Terbit: 11 Juli 2020 | Diperbarui: 13 Juli 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Obat CTM adalah obat yang bisa mengatasi beberapa gejala alergi karena histamin. Termasuk obat dari kelompok Antihistamin golongan lama. Ketahui manfaat, dosis yang tepat, hingga efek samping dari obat ini.

efek-samping-ctm-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat

 Nama  CTM
 Golongan Obat  Antihistamin dan ekspektoran
 Sediaan  Tablet dan sirup
 Kandungan  Chlorpheniramine Maleate
 Manfaat  Meredakan gejala alergi (flu, gatal, demam)
 Dosis  1/4-1 tablet sebanyak 3-4 kali sehari (tergantung usia)
 Cara Pakai  Oral
 Efek Samping  Mengantuk, efek antimuskarinik, hipotensi, dan lainnya

Bentuk Sediaan CTM

Obat CTM yang ada di pasaran tersedia dalam dua bentuk sediaan, yaitu tablet atau kaptabs dan sirup. Kedua bentuk sediaan tersebut digunakan secara oral yakni dimasukkan melalui mulut.

Setiap satu tablet mengandung 4 mg bahan aktif. Pada bentuk sediaan sirup, setiap 5 mL mengandung 2 mg bahan aktif.

Simpanlah obat yang berbentuk tablet maupun sirup di tempat yang kering dan terlindung dari paparan sinar matahari. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari yang terus menerus atau terlalu lama bisa mengubah struktur kimia dan manfaat kandungan obat.

Kandungan Obat CTM

Obat CTM mengandung bahan aktif Chlorpheniramine Maleate. Chlorpheniramine maleate merupakan kandungan obat dari kelompok antihistamin.

Klorfeniramin maleate memiliki cara kerja tertentu yang bisa meredakan beberapa gejala alergi. Cara kerja chlorpheniramine adalah dengan mengurangi atau menghambat efek histamin kimia alami di dalam tubuh.

Histamin adalah zat di dalam tubuh yang menyebabkan beberapa gejala alergi seperti bersin-bersin, gatal, mata berair, pilek, dan lainnya. Ketika efek histamin bisa dihambat, maka gejala-gejala alergi pun bisa diredakan.

Harga Obat

Harga obat dipengaruhi oleh kebijakan penjual. Berikut kisaran harga obat CTM berdasarkan bentuk sediaan:

  • Tablet: Rp900-Rp2.600 per strip (1 strip berisi 12 tablet).
  • Kemasan botol: Rp10.000 per botol (1 botol berisi 100 tablet)
  • Sirup: Rp5.000-Rp6.000 per botol (60 ml).

Indikasi Chlorpheniramine Maleate (CTM)

Penggunaan obat harus memerhatikan indikasi medis. Seseorang yang mengalami beberapa gejala alergi seperti demam, bersin-bersin, flu, pilek, dan mata berair bisa mengonsumsi obat ini.

Reaksi alergi juga bisa berupa gatal-gatal pada hidung, tenggorokan, atau kulit. Apabila Anda mengalami hal tersebut, maka obat bisa digunakan. Pemakaian obat Chlorpheniramine Maleate juga bisa dilakukan jika Anda mengalami urtikaria.

Kontraindikasi

Bayi prematur dan anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun tidak boleh menggunakan obat CTM.

Apabila Anda memiliki riwayat alergi, Anda juga tidak bisa menggunakan obat ini karena bsia memicu terjadinya reaksi alergi. Orang-orang yang mengalami serangan asma akut dan glaukoma sudut sempit juga dikontraindikasikan terhadap kandungan obat ini.

Orang yang tidak bisa buang air kecil, mengalami pembesaran prostat, dan penyumbatan pada perut atau usus, juga tidak bisa menggunakan obat CTM. Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi obat alergi yang lebih aman.

Manfaat

Manfaat utama obat CTM adalah bisa meredakan dan mengobati beberapa gejala alergi, seperti pilek, bersin-bersin, mata berair, flu, demam, dan gatal-gatal.

Selain bermanfaat untuk mengatasi gejala-gejala alergi, obat ini juga bermanfaat untuk mengatasi masalah urtikaria.

Tak sampai situ, manfaat obat ini  juga bisa untuk memberikan pengobatan darurat pada orang yang mengalami reaksi anafilaktik. Namun, Anda perlu ingat bahwa obat ini tidak bisa digunakan untuk mengobati penyebab alergi atau mempercepat pemulihan.

Dosis

Gunakan obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan agar mendapatkan manfaat yang diinginkan. Selain itu, penggunaan obat sesuai dosis yang tepay juga bisa mencegah Anda dari beberapa efek samping tertentu.

Dosis CTM Tablet

  • Anak-anak: ¼ hingga 1/2 tablet (3-4 kali sehari).
  • Dewasa: 1/2 hingga 1 tablet (3-4 kali sehari).

Dosis CTM Sirup (Khusus untuk Anak)

  • Usia  2-6 tahun: 1/2 sendok takar (3 kali sehari).
  • Usia 6-12 tahun: 1 sendok takar (3 kali sehari).

Efek Samping CTM

Efek samping CTM jika digunakan pada orang yang alergi terhadap Chlorpheniramine Maleate, maka akan menyebabkan efek samping berupa reaksi alergi. Reaksi alergi tersebut ditandai dengan:

  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah
  • Ruam
  • Gatal
  • Sesak napas.

Obat ini juga bisa menyebabkan rasa kantuk, sehingga Anda harus berhati-hati jika ingin mengonsumsinya ketika membawa kendaraan sendiri atau bekerja dengan alat berat.

Beberapa efek samping CTM lainnya seperti:

  • Tekanan darah rendah
  • Otot menjadi lemah
  • Sakit kepala
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Efek antimuskarinik
  • Tinnitus
  • Kelainan darah

Segera hentikan penggunaan obat jika Anda mengalami efek samping yang telah disebutkan. Segeralah pergi ke rumah sakit atau klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

CTM adalah obat untuk meredakan berbagai masalah alergi. Obat ini mengandung bahan aktif Chlorpheniramine Maleate yang merupakan kelompok Antihistamin.
Membantu meredakan dan mengobati gejala alergi, seperti pilek, bersin-bersin, flu, demam, dan gatal-gatal. Bisa juga mengatasi masalah urtikaria.
Beberapa efek sampingnya terdiri dari sakit kepala, gangguan pencernaan, otot menjadi lemah, menimbulkan rasa kantuk, dan menimbulkan efek samping lain terhadap orang yang alergi Chlorpheniramine Maleate.

 

  1. PIONAS-BPOM: Klorfeniramin Maleat. http://pionas.pom.go.id/monografi/klorfeniramin-maleat [diakses pada 10 April 2019]
  2. Us National Library of Medicine: Chlorpheniramine. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682543.html [diakses pada 10 April 2019]
  3. Drugs: Chlorpheniramine. https://www.drugs.com/mtm/chlorpheniramine.html [diakses pada 10 April 2019]


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi