Terbit: 23 Agustus 2020 | Diperbarui: 7 September 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Cinam adalah obat untuk mengatasi infeksi struktur kulit. Obat ini mengandung sultamicillin yang merupakan kombinasi dari Ampicillin Na dan Sulbactam Na. Ketahui Cinam obat apa, fungsi, dosis, efek samping, dll.

Cinam: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Cinam

 Nama Obat  Cinam
 Kandungan Obat  Sultamicillin: Ampicillin Na 1 gram dan Sulbactam Na 0.5 gram
 Kelas Obat  Penisilin
 Kategori Obat  Obat resep
 Manfaat Obat  Mengatasi infeksi struktur kulit, infeksi intra abdomen, dan infeksi ginekologi.
 Kontraindikasi Obat Hipersensitif terhadap golongan obat Penisilin dan Sulbaktam
 Sediaan Obat  Injeksi
 Harga Obat  Rp65.000

Harga obat Cinam mungkin berbeda di setiap apotik. Obat injeksi ini hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter.

Cinam Obat Apa?

Cinam adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi kulit, infeksi struktur kulit, dan infeksi jaringan lunak pada kulit. Obat ini juga dapat digunakan untuk infeksi intra abdomen (infeksi dalam perut), dan infeksi ginekologi (infeksi pada sistem reproduksi wanita).

Obat ini mengandung sultamicillin, yaitu kombinasi obat Ampicillin Na 1 gram dan Sulbactam Na 0.5 gram. Ampicillin adalah obat dalam kelas obat penisilin sementara sulbactam termasuk dalam grup obat bernama beta-lactam inhibitor.

Obat kombinasi sultamicillin adalah obat keras yang hanya tersedia dalam bentuk injeksi. Sehingga obat ini hanya boleh digunakan oleh dokter kepada pasien.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Fungsi Obat Cinam

Obat sultamicillin digunakan untuk mengatasi indikasi, sebagai berikut:

  • Infeksi kulit
  • Infeksi jaringan lunak pada kulit
  • Infeksi struktur kulit
  • Infeksi organ genital pada wanita (infeksi ginekologi)
  • Infeksi infeksi dalam perut atau infeksi intra abdomen

Obat ini mungkin juga diresepkan untuk indikasi:

  • Infeksi ginjal
  • Infeksi radang paru-paru (pneumonia)

Obat kombinasi ampicillin dan sulbactam mungkin juga digunakan untuk indikasi lain yang tidak tercantum dalam informasi ini.

Baca Juga: 8 Obat Alami untuk Mengatasi Penyakit Kulit yang Manjur

Peringatan Obat Cinam

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat sultamicillin ini, yaitu:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat Cinam.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat ampicillin, sulbactam, beta-lactam inhibitor, atau obat lainnya.
  • Ini adalah obat keras, harap baca dengan teliti resep dokter atau petunjuk penggunaan obat ini.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi atau hipersensitif terhadap antibiotik.
  • Apabila Anda sedang melakukan konsultasi kesehatan untuk gejala penyakit lain, beritahu dokter bila Anda sedang menggunakan obat Cinam.
  • Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apakah obat ini aman digunakan pada kondisi hamil, menyusui, atau bila Anda sedang merencanakan kehamilan.

Konsultasi pada dokter tentang semua hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat sultamicillin ini karena termasuk obat keras.

Interaksi Obat Cinam

Interaksi obat adalah reaksi yang mungkin terjadi saat Anda menggunakan dua obat atau lebih secara bersamaan tanpa anjuran dokter, termasuk obat resep, obat bebas, obat topikal, obat herbal, vitamin, atau suplemen. Umumnya, kedua kandungan obat tersebut akan memicu efek samping atau mengurangi kinerja obat untuk tubuh.

Berdasarkan catatan, obat sultamicillin akan mengalami interaksi obat bila digunakan bersama obat lain seperti aminoglikosida dan probenesid. Maka dari itu, harap tidak menggunakan dua obat atau lebih sembarangan atau setidaknya konsultasikan dulu dengan dokter.

Efek Samping Cinam

Berikut ini risiko efek samping obat Cinam yang mungkin terjadi:

  • Ruam kulit
  • Demam
  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan di wajah
  • Pembengkakan kelenjar di leher atau ketiak
  • Pembengkakan pembuluh darah
  • Sesak napas
  • Pingsan

Daftar efek samping yang disebutkan tidak mencantumkan semua efek samping obat sultamicillin karena setiap orang mungkin mengalami reaksi berbeda pada setiap obat. Segera hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping serius.

Dosis Obat Cinam

Berikut ini dosis obat Cinam secara umum:

  • Dosis Dewasa: 1,5 sampai 3 gram setiap 6-8 jam per hari.
  • Dosis Maksimum: 4 gram per hari.
  • Dosis Infeksi Ringan dan Sedang: 6 gram per hari.
  • Dosis Infeksi Parah: 12 gram per hari.

Informasi ini tidak menggantikan resep dokter. Dosis sultamicillin untuk setiap orang berbeda-beda tergantung pada gejala, riwayat medis, tingkat keparahan infeksi, usia, dan kondisi pasien.

Baca Juga: 8 Jenis Kanker Kulit yang Harus Diwaspadai

Cara Pakai Cinam

Obat Cinam hanya dapat diberikan oleh dokter atau petugas medis profesional kepada pasien. Dokter juga akan menyuntikan obat sesuai dengan dosis yang Anda butuhkan. Jangan coba-coba menggunakan obat injeksi sendiri.

Petunjuk Penyimpanan Cinam

Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang tepat, berikut ini:

  • Simpan obat-obatan apapun pada suhu 20°C-25°C.
  • Simpan obat-obatan di kotak P3K khusus atau laci dengan tutup rapat.
  • Simpan obat-obatan pada kemasan aslinya.
  • Gunakan suntikan sekali pakai.
  • Buang suntikan bekas pakai sesuai prosedur agar tidak digunakan lagi.
  • Jauhkan obat-obatan apapun dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat-obatan sembarangan karena akan mencemari lingkungan atau disalahgunakan.

Itulah pembahasan lengkap tentang kegunaan obat Cinam. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi kulit. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter, jadi tetap konsultasi pada dokter bila ingin menggunakan obat ini.

 

  1. Drugs. 2020. AMPICILLIN / SULBACTAM 1 G/0.5 G POWDER FOR SOLUTION FOR INJECTION OR INFUSION. https://www.drugs.com/uk/ampicillin-sulbactam-1-g-0-5-g-powder-for-solution-for-injection-or-infusion-leaflet.html. (Diakses pada 15 Agustus 2020).
  2. MIMS. 2020. Cinam. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cinam. (Diakses pada 15 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi