Terbit: 31 Agustus 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Crestor adalah obat golongan statin yang digunakan untuk menurunkan kolesterol. Simak penjelasan selengkapnya mulai dari definisi, manfaat, dosis, efek samping, hingga cara penyimpanan obat!

Crestor: Manfaat, Dosis, Interaksi, Efek Samping, Peringatan, dll

Rangkuman Informasi Umum Crestor

Nama Obat Crestor
Kandungan Obat Kalsium rosuvastatin
Kelas Obat Statin atau HMG CoA reductase inhibitors
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Menurunkan kadar kolesterol jahat, meningkatkan kolesterol baik, dan menurunkan trigliserida.
Kontraindikasi
Jangan menggunakan obat ini jika sedang hamil atau menyusui.
Sediaan Obat Tablet
Harga Crestor Rp26.000 – Rp38.000/tablet

 

Crestor Obat Apa?

Crestor adalah obat yang digunakan bersama dengan diet atau pola makan sehat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein/LDL), meningkatkan kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein/HDL), dan menurunkan trigliserida (jenis lemak dalam darah).

Obat ini bekerja dengan cara mengurangi kolesterol dalam dua cara, yaitu crestor menghambat enzim di hati yang menyebabkan hati memproduksi kolesterol lebih sedikit, dan meningkatkan penyerapan dan pemecahan kolesterol oleh hati yang ada dalam darah.

Manfaat Crestor

Crestor obat resep yang mengandung obat penurun kolesterol yang bernama kalsium rosuvastatin, sehingga obat ini juga disebut rosuvastatin. Obat ini berkhasiat bagi orang dewasa dan anak-anak untuk beberapa masalah kesehatan.

Berikut ini beberapa manfaat crestor:

  • Menurunkan kolesterol dan trigliserida dalam darah untuk orang dewasa dan anak-anak yang berusia minimal 8 tahun.
  • Memperlambat perkembangan aterosklerosis (penumpukan plak dalam pembuluh darah yang menghalangi aliran darah) pada orang dewasa.
  • Menurunkan risiko stroke, serangan jantung, dan komplikasi jantung tertentu lainnya pada pria berusia 50 tahun ke atas dan wanita 60 tahun ke atas yang memiliki penyakit jantung koroner atau faktor risiko lainnya.
  • Mengobati kolesterol tinggi karena keturunan, termasuk tipe heterozigot (diturunkan dari satu orang tua) dan tipe homozigot (diturunkan dari kedua orang tua). Tipe heterozigot, obat ini untuk anak yang berusia minimal 8 tahun. Sedangkan jenis homozigot, obat ini untuk anak-anak berusia 7 tahun.

Dosis Crestor

Gunakan obat ini persis seperti yang diresepkan oleh oleh dokter atau baca panduan dosis pada kemasannya. Obat ini tersedia dalam dalam bentuk tablet 5 mg, 10 mg, 20 mg,  dan 40 mg. Pemberian dosis tergantung pada usia.

Berikut ini panduan dosis crestor:

1. Hiperlipoproteinemia

  • Dosis awal: 5-10 mg sekali sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 5-40 mg sekali sehari.

2. Hiperlipoproteinemia Tipe IIa (Peningkatan LDL)

  • Dosis awal: 5-10 mg sekali sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 5 mg hingga 40 mg sekali sehari.

3. Hiperlipoproteinemia Tipe IIb (Peningkatan LDL + VLDL)

  • Dosis awal: 5-10 mg sekali sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 5-40 mg sekali sehari.

4. Hiperlipoproteinemia Tipe IV (Peningkatan VLDL)

  • Dosis awal: 5-10 mg sekali sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 5-40 mg sekali sehari.

5. Aterosklerosis

  • Dosis awal: 5-10 mg sekali sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 5-40 mg sekali sehari.

6. Hiperkolesterolemia Familial Homozigot

  • Dosis awal: Crestor 20 mg sekali sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 20-40 mg sekali sehari.

7. Pencegahan Penyakit Kardiovaskular

  • Dosis awal: 5-10 mg sekali sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 5-40 mg sekali sehari.

8. Hiperlipidemia

  • Dosis awal: 5 mg sekali sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 5-20 mg sekali sehari.

9. Hiperkolesterolemia Familial Heterozigot

Usia anak: 10-17 tahun

  • Dosis biasa: 5-20 mg sekali sehari. Dosis harus disesuaikan dengan tujuan terapi yang dianjurkan. Penyesuaian dengan interval 4 minggu atau lebih.
  • Dosis maksimum: Crestor 20 mg sekali sehari

Dosis yang Terlewat

Jika lupa dan melewatkan satu dosis, segera minum obat setelah ingat. Namun, jika sudah mendekati waktu dosis untuk berikutnya (misalnya dalam 12 jam), sebaiknya lewati dosis yang terlewat. Ambilah dosis berikutnya pada waktu yang teratur. Jangan menggunakan dua dosis sekaligus untuk dosis yang terlewat, karena meningkatkan risiko overdosis.

Overdosis

Jika mengalami overdosis dan memiliki gejala serius seperti pingsan, kesulitan bernapas, kejang, dan tidak sadarkan diri atau pingsan, hubungi layanan darurat medis atau segera bawa ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Kolesterol Tinggi: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Interaksi Crestor

Interaksi obat adalah berubahnya cara kerja obat saat menggunakannya secara bersamaan dengan obat-obatan lain, produk herbal, atau makanan dan minuman. Hal ini dapat menyebabkan efektivitas obat berubah dan meningkatkan risiko efek samping.

Crestor obat yang memiliki interaksi jika mengonsumsinya dalam waktu yang bersamaan obat-obatan berikut ini:

  • Obat-obatan yang mengandung niasin.
  • Beberapa obat untuk HIV/AIDS, imun, kolesterol/trigliserida, pengencer darah, pil kontrasepsi (pil KB).
  • Cyclosporine.
  • Gemfibrozil.
  • Atazanavir.
  • Ritonavir.
  • Lopinavir tau ritonavir.
  • Saquinavir.

Minum alkohol dengan obat ini juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kemungkinan kerusakan hati.

Efek Samping Crestor

Seperti obat-obatan lainnya, obat ini juga memiliki efek samping. Bahkan jika obat bekerja, pasien mungkin mengalami beberapa efek samping.

Segera hubungi dokter jika mengalami salah satu gejala berikut:

  • Tanda-tanda rhabdomyolysis: Urine berwarna gelap, kelemahan atau nyeri otot yang parah, demam, dan kelelahan.
  • Tanda-tanda masalah hati yang parah: Menguningnya mata atau kulit, feses pucat, dan urine berwarna gelap.

Efek samping ini mungkin akan lebih baik seiring waktu karena tubuh terbiasa dengan obat tersebut. Segera beri tahu dokter segera jika terus mengalami gejala-gejala ini atau jika kondisinya memburuk dari waktu ke waktu.

Efek samping crestor yang umum terjadi, meliputi:

  • Nyeri otot dan sendi.
  • Sembelit.
  • Diabetes.
  • Mual.

Efek samping lainnya, termasuk:

  • Gejala masalah hati: Urine berwarna gelap, merasa lelah, kurang nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, feses berwarna terang, dan kulit atau mata kuning.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut.
  • Kelemahan atau kekurangan energi.

Peringatan Obat Crestor

Sebelum mengonsumsi obat ini, perhatikan beberapa hal penting berikut:

  • Beri tahu dokter jika alergi terhadap obat ini atau jika memiliki alergi lain. Beri tahu juga tentang kesehatan Anda, terutama jika memiliki penyakit hati, penyakit ginjal, atau penggunaan alkohol.
  • Sebelum menjalani operasi, beri tahu dokter atau dokter gigi tentang semua produk yang Anda gunakan, termasuk obat resep, obat non-resep, dan produk herbal.
  • Batasi atau kurangi minuman beralkohol, karena mengonsumsi alkohol setiap hari meningkatkan risiko masalah hati, terutama bila dikombinasikan dengan obat crestor.
  • Orang dewasa yang lebih tua mungkin lebih sensitif terhadap efek samping obat ini, terutama dengan masalah otot.
  • Jangan menggunakan obat selama kehamilan, karena dapat membahayakan bayi dalam kandungan.
  • Obat ini dapat terserap ke dalam ASI. Ini kemungkinan berisiko pada bayi, sehingga tidak dianjurkan menggunakan obat ini jika sedang menyusui.

Baca Juga: 8 Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi yang Harus Diwaspadai

Petunjuk Penggunaan Crestor

Menggunakan obat ini persis seperti yang dianjurkan oleh dokter atau ikuti semua petunjuk penggunaan pada kemasan obat resep. Dokter mungkin sesekali akan mengubah dosis untuk memastikan efektivitas obat.

Berikut ini petunjuk penggunaan obat crestor:

  • Jangan minum obat ini dalam jumlah yang banyak, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang dianjurkan dokter.
  • Minum obat sekali sehari dengan atau tanpa makanan. Sebaiknya minum obat pada waktu yang sama setiap hari.
  • Selama menggunakan obat ini, pasien mungkin perlu sesering mungkin melakukan tes darah.
  • Tetap menggunakan obat ini sesuai petunjuk, meskipun sudah merasa sehat. Kadar Kolesterol tinggi biasanya tidak menunjukkan tanda dan gejala. Pasien mungkin perlu menggunakan obat ini untuk jangka panjang.
  • Jangan berhenti menggunakan obat ini kecuali dokter yang menganjurkan.
  • Selama menggunakan crestor, imbangi dengan pola makan sehat, olahraga, dan mengontrol berat badan.
  • Mungkin pasien harus berhenti menggunakan obat ini dalam waktu yang singkat jika memiliki gejala berikut:
  • Kejang yang tidak terkontrol.
  • Ketidakseimbangan elektrolit (kadar kalium tinggi atau rendah dalam darah).
  • Tekanan darah sangat rendah (hipotensi).
  • Infeksi.
  • Tubuh kekurangan cairan (dehidrasi).
  • Operasi atau keadaan darurat medis.

Cara Menyimpan Obat Crestor

Untuk mempertahankan efektivitas dan mencegah obat dari kerusakan, berikut ini beberapa cara menyimpan obat yang baik dan benar:

  • Simpan obat dalam kotak obat atau P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan) di tempat yang kering dan tidak lembap.
  • Jauhkan obat dari suhu panas atau paparan sinar matahari langsung.
  • Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

 

  1. Anonim. 2021. Crestor. https://www.drugs.com/crestor.html#warnings (Diakses pada 31 Agustus 2021)
  2. Anonim. 2020. Crestor. https://www.rxlist.com/crestor-drug.htm#description. (Diakses pada 31 Agustus 2021)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. Crestor. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-76704/crestor-oral/details. (Diakses pada 31 Agustus 2021)
  4. Brazier, Yvette. 2017. The uses and risks of Crestor. https://www.medicalnewstoday.com/articles/248154#Adverse-effects-and-interactions (Diakses pada 31 Agustus 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi