Combantrin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

combantrin-obat-apa-doktersehat
Photo source: Combantrin.co.id

DokterSehat.Com – Combantrin obat apa? Combantrin adalah obat yang dapat mengatasi masalah infeksi yang diakibatkan oleh salah satu atau beberapa jenis cacing. Obat combantrin dapat dibeli secara bebas dan bisa digunakan oleh anak-anak dan dewasa.

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat combantrin termasuk informasi tentang bentuk sediaan combantrin, indikasi combantrin, kontraindikasi combantrin, manfaat combantrin, dosis combantrin, dan efek samping combantrin.

  • Nama: Combantrin
  • Kelas Terapi: Infeksi (Cacing)
  • Monografi ObatPirantel Pamoat

Bentuk Sediaan Combantrin

Obat combantrin yang telah tersebar luas di kalangan masyarakat tersedia dalam dua bentuk sediaan. Kedua bentuk sediaan obat combantrin adalah tablet dan suspensi. Combantrin dalam bentuk sediaan suspensi memiliki citarasa jeruk.

Satu takar obat combantrin berbentuk suspensi terdiri dari 5 ml di mana setiap 5 ml mengandung 125 mg bahan aktif, yaitu Pirantel Pamoat. Pada bentuk sediaan tablet, obat combantrin tersedia dalam dua kemasan.

Ada kemasan obat combantrin dengan kekuatan 125 mg per tablet dan 250 mg per tablet. Pada kemasan dengan kekuatan 125 mg/tablet berisi 4 tablet, sedangkan pada kemasan 250 mg/ tablet memiliki isi 2 tablet combantrin.

Indikasi Combantrin

Ada beberapa jenis cacing yang dapat mengakibatkan infeksi pada anak-anak maupun dewasa. Jenis cacing yang paling sering menginfeksi manusia di antaranya adalah cacing kremi, cacing tambang, dan cacing gelang.

Selain itu, ada pula cacing gelang dan cacing cambuk yang juga menyebabkan infeksi tetapi tidak sesering ketiga jenis cacing yang telah disebutkan sebelumnya. Penggunaan obat combantrin dapat dilakukan jika Anda atau anak telah memiliki beberapa gejala cacingan.

Apabila Anda atau anak mengalami beberapa gejala seperti bokong yang gatal, nafsu makan menurun, susah tidur, vagina gatal dan memerah, serta beberapa perubahan perilaku maka ada kemungkinan Anda atau anak terindikasi cacingan.

Sebelum Anda menggunakan obat combantrin maka Anda bisa menyakinkan diri dengan pergi ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan apakah Anda terinfeksi cacingan. Jika ya maka obat combantrin bisa digunakan.

Kontraindikasi Combantrin

Orang-orang yang memiliki hipersensitivitas terhadap bahan aktif yaitu pirantel pamoat tidak dapat menggunakan obat combantrin. Hal ini dikarenakan penderita hipersensitivitas yang menggunakan combantrin akan mengalami reaksi alergi.

Sebaiknya Anda tidak memberikan obat combantrin pada anak-anak di bawah usia dua tahun. Jika Anda sedang mengandung maka sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan untuk memastikan keamanannya.

Manfaat Combantrin

Manfaat combantrin dapat mengatasi masalah infeksi karena cacing. Kandungan pirantel pamoat di dalam obat combantrin mampu membunuh cacing. Bahan aktif combantrin tersebut membunuh cacing dengan merangsang senyawa tertentu untuk dibuang.

Pirantel pamoat dapat membunuh cacing kremi (enterobius vermicularis), cacing gelang (ascaris lumbricoides), cacing tambang (ancylostoma duodenale), cacing tambang (necator americanus), cacing trichostrongylus colubriformis dan trichostrongylus orientalis.

Obat combantrin cukup ampuh untuk membunuh cacing. Akan tetapi, obat combantrin tidak efektif untuk membunuh telur cacing yang belum menetas. Jadi, ada kemungkinan meskipun cacing dewasa di dalam tubuh dapat dibunuh, Anda bisa terkena infeksi lagi ketika telur-telur cacing itu telah menetas.

Baca Juga: Cara Mencuci Tangan yang Benar agar Tidak Cacingan!

Dosis Combantrin

Dosis combantrin tergantung pada usia dan bentuk sediaan yang digunakan. Pada bentuk sediaan suspensi, dosis obat combantrin adalah 1-2 sendok takar untuk anak usia 2 hingga 6 tahun. Pada anak usia 6 hingga 12 tahun maka dosisnya adalah 2-3 sendok takar.

Orang dewasa atau anak di atas usia 12 tahun dianjurkan untuk mengonsumsi 3-4 sendok takar. Dosis tersebut adalah dosis untuk sekali dalam sehari. Obat combantrin suspensi dapat diminum setelah atau sebelum makan.

Obat combantrin dengan bentuk sediaan tablet tentunya memiliki dosis yang berbeda dari combantrin suspensi. Combantrin dengan kekuatan 125 mg per tablet memiliki dosis seperti di bawah ini:

  • Dosis untuk anak usia 2-6 tahun:  1-2 tablet
  • Dosis untuk anak usia 6-12 tahun: 2-3 tablet
  • Dosis untuk anak usia >12 tahun:  3-4 tablet

Pada tablet combantrin dengan kekuatan 250 mg per tablet, dosisnya adalah setengahnya. Anda bisa melihat dosis tablet combantrin 250 mg di bawah ini:

  • Dosis untuk anak usia 2-6 tahun:  ½ – 1 tablet
  • Dosis untuk anak usia 6-12 tahun: 1 – 1 ½ tablet
  • Dosis untuk anak usia >12 tahun:  1 ½ – 2 tablet

Sama seperti obat combantrin suspensi, obat combantrin dengan bentuk sediaan tablet juga dapat diminum setelah ataupun sebelum makan. Dosis yang telah disebutkan adalah dosis untuk sekali minum per hari.

Efek Samping Combantrin

Pengonsumsian obat combantrin dapat memicu terjadinya beberapa efek samping. Efek samping tersebut berlaku pada semua jenis obat combantrin baik dalam bentuk sediaan tablet maupun suspensi.

Beberapa efek samping yang sudah diteliti adalah sakit kepala, pusing, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare, dan muncul rasa kantuk. Efek samping combantrin terhadap kulit dapat menyebabkan kulit menjadi kemerahan, dan keluar keringat dingin.

Orang yang memiliki alergi terhadap kandungan bahan aktif obat combantrin akan muncul efek samping berupa tanda-tanda reaksi alergi. Beberapa tanda reaksi alergi tersebut seperti mual, muntah, sakit kepala, sesak napas, gatal-gatal, dan ruam.

Efek samping berupa pruritus dan urtikaria juga telah disebutkan. Apabila Anda mengalami beberapa efek samping yang telah disebutkan maka hentikan dulu penggunaan obat combantrin dan segera periksakan diri Anda ke dokter.

Pencegahan terhadap infeksi cacing

Orang-orang yang terkena infeksi cacing biasanya tinggal di lingkungan dengan tingkat sanitasi dan kebersihan yang buruk. Namun, meskipun sanitasi dan kebersihan lingkungan tempat tinggal Anda sudah bersih tetapi tidak menutup kemungkinan Anda bisa tertular.

Anda atau anak Anda mungkin tidak menyadari jika saat sedang beraktivitas di luar rumah. Ada kemungkinan saat anak sedang bermain di sekolah, cacing telah menular dari teman atau tetangganya lewat kontak fisik lalu masuk bersama makanan.

Anda tidak perlu khawatir, hal ini bisa dicegah. Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda sekeluarga untuk mencuci tangan dengan bersih setiap sebelum mengonsumsi makanan atau minuman.

 

Sumber:

  1. Combantrin: https://www.combantrin.co.id/