Terbit: 18 Februari 2020 | Diperbarui: 18 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Cisapride obat apa? Cisapride adalah obat regulator GIT yang memiliki fungsi untuk mengatasi masalah lambung berupa refluks asam lambung atau biasa kita kenal sebagai penyakit GERD. Obat yang tersedia dalam bentuk tablet ini menjadi salah satu obat yang direkomendasikan pada pasien penderita GERD. Ketahui lebih lanjut mengenai obat Cisapride mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya berikut ini!

obat-cisapride-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Cisapride

Nama obat Cisapride
Golongan obat Regulator GIT, antiflatulen, antiinflamasi
Kategori obat Obat resep
Manfaat obat
  • Mengatasi penyakit refluks asam lambung (GERD)
  • Meningkatkan tekanan pada otot sfingter esofagus
  • Merangsang pengosongan lambung
Kontraindikasi obat
  • Hipersensitivitas obat
  • Gangguan irama jantung
  • Penyakit jantung
  • Penyakit pulmonari
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Wanita hamil dan menyusui
Dosis obat Oral

Dewasa: 5-10 mg, 3-4 kali per hari. Dosis maksimal 40 mg per hari.

*obat diminum 15 menit sebelum makan. Perut harus dalam keadaan kosong saat minum obat.

Sediaan obat Tablet

Cara Kerja Obat Cisapride

Cara kerja obat ini adalah dengan memperkuat sfingter di kerongkongan (esofagus). Sfingter sendiri adalah otot yang berfungsi sebagai katup yang akan terbuka ketika ada makanan masuk, kemudian kembali menutup guna mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

Pada orang yang menderita penyakit GERD, sfingter ini melemah sehingga tidak dapat menjalankan ‘tugasnya’ dengan baik. Alhasil, asam lambung menjadi naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi seperti terbakar (heartburn).

Selain dengan memperkuat sfingter, cara kerja obat Cisapride dalam mengatasi GERD adalah dengan meningkatkan kinerja kerongkongan, lambung, dan usus halus. Hal ini utamanya ketika proses mencerna makanan sedang berlangsung.

Manfaat Obat Cisapride

Manfaat utama obat ini adalah untuk mengatasi penyakit GERD (dengan mencegah asam lambung naik ke kerongkongan) sekaligus meredakan gejala-gejala yang ditimbulkannya seperti:

  • Heartburn
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit tenggorokan
  • Suara serak
  • Kesulitan menelan makanan
  • Sesak napas

Selain itu, obat ini juga berfungsi untuk membantu mempercepat proses pengosongan lambung dari makanan untuk selanjutnya segera dikirim ke usus. Aktivitas ini tentu sangat penting untuk mencegah asam lambung maupun makanan kembali naik ke kerongkongan. Gangguan motilitas pencernaan dan dispepsia nonulkus adalah kondisi lainnya yang juga umum diobati dengan Cisapride.

Kontraindikasi Obat Cisapride

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas terhadap obat ini
  • Gangguan irama jantung
  • Penyakit jantung
  • Penyakit pulmonari
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Wanita hamil dan menyusui

Sampaikan pada dokter sebelum menggunakan obat Cisapride apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk digunakan.

Dosis Obat Cisapride

Obat ini masuk ke dalam kategori obat resep. Penggunaannya tidak bisa sembarangan dan harus melalui resep dokter.

Dosis obat tergantung dari kondisi pasien. Dosis yang umumnya diberikan adalah sebagai berikut:

Dewasa: 5-10 mg, 3-4 kali per hari. Dosis maksimal 40 mg per hari.

(obat diminum 15 menit sebelum makan. Perut harus dalam keadaan kosong saat minum obat)

Dosis yang diresepkan oleh dokter Anda mungkin saja berbeda. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan aturan dari dokter guna menghindari overdosis yang bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Petunjuk Penggunaan Obat Cisapride

Berikut adalah petunjuk penggunaan obat yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang telah diresepkan oleh dokter.
  • Gunakan obat secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh, setiap 6 jam sekali. Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi pemakaian obat dengan minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, dan aktivitas lainnya sesuai arahan dokter.

Petunjuk Penyimpanan Obat Cisapride

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 25-30 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

Efek Samping Obat Cisapride

Penggunaan obat kemungkinan akan menimbulkan gejala efek samping, kendati jarang terjadi. Gejala efek samping yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Kram perut
  • Sakit kepala
  • Kepala pusing
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil
  • Kejang
  • Reaksi alergi (gatal, ruam, dsb.)

Gejala efek samping obat tersebut merupakan suatu hal yang wajar dan biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Akan tetapi, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama.

Interaksi Obat Cisapride

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan lainnya. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud meliputi:

  • Antikolinergik
  • Antikoagulan
  • Antidepresan
  • Antipsikotik
  • Antibiotik
  • Benzodiazepine
  • Cimetidine
  • Ranitidine.

Sampaikan pada dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan di atas agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman.

Peringatan dan Perhatian Obat Cisapride

Peringatan! Sebelum menggunakan obat, perhatikan juga hal-hal berikut ini:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Obat ini masuk ke dalam kategori C untuk ibu hamil dan menyusui. Penggunaannya diperkenankan apabila manfaat yang diberikan lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan.
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti kepala pusing, kram perut, kejang, dan gejala efek samping lainnya sebagaimana telah disebutkan di atas.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

 

  1. Acpulsif 5MG. https://www.k24klik.com/p/acpulsif-5mg-3915# (Diakses pada 18 Februari 2020)
  2. Cisapride. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cisapride?mtype=generic (Diakses pada 18 Februari 2020)
  3. Cisapride. https://www.drugs.com/sfx/cisapride-side-effects.html (Diakses pada 18 Februari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi