Terbit: 26 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Desmopressin adalah hormon sintetis yang dapat membantu mengatur cara tubuh menggunakan air. Obat ini digunakan untuk mengatasi kondisi seperti diabetes insipidus sentral, mengompol di malam hari, dan kondisi lainnya. Simak selengkapnya tentang obat ini mulai dari fungsi, efek samping, dosis, petunjuk penggunaan, dan lainnya!

Desmopressin: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Desmopressin

Nama Obat  Desmopressin
Kandungan Obat  Desmopressin
Kelas Terapi Obat  Hormon/Antidiuretik
Kategori  Obat keras
Tingkat Keamanan Menurut FDA  Kategori B (penelitian pada hewan menunjukkan tidak adanya efek buruk penggunaan obat ini selama kehamilan)
Fungsi Obat  Mengatasi ngompol di malam hari, diabetes insipidus sentral, dan peningkatan rasa haus dan buang air kecil akibat operasi kepala atau trauma kepala.
Dikonsumsi oleh  Dewasa dan anak-anak
Kontraindikasi
  • Hipersensitif terhadap desmopressin atau komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Gangguan ginjal parah.
  • Hiponatremia (kadar sodium rendah dalam tubuh).
  • Penyakit atau gangguan psikologis yang menyebabkan rasa haus yang ekstrem atau tidak biasa.
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Gagal jantung.
  • Mengonsumsi obat diuretik atau menggunakan obat steroid (oral, nasal, hirup, atau suntik).
Sediaan Obat  Tablet

 

Desmopressin Obat Apa?

Desmopressin adalah hormon sintetis yang bekerja sebagai antidiuretik. Obat ini bekerja menggantikan vasopressin, hormon alami yang diproduksi oleh tubuh untuk membantu menyeimbangkan air dan garam. Obat ini bekerja mengatur cara tubuh menggunakan air.

Merek Dagang Desmopressin

Di Indonesia, desmopressin dijual dengan merek dagang Minirin. Merek dagang obat ini di setiap negara dapat berbeda-beda.

Fungsi Obat Desmopressin

Secara umum, fungsi obat ini adalah sebagai antidiuretik, yaitu membantu ginjal untuk menyeimbangkan kadar air dan garam dalam tubuh. Berikut adalah beberapa kegunaan obat ini:

  • Pengobatan diabetes insipidus, merupakan kondisi di mana tubuh memproduksi urine dalam jumlah besar yang tidak normal.
  • Mengatasi mengompol di malam hari (enuresis).
  • Mengatasi sering buang air kecil di malam hari (nokturia)
  • Mengontrol rasa haus berlebihan dan keluarnya urine dalam jumlah besar yang tidak normal setelah terjadinya cedera kepala atau pascaoperasi tertentu.

Kontraindikasi Obat

Jangan konsumsi obat ini apabila Anda memiliki kondisi seperti:

  • Hipersensitif terhadap desmopressin atau komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Gangguan ginjal parah.
  • Hiponatremia (kadar sodium rendah dalam tubuh).
  • Penyakit atau gangguan psikologis yang menyebabkan rasa haus yang ekstrem atau tidak biasa.
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Gagal jantung.
  • Mengonsumsi obat diuretik atau menggunakan obat steroid (oral, nasal, hirup, atau suntik).

Peringatan dan Perhatian Obat Desmopressin

Obat ini masuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Gunakan obat ini secara hati-hati dan ikuti petunjuk dokter dengan seksama. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Beri tahu dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki riwayat ketidakseimbangan elektrolit, kehausan yang tidak biasa, retensi cairan, gagal jantung kongestif, penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, masalah buang air kecil, penyakit ginjal, dan fibrosis kistik.
  • Obat ini masuk kategori B menurut FDA keamanannya untuk ibu hamil, artinya penelitian pada hewan tidak menunjukkan adanya efek negatif pada janin. Tetap Diskusikan dengan dokter tentang penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
  • Obat ini diserap ke ASI, tapi dalam jumlah sedikit. Diskusikan dengan dokter tentang penggunaan obat ini selama menyusui.
  • Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi ngompol, tapi hanya boleh untuk usia di atas 6 tahun.
  • Hindari konsumsi cairan berlebih selama penggunaan obat ini karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang serius dan dapat mengancam jiwa.
  • Anda kemungkinan memerlukan pemeriksaan tekanan darah dan tes darah secara rutin selama terapi dengan obat ini.

Interaksi Obat Desmopressin

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat dapat menyebabkan peningkatan potensi efek samping atau menurunnya efektivitas obat. Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi jika desmopressin digunakan bersama obat lain:

  • Dapat meningkatkan risiko akumulasi cairan abnormal di tubuh apabila digunakan bersama dengan trichloroacetic acid (TCA), selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), chlorpromazine, carbamazepine, loperamide, obat yang memperlambat jalur usus, dan beberapa preparat obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
  • Dapat menurunkan penyerapan obat ini bila digunakan bersama dimeticone.

Daftar interaksi obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, nonresep, hingga herbal.

Konsumsi alkohol atau makanan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat. Diskusikan dengan dokter tentang makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi ketika menggunakan obat ini.

Efek Samping Desmopressin

Setiap jenis obat berpotensi untuk menyebabkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Segera dapatkan bantuan medis atau hubungi dokter apabila mengalami efek samping seperti:

  • Reaksi alergi (gatal-gatal; sulit bernapas; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan).
  • Tingkat natrium rendah dalam tubuh (ditandai dengan sakit kepala, kebingungan, halusinasi, kram otot, kelemahan, muntah, kehilangan koordinasi, gelisah atau tidak stabil).
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan.
  • Kejang.
  • Pernapasan lemah atau dangkal.
  • Perasaan pusing atau seperti akan pingsan.

Selain efek samping di atas, terdapat juga efek samping yang lebih umum namun tidak terlalu serius seperti:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mulut kering
  • Mual
  • Sakit perut ringan

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan atau saat tubuh telah menyesuaikan diri.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat interaksi obat, dosis berlebihan, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Desmopressin

Obat ini hadir dalam sediaan kapsul, tablet, tablet salut selaput, dan tablet lepas lambat. Setiap bentuk yang berbeda, kemungkinan akan memiliki dosis yang juga berbeda. Gunakan obat sesuai dosis yang ada di kemasan obat atau sesuai dengan yang diresepkan dokter. Berikut adalah dosis desmopressin yang umum diberikan:

  • Diabetes insipidus sentral anak-anak dan dewasa: Dosis awal 0,1 mg, diberikan 3 kali per hari. Dosis harian antara 0,2-1,2 mg. Pemberian dosis optimal antara 0,1-0,2 mg, diberikan 3 kali per hari.
  • Enuresis primer: Dosis awalnya 0,2 mg, diberikan sebelum tidur. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 0,4 mg apabila tidak efektif.
  • Nokturia: Dosis awal 0,1 mg sebelum tidur, dapat ditingkatkan menjadi 0,2 mg atau bahkan 0,4 mg, apabila dosis tidak efektif.

Dosis di atas adalah aturan dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Desmopressin

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah cara minum Desmopressin yang benar:

  • Obat ini dapat digunakan bersama atau tidak bersama dengan makanan.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang ditetapkan oleh dokter.
  • Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya agar dosis tidak terlewat.
  • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat saat ingat. Namun jika lebih dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.

Petunjuk Penyimpanan Desmopressin

Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat ini yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu di bawah 25°C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap. Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jaga obat tetap dalam kemasannya sebelum digunakan.
  • Jika obat expired, tanyakan pada dokter atau apoteker tentang prosedur pembuangan obat. Membuang obat sembarangan dapat berpotensi merusak lingkungan.

 

 

  1. Anonim. Minirin. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/minirin?type=brief&lang=id. (Diakses 26 September 2020).
  2. Anonim. Desmopressin. https://www.drugs.com/mtm/desmopressin.html. (Diakses 26 September 2020).
  3. Anonim. Desmopressin. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a608010.html#:~:text=Desmopressin%20is%20also%20used%20to%20control%20bed%2Dwetting.,amount%20of%20water%20and%20salt.. (Diakses 26 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi