CTM (Chlorpheniramine Maleate) – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

efek-samping-ctm-doktersehat

DokterSehat.Com – CTM obat apa? Obat CTM adalah obat yang bisa mengatasi beberapa gejala alergi karena histamin. CTM termasuk obat dari kelompok Antihistamin golongan lama. Jika Anda memiliki alergi, maka penjelasan mengenai obat CTM ini cocok bagi Anda.

Yuk, baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat CTM termasuk informasi tentang bentuk sediaan CTM, kandungan CTM, harga CTM, indikasi CTM, kontraindikasi CTM, manfaat CTM, dosis CTM, dan efek samping CTM.

Rangkuman Informasi Obat

  • Nama                                      : CTM
  • Golongan Obat                         : Antihistamin dan ekspektoran
  • Bentuk Sediaan                        : Tablet dan sirup
  • Kandungan                              : Chlorpheniramine Maleate
  • Harga                                     : Rp900-2.600 per strip dan Rp5.000-6.000 per botol
  • Manfaat                                  : Meredakan gejala alergi (flu, gatal, demam)
  • Indikasi Penggunaan                : Terapi alergi, urtikaria, pengobatan darurat anafilaktik
  • Kontraindikasi                          : Bayi, Anak di bawah 2 tahun, asma akut, porfiria
  • Dosis CTM                               : 1/4-1 tablet sebanyak 3-4 kali sehari (tergantung usia)
  • Cara pakai                              : Oral
  • Efek samping                          : Mengantuk, efek antimuskarinik, hipotensi, dan lainnya

Bentuk Sediaan CTM

Obat CTM yang ada di pasaran tersedia dalam dua bentuk sediaan, yaitu tablet atau kaptabs dan sirup. Kedua bentuk sediaan CTM tersebut digunakan secara oral yakni dimasukkan melalui mulut.

Setiap satu tablet CTM mengandung kekuatan dosis sebanyak 4 mg bahan aktif. Pada bentuk sediaan sirup, kekuatan dosis per 5 mL sirup CTM adalah 2 mg bahan aktif. Simpanlah obat CTM baik dalam bentuk tablet maupun sirup di tempat yang kering.

Selain itu, simpan juga obat CTM di tempat yang terlindung dari paparan sinar matahari. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari yang terus menerus atau terlalu lama bisa mengubah struktur kimia dan manfaat kandungan obat CTM.

Kandungan Obat CTM

Obat CTM mengandung sebuah bahan aktif. Bahan aktif dari obat CTM adalah Chlorpheniramine Maleate. Chlorpheniramine maleate merupakan kandungan obat dari kelompok antihistamin.

Klorfeniramin maleate memiliki cara kerja tertentu yang bisa meredakan beberapa gejala alergi. Cara kerja chlorpheniramine adalah dengan mengurangi atau menghambat efek histamin kimia alami di dalam tubuh.

Histamin adalah zat di dalam tubuh yang menyebabkan beberapa gejala alergi seperti bersin-bersin, gatal, mata berair, pilek, dan lainnya. Ketika efek histamin bisa dihambat, maka gejala-gejala alergi pun bisa diredakan.

Harga Obat CTM

CTM dibanderol dengan harga yang berbeda-beda. Harga obat CTM dipengaruhi oleh kebijakan penjual. Kisaran harga obat CTM dalam bentuk sediaan tablet adalah Rp900-2.600 per strip. Setiap 1 strip berisi 12 tablet CTM.

Ada juga tablet CTM yang dijual dengan kemasan botol. Setiap 1 botol berisi 100 tablet CTM. Pada kemasan botol, harga tablet CTM adalah sekitar Rp10.000 per botol. Harga sirup CTM adalah Rp5.000-6.000 per botol dengan berat bersih sebanyak 60 mL.

Indikasi Chlorpheniramine Maleate (CTM)

Penggunaan obat CTM harus memerhatikan indikasi medis. Seseorang yang mengalami beberapa gejala alergi seperti demam, bersin-bersin, flu, pilek, dan mata berair bisa menggunakan obat CTM.

Reaksi alergi juga bisa berupa gatal-gatal pada hidung, tenggorokan, atau kulit. Apabila Anda mengalami hal tersebut, maka obat CTM bisa digunakan. Pemakaian obat Chlorpheniramine Maleate juga bisa dilakukan jika Anda mengalami urtikaria.

Orang-orang yang mengalami reaksi anafilaktik dan membutuhkan pengobatan segera bisa memakai obat CTM. Pastikan Anda memiliki indikasi tersebut dan dibuktikan secara medis oleh dokter sebelum menggunakan obat CTM.

Kontraindikasi CTM

Meskipun Anda telah memiliki indikasi penggunaan obat CTM secara medis, Anda tidak bisa memakai CTM jika memiliki kontraindikasinya. Bayi prematur dan anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun tidak boleh menggunakan obat CTM.

Apabila Anda memiliki riwayat alergi, Anda juga tidak bisa menggunakan CTM karena bsia memicu terjadinya reaksi alergi. Orang-orang yang mengalami serangan asma akut dan glaukoma sudut sempit juga dikontraindikasikan terhadap kandungan obat CTM.

Orang yang tidak bisa buang air kecil, mengalami pembesaran prostat, dan penyumbatan pada perut atau usus, juga tidak bisa menggunakan obat CTM. Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi obat alergi yang lebih aman.

Manfaat Obat CTM

Manfaat utama obat CTM adalah bisa meredakan dan mengobati beberapa gejala alergi, seperti pilek, bersin-bersin, mata berair, flu, demam, dan gatal-gatal. Selain bermanfaat untuk mengatasi gejala-gejala alergi, obat CTM juga bermanfaat untuk mengatasi masalah urtikaria.

Tak sampai situ, manfaat obat CTM juga bisa untuk memberikan pengobatan darurat pada orang yang mengalami reaksi anafilaktik. Namun, Anda perlu ingat bahwa manfaat CTM tidak bisa untuk mengobati penyebab alergi atau mempercepat pemulihan.

Dosis CTM

Jika Anda ingin mendapatkan manfaat CTM, maka gunakan obat CTM sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penggunaan obat CTM sesuai dengan dosis juga bisa mencegah Anda dari beberapa efek samping tertentu.

Dosis CTM dipengaruhi oleh usia pasien. Pada anak-anak, dosis CTM dalam bentuk tablet adalah ¼ hingga 1/2 tablet sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Tablet CTM untuk dewasa harus diminum dengan dosis 1/2 hingga 1 tablet sebanyak 3-4 kali dalam sehari.

Obat CTM dalam bentuk sediaan sirup hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Anak-anak usia  2-6 tahun membutuhkan dosis CTM setiap kali minum 1/2 sendok takar sebanyak 3 kali sehari. Dosis CTM untuk anak usia 6-12 tahun  adalah 1 sendok takar sebanyak 3 kali sehari.

Efek Samping CTM

Penggunaan obat CTM bisa menyebabkan beberapa efek samping. Efek samping CTM jika digunakan pada orang yang alergi terhadap Chlorpheniramine Maleate, maka akan menyebabkan efek samping berupa reaksi alergi.

Reaksi alergi tersebut ditandai dengan sakit kepala, sakit perut, mual, muntah, ruam, gatal, dan sesak napas. Obat CTM juga bisa menyebabkan rasa kantuk sehingga Anda harus berhati-hati jika ingin menggunakan CTM terutama jika membawa kendaraan sendiri atau bekerja dengan alat berat.

Beberapa efek samping CTM lainnya seperti sedasi, tekanan darah rendah, otot menjadi lemah, sakit kepala, gangguan saluran pencernaan, efek antimuskarinik, tinnitus, dan kelainan darah.

Hentikanlah segera penggunaan obat CTM jika Anda mengalami efek samping yang telah disebutkan. Segeralah pergi ke rumah sakit atau klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan segera.

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Klorfeniramin Maleat. http://pionas.pom.go.id/monografi/klorfeniramin-maleat [diakses pada 10 April 2019]
  2. Us National Library of Medicine: Chlorpheniramine. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682543.html [diakses pada 10 April 2019]
  3. Drugs: Chlorpheniramine. https://www.drugs.com/mtm/chlorpheniramine.html [diakses pada 10 April 2019]