Dexteem Plus: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

dexteem-plus-doktersehat

DokterSehat.Com – Dexteem Plus obat apa? Dexteem Plus adalah merek obat yang memiliki kandungan dua bahan aktif Dexamethasone (Deksametason) dan juga Dexchlorpheniramine maleate (deksklorfeniramin maleat). Secara umum obat ini bekerja sebagai obat antiinflamasi atau anti peradangan dan juga antialergi.

Rangkuman Informasi Obat Dexteem Plus

Nama Obat Dexteem Plus
Kandungan Obat Dexamethasone 0.5 mg, Dexchlorpheniramine maleate 2 mg
Kelas Obat Antihistamin & antialergi
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi peradangan dan alergi pada tubuh
Kontraindikasi Bayi baru lahir, prematur, pasien dalam terapi penghambat MAO, serangan asma akut.
Sediaan Obat Tablet
Harga Obat Rp 43.450/box (2 mg)

Manfaat Dexteem Plus

Deksametason merupakan jenis obat kortikosteroid yang ampuh untuk mengatasi peradangan dan alergi pada tubuh. Sedangkan deksklorfeniramin maleat merupakan golongan obat antihistamin yang mampu menekan produksi histamin yang terjadi akibat reaksi alergi. Histamin merupakan senyawa penyebab munculnya gejala alergi seperti ruam merah pada kulit, rasa gatal, bersin-bersin, mata berair, dan kesulitan bernapas.

Kedua zat aktif dalam Dexteem Plus bekerjasama dan menjadikan obat ini sebagai obat yang ampuh untuk mencegah peradangan dan mengatasi gejala alergi. Berdasarkan cara kerja dari obat ini, manfaat Dexteem Plus adalah dapat mengatasi beberapa kondisi seperti berikut ini:

  • Alergi akibat suntikan serum.
  • alergi rhinitis.
  • Mata merah akibat alergi.
  • Dermatitis kontak atau atopik.
  • Gangguan pernapasan akibat alergi.
  • Segala macam jenis alergi seperti alergi obat, alergi serbuk bunga, hingga alergi makanan.
  • Kondisi lain yang terkait dengan peradangan dan alergi.

Jika ingin mendapatkan manfaat Dexteem Plus, maka obat ini harus digunakan sesuai dengan aturan yang diberikan melalui resep dokter.

Dosis Dexteem Plus

Dexteem Plus tersedia dalam bentuk tablet dengan komposisi deksklorfeniramin maleat sebanyak 2 mg dan deksametason sebanyak 0,5 mg untuk setiap tabletnya. Dosis Dexteem Plus ditentukan oleh dokter dan menyesuaikan dengan kondisi pasien.

Dosis Dexteem Plus yang umum diberikan untuk dewasa adalah 1 tablet yang diberikan setiap 4-6 jam sekali, maks: 12 mg/hari. Sedangkan anak-anak usia 2-5 tahun: 5 mg. Maks: 3 mg/hari; 6-12 tahun: 1 mg. Maks: 6 mg/hari. Semua dosis harus diminum setiap 4-6 jam.

Pastikan Anda mengonsumsi obat Dexteem Plus dengan konsisten di jam yang sama setiap harinya untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Jangan mengubah dengan mengurangi atau menambahkan dosis dengan tanpa berdiskusi dulu dengan dokter. Mengganti dosis sembarangan bisa meningkatkan risiko timbulnya efek samping.

Aturan Mengonsumsi Dexteem Plus

Gunakan Dexteem Plus seperti yang diperintahkan oleh dokter. Baca semua informasi yang diberikan dan ikuti semua instruksi dengan seksama.

  • Obat dexteem plus bisa dikonsumsi sebelum atau setelah mengonsunmsi makanan. Konsumsi obat bersamaan saat makanan jika hal itu menyebabkan perut Anda mengalami gangguan.
  • Ukur dosis cairan dengan hati-hati. Gunakan alat pengukur sesuai dengan yang ada di dalam obat. Jika tidak ada, tanyakan pada apoteker alat untuk mengukur dexchlorpheniramine.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Melewatkan Satu Dosis?

  • Jika Anda menggunakan Dexteem Plus secara teratur, ambil dosis yang terlewat begitu Anda mengingatnya.
  • Jika mendekati waktu untuk dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan kembali ke waktu normal.
  • Jangan minum 2 dosis sekaligus atau dosis tambahan.
  • Dexteem Plus adalah obat yang dikonsumsi berdasarkan kebutuhan. Jangan mengambil lebih sering daripada yang dianjurkan oleh dokter.

Efek Samping Dexteem Plus

Setiap obat tentunya berpotensi untuk menimbulkan efek samping, terutama jika digunakan tidak sesuai dengan dosisnya. Efek samping yang timbul juga mungkin berbeda-beda pada setiap orang, bergantung pada kondisi tubuh masing-masing. Berikut adalah beberapa efek samping Dexteem Plus yang bisa terjadi:

  • Gangguan pencernaan meliputi sakit perut, mual, muntah, hingga tukak lambung.
  • Efek sedasi atau menenangkan yang menyebabkan kantuk.
  • Sakit kepala berputar atau vertigo.
  • Lemah otot dan hilang massa otot.
  • Distensi abdomen atau perut mengembung akibat penumpukan gas atau cairan.
  • Gangguan kulit seperti menipisnya kulit dan perubahan warna.
  • Gangguan siklus menstruasi.
  • Perubahan suasana hati yang tiba-tiba antara euphoria dan depresi.
  • Keringat berlebih.
  • Mulut kering.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Proses penyembuhan luka terganggu.
  • Penebalan lendir di hidung atau tenggorokan.

Semua obat dapat menyebabkan efek samping. Namun, banyak orang tidak memiliki efek samping atau hanya memiliki efek samping kecil. Efek samping dari penggunaan Dexteem Plus telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi pada janin, bayi baru lahir, dan bayi prematur. Selain itu, hal penting lainnya yang harus diketahui adalah ibu yang sedang menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini.

Jika Anda mengalami salah satu atau lebih gejala efek samping di atas, segera hentikan penggunaan obat Dexteem Plus. Jika efek samping tidak hilang dan semakin mengganggu, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Perhatian dan Peringatan

Penggunaan Dexteem Plus akan tetap aman jika Anda mengikuti aturan yang sudah diberikan oleh dokter. Sebelum Anda menggunakan obat ini, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda jadikan perhatian dan peringatan:

  • Jangan gunakan obat Dexteem Plus ini untuk pasien dengan hipersensitivitas pada kandungan obat ini maupun zat-zat yang mirip dengan kandungan dalam obat ini.
  • Jangan gunakan obat ini jika pasien memiliki kondisi seperti infeksi jamur sistemik, gangguan pada ginjal, tukak lambung, TBC, dan sirosis.
  • Jangan gunakan obat ini pada wanita yang sedang menjalankan program hamil, wanita hamil atau menyusui. Dexteem Plus boleh dikonsumsi berdasarkan pertimbangan medis oleh dokter. Paparan antihistamin selama dua minggu terakhir kehamilan telah dikaitkan dengan retrolental fibroplasia pada bayi prematur.
  • Penggunaan obat ini dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan gangguan kesuburan terutama pada pria.
  • Diskusikan dengan dokter tentang makanan, minuman, dan juga obat-obatan yang tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat ini karena bisa menimbulkan interaksi obat yang akan meningkatkan risiko efek samping dan juga menurunkan kinerja obat.

 

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau dr. Jati Satriyo

Sumber:

  1. Dexteem Plus. http://pionas.pom.go.id/obat/dexteem-plus. (Diakses pada 6 November 2019).
  2. Dexchlorpheniramine. https://www.drugs.com/dexchlorpheniramine.html. (Diakses pada 6 November 2019).
  3. Dexchlorpheniramine. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/dexchlorpheniramine/?mtype=generic)#Interactions. (Diakses pada 6 November 2019).