lebih jauh tentang penyebab dan obat diare untuk ibu hamil berikut ini!

Penyebab Diare untuk Ibu Hamil

Penyebab diare sebanarnya ada bermacam-macam mulai dari virus, bakteri, keracunan makanan, flu perut, parasit, atau penggunaan obat. Dilansir dari Healt Line, diare pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh diare pada umumnya atau dapat juga disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:

1. Perubahan pola makan

Pola makan biasanya akan berubah ketika memasuki masa kehamilan. Terutama karena adanya beberapa makanan yang tidak disarankan untuk ibu hamil. Perubahan asupan makanan yang drastis ini dapat mengganggu pencernaan sehingga timbullah diare.

2. Sensitivitas makanan berubah

Selain asupan makanan yang banyak berubah. Sensitivitas terhadap makanan juga dapat berubah selama masa kehamilan. Makanan yang sebelumnya tidak menyebabkan masalah jika dikonsumsi, bisa tiba-tiba menimbulkan masalah pencernaan.

3. Vitamin prenatal

Konsumsi vitamin bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutirisi ibu hamil dan janin. Konsumsi vitamin prenatal memang baik dan dibutuhkan. Sayangnya efek samping seperti diare juga dapat muncul akibat dari penggunaan suplemen ini.

4. Perubahan hormon

Penyebab diare pada ibu hamil yang lainnya adalah karena perubahan hormon. Sebagian ibu hamil mengalami sembelit akibat perubahan hormon tersebut, tapi terdapat juga beberapa yang justru mengalami diare.

Obat Diare untuk Ibu Hamil Alami

Penggunaan obat untuk ibu hamil harus diawasi secara ketat dan harus di bawah pengawasan dokter. Maka dari itu, pemilihan obat diare untuk ibu hamil harus dilakukan dengan hati-hati. Pengobatan diare untuk ibu hamil juga tidak hanya seputar obat antidiare saja. Berikut adalah beberapa obat diare untuk ibu hamil:

1. Oralit

Obat diare untuk ibu hamil yang pertama adalah oralit. Cairan ini digunakan untuk mencegah dehidrasi ketika diare. Saat seseorang mengalami diare, dehidrasi bisa menjadi masalah yang selanjutnya terjadi. Kondisi ini lah yang membuat diare tidak dapat disepelekan.

Oralit tersedia dalam bentuk cairan atau bubuk yang bisa dilarutkan dalam air. Oralit juga terkadang dibuat sendiri di rumah dengan mencampurkan satu sendok teh garam dan satu sendok teh gula ke dalam segelas air.

2. Air kelapa

Selain oralit, dehidrasi akibat diare juga dapat dicegah dengan menggunakan air kelapa. Minuman yang satu ini juga merupakan minuman yang aman dan baik untuk ibu hamil. Selain sebagai cairan elektrolit, air kelapa juga mengandung antioksidan.

Air kelapa juga dipercaya dapat menambah stamina dan melancarkan peredaran darah. Sebelum mengonsumsi air kelapa, pastikan air kelapa berasal dari buah kelapa segar masih dalam kondisi yang baik. Obat diare untuk ibu hamil satu ini boleh dikonsumsi untuk pencegahan dehidrasi saja, bukan untuk jangkan panjang. Konsumsi air kelapa berlebihan untuk ibu hamil tidak disarankan.

3. Makanan rendah serat

Ketika mengalami diare, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan yang rendah serat. Tujuannya adalah agar makanan diproses lebih lama dalam pencernaan dan menurunkan produksi feses. Beberapa makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah seperti pisang, apel, roti, dan nasi. Makanan lain yang direkomendasikan adalah ayam tanpa kulit, kentang, dan selai kacang.

Sedangkan untuk minumannya, ibu hamil bisa mengonsumsi teh. Konsumsi makanan dan minuman rendah serat harus dilakukan secara bertahap dan tentunya tidak berlebihan. Jika berlebihan, bukan hanya diare yang sembuh, tapi bisa menimbulkan sembelit.

4. Keju cheddar

Keju cheddar memiliki kandungan enzim pencernaan yang dapat membantu memadatkan feses. Enzim beranama rennet ini dapat ditemukan dalam keju dan dipercaya dapat mengatur pencernaan sehingga diare dapat teratasi.

Keju cheddar bisa dicoba sebagai obat diare untuk ibu hamil hanya pada ibu hamil yang tidak memiliki intoleransi laktosa. Hindari mengonsumsi keju bersamaan dengan suplemen atau obat karena keju merupakan produk olahan susu dan susu dapat mengganggu penyerapan obat.

5. Menghindari makanan yang memburuk diare

Apapun obat diare untuk ibu hamil yang digunakan, tidak akan maksimal kerjanya jika Anda tidak berhenti mengonsumsi makanan yang dapat memperburuk diare. Beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari adalah seperti makanan tinggi lemak, makanan tinggi fula, sayuran dan buah mentah, makanan pedas, minuman dengan kafein, kubis, daging merah, es krim, soda, buah kering, dan makanan olahan.

Kapan Ibu Hamil Harus Minum Obat Diare?

Pada dasarnya diare pada ibu hamil dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu yang singkat. Jika dibantu dengan obat diare untuk ibu hamil alami yang seperti disebutkan di atas, maka kondisinya tentu akan membaik dengan lebih cepat.

Jika intensitas buang air besar sudah melebihi tiga kali sehari dan berlangsung 3 hari, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat diare untuk ibu hamil yang lebih tepat. Penggunaan antibiotik mungkin dibutuhkan jika diare disebabkan oleh bakteri. Sedangkan untuk diare yang disebabkan oleh virus tidak dapat diatasi dengan antibiotik.

Jika memang diharuskan untuk mengonsumsi obat antidiare, maka tidak masalah asalkan harus di bawah pengawasan dokter. Jangan menggunakan obat antidiare sembarangan karena tidak diketahui apakah dapat menimbulkan bahaya pada janin atau tidak.

Ibu hamil juga diharuskan untuk beristirahat yang cukup dan mengonsumsi air putih lebih banyak. Pastikan tidak terjadi dehidrasi akibat diare yang dialami.