Terbit: 30 Agustus 2020 | Diperbarui: 4 September 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Cisplatin adalah obat yang digunakan pada kemoterapi untuk menyembuhkan penyakit kanker. Berikut adalah informasi lengkap mengenai obat ini mulai dari fungsi, efek samping, hingga dosisnya!

Cisplatin: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Cisplatin

 Nama obat  Cisplatin
 Golongan obat  Antikanker
 Kategori obat  Obat keras
 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA  D
 Fungsi obat Untuk kemoterapi pengobatan kanker
 Perhatian penggunaan obat
  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan sumsum tulang belakang
  • Neuropati periferal
  • Hamil
  • Menyusui
 Dosis obat  Sesuai rejimen kemoterapi dari Dokter Onkologi
 Sediaan obat  Cairan injeksi intravena

 

Cisplatin Obat Apa?

Cisplatin obat apa? Cisplatin adalah obat yang digunakan dalam kemoterapi untuk mengobati penyakit kanker, khususnya kanker indung telur (ovarium), kanker kandung kemih, dan kanker testis. Akan tetapi, obat ini mungkin dapat digunakan untuk menyembuhkan jenis kanker lainnya, tergantung dari hasil analisis dokter.

Obat Cisplatin—sama seperti obat kanker lainnya—memiliki mekanisme kerja yakni menghambat proses tumbuh kembang sel kanker di dalam tubuh. Selain itu, obat juga mencegah sel kanker agar tidak mengalami metastasis alias menyebar ke organ dan jaringan tubuh lainnya yang mana hal ini akan memperparah penyakit.

Fungsi Obat Cisplatin

Fungsi obat Cisplatin adalah untuk kemoterapi pada kasus kanker:

  • Kanker ovarium
  • Kanker kandung kemih
  • Kanker testis

Obat ini juga mungkin saja dapat mengobati jenis kanker lainnya. Selalu ikuti petunjuk dokter agar obat dapat berfungsi secara optimal. Penggunaan obat tanpa petunjuk dari dokter akan berisiko menyebabkan reaksi tubuh yang mungkin saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Cisplatin

Dalam menggunakan obat, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Kontraindikasi Obat

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan sumsum tulang belakang
  • Neuropati periferal
  • Hamil
  • Menyusui

2. Peringatan dan Perhatian Obat Cisplatin Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti mual, muntah, dan kejang.
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Cisplatin Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut The United  States Food and Drugs Administration, obat ini masuk ke dalam kategori D perihal keamanan apabila dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Itu artinya, obat ini kemungkinan tidak diperkenankan untuk diberikan pada wanita hamil maupun menyusui.

Mengapa demikian? Jawabannya karena obat dengan kategori D menurut penelitian terbukti berisiko bagi janin di dalam kandungan. Sementara bagi wanita menyusui, obat dapat masuk ke dalam tubuh bayi melalui ASI dan ini juga bisa berbahaya bagi bayi tersebut.

Interaksi Obat Cisplatin

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Bevacizumab
  • Ciprofloxacin
  • Dexamethasone
  • Esomeprazole
  • Lorazepam
  • Docetaxel
  • Morfin
  • Gemcitabine

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini apabila digunakan secara bersamaan. Sampaikan pada dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Cisplatin

Obat Cisplatin dapat menimbulkan efek samping. Efek samping obat meliputi:

  • Kecemasan
  • Kesemutan
  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan pada wajah
  • Perubahan warna urine
  • Mual
  • Berkeringat
  • Perdarahan
  • Reaksi alergi

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Cisplatin

Cisplatin masuk ke dalam kategori obat keras. Artinya, penggunaan obat HARUS dengan resep dokter. Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Tersedia?

Cisplatin tersedia dalam bentuk cairan injeksi. Obat ini dapat diperoleh di apotek rumah sakit. Pastikan Anda menggunakan obat secara benar sesuai dengan petunjuk dokter.

2. Dosis

Informasi dosis ini tidak bisa dijadikan acuan karena dosis yang tepat untuk Anda mungkin saja berbeda. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan aturan yang tertera pada kemasan atau dari dokter guna menghindari kelebihan pemakaian (overdosis) yang mungkin saja bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Berikut aturan dosis umum untuk obat Cisplatin:

Kanker ovarium:

  • Dewasa:100 mg/m2 sekali dosis, dicampur dengan sodium klorida atau glukosa. Pemberian obat setiap 4 minggu sekali. Penggunaan bersama dengan cyclophoshamide, 75-100 mg/m2. Pemberian obat setiap 4 minggu sekali.

Kanker kandung kemih:

  • Dewasa: 20 mg/m2. Pemberian obat setiap 5 hari.

Kanker testis:

  • Dewasa: 50-70 mg/m2. Pemberian obat setiap 3-4 minggu sekali.

Petunjuk Pemakaian Obat Cisplatin

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti overdosis.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat Cisplatin yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Cisplatin

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 15-25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Cisplatin. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/cisplatin?mtype=generic (diakses pada 30 Agustus 2020)
  2. Cisplatin. https://www.drugs.com/mtm/cisplatin.html (diakses pada 30 Agustus 2020)
  3. Cisplatin Vial. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8756/cisplatin-intravenous/details (diakses pada 30 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi