Terbit: 16 Februari 2020 | Diperbarui: 18 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Corsagrip obat apa? Corsagrip adalah obat dengan kandungan bahan aktif paracetamol, dextromethorphan, chlorpheniramine maleate, dan phenylpropanolamine yang diformulasikan untuk mengatasi gejala flu seperti sakit kepala, bersin, batuk, hidung tersumbat, pilek, dan demam.

obat-corsagrip-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Corsagrip

Nama obat Corsagrip
Golongan obat Analgesik, antipiretik, dekongestan
Kandungan obat Paracetamol, dextromethorphan, chlorpheniramine maleate, dan phenylpropanolamine
Kategori obat Obat bebas
Manfaat obat Mengatasi gejala flu seperti:

  • Sakit kepala
  • Bersin
  • Batuk
  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Demam
Kontraindikasi obat
  • Hipersensitivitas
  • Pengonsumsi alkohol
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Penyakit ginjal
  • Anemia
  • Ibu hamil
Dosis obat
  • Dewasa >60 kg: dosis tunggal 500 mg. Penggunaan 5 – 7 hari
  • Anak-anak 6 – 12 tahun: 250 – 500 mg
  • Anak-anak 1 – 5 tahun: 120 – 250 mg
  • Anak-anak 3 bulan – 1 tahun:  60 – 120 mg

*Dosis dibagi menjadi 4 kali dalam sehari atau sesuai petunjuk dokter

Sediaan obat Kaplet

Cara Kerja Obat Corsagrip

Cara kerja obat ini dapat dilihat dari kandungan bahan aktifnya yakni Paracetamol, dextromethorphan, chlorpheniramine maleate, dan phenylpropanolamine.

Paracetamol, misalnya. Agen ini bekerja dengan cara menghambat aktivitas produksi prostaglandin yang tak lain merupakan senyawa penghasil rasa nyeri pada tubuh. Sementara phenylpropanolamine merupakan dekongestan yang bekerja dengan cara meredakan sumbatan pada saluran pernapasan yakni hidung.

Manfaat Obat Corsagrip

Manfaat obat ini adalah untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan akibat flu, yaitu:

  • Sakit kepala
  • Bersin
  • Batuk
  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Demam

Pastikan untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan manfaatnya. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat menghilangkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi berbahaya pada tubuh.

Kontraindikasi Obat Corsagrip

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas
  • Pengonsumsi alkohol
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Penyakit ginjal
  • Anemia
  • Ibu hamil

Sampaikan pada dokter apabila Anda sedang atau pernah mengalami salah satu dari kondisi-kondisi di atas agar dokter bisa mencarikan obat alternatif sebagai pengganti yang lebih aman untuk digunakan.

Dosis Obat Corsagrip

Obat ini masuk ke dalam kategori obat bebas. Penggunaannya tidak harus melalui resep dokter dan Anda bisa menemukan obat ini di apotek, swalayan, maupun toko obat terdekat.

Dosis obat Corsagrip adalah sebagai berikut:

  • Dewasa >60 kg: dosis tunggal 500 mg. Penggunaan 5 – 7 hari
  • Anak-anak 6 – 12 tahun: 250 – 500 mg
  • Anak-anak 1 – 5 tahun: 120 – 250 mg
  • Anak-anak 3 bulan – 1 tahun: 60 – 120 mg

Pastikan untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan dosisnya. Jika ragu, tanyakan pada apoteker perihal dosis yang tepat sesuai kondisi Anda.

Penggunaan obat yang tidak sesuai dengan dosis akan mengakibatkan penurunan efektivitas obat atau justru menimbulkan reaksi berbahaya pada tubuh Anda.

Petunjuk Penggunaan Obat Corsagrip

Berikut adalah petunjuk penggunaan obat yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan (atau sesuai petunjuk dokter/apoteker)
  • Gunakan obat secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh, setiap 6 jam sekali. Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat
  • Imbangi pemakaian obat dengan minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, dan aktivitas lainnya sesuai arahan dokter

Petunjuk Penyimpanan Obat Corsagrip

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 15 – 30 derajat celcius
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa

Efek Samping Obat Corsagrip

Penggunaan obat kemungkinan akan menimbulkan gejala efek samping. Gejala efek samping yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Kulit gatal
  • Ruam
  • Gangguan pencernaan (diare)
  • Mual dan muntah
  • Kepala pusing
  • Perubahan warna urine dan feses menjadi lebih gelap
  • Nyeri tenggorokan

Gejala efek samping obat tersebut merupakan suatu hal yang wajar dan biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Akan tetapi, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama.

Interaksi Obat Corsagrip

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan lainnya. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud meliputi:

  • Antikoagulan
  • Antikoligernik
  • Diazepam
  • Isoniazid
  • Carbamazepine
  • Phenytoin
  • Phenobarbital
  • Primidonom
  • Cholestyramine
  • Probenecid

Sampaikan pada dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan di atas agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman.

Peringatan dan Perhatian Obat Corsagrip

Peringatan! Sebelum menggunakan obat, perhatikan juga hal-hal berikut ini:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini
  • Obat ini masuk ke dalam kategori C untuk ibu hamil dan menyusui. Penggunaannya diperkenankan apabila manfaat yang diberikan lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti kepala pusing, mual, muntah, gatal, dan gejala efek samping lainnya sebagaimana telah disebutkan di atas
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit

 

  1. Corsagrip. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/corsagrip/corsagrip?type=basic (Diakses pada 16 Februari 2020)
  2. Corsagrip. https://www.sdrugs.com/?c=drug&s=corsagrip (Diakses pada 16 Februari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi