Terbit: 15 Februari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Cholestyramine obat apa? Cholestyramine adalah obat dari golongan resin penukar anion, yang merupakan hipolipidemik. Obat ini digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol agar berbagai risiko penyakit akibat kolesterol tinggi dapat menurun. Kenali lebih jauh tentang obat ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya berikut ini.

cholestyramine-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Cholestyramine

Nama Obat Cholestyramine (Kolestiramin)
Kelas Terapi Obat Hipolipidemik
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Menurunkan kadar kolesterol
Dikonsumsi oleh Dewasa
Sediaan Obat Serbuk
Merek Dagang Sequest

Cholestyramine Obat Apa?

Cholestyramine adalah salah satu obat hipolipidemik dari golongan resin penukar anion. Obat ini bekerja dengan cara mengikat asam empedu dan mencegah penyerapannya. Hal ini kemudian meningkatkan konversi kolesterol menjadi asam empedu di hati.

Terjadi peningkatan aktivitas reseptor LDL dalam sel hati yang meningkatkan pemecahan kolesterol LDL dari plasma, sehingga kadar LDL menurun secara efektif.

Manfaat Cholestyramine

Berdasarkan cara kerjanya, manfaat obat ini adalah untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, terutama low-density lipoprotein (LDL) atau yang sering disebut sebagai kolesterol jahat.

Perlu diketahui bahwa tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat memicu terbentuknya plak yang dapat menyempitkan pembuluh darah. Plak ini lambat laun dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat dan meningkatkan beberapa risiko penyakit seperti serangan jantung dan stroke.

Sayangnya meskipun obat ini dapat menurunkan kadar LDL, namun obat ini tidak dapat menurunkan kadar trigliserida dan dapat memperburuk hipertrigliseridemia.

Selain digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol, obat ini juga digunakan untuk mengatasi gatal-gatal yang diakibatkan oleh penyumbatan pada saluran kantong empedu.

Dosis Cholestyramine

Obat ini hadir dalam sediaan serbuk. Dosis Cholestyramine yang disarankan adalah sebagai berikut ini:

  • Dewasa: 4 gram, diberikan 1-6 kali sehari. Dosis maksimum hariannya adalah 24 gram.

Dosis di atas adalah aturan dosis yang lazim diberikan. Setelah perawatan satu bulan, dokter akan menyesuaikan dosis dengan kadar kolesterol Anda. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Cholestyramine

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah aturan minum dan penggunaannya yang benar:

  • Obat ini dapat diberikan dengan atau tanpa makanan.
  • Obat ini hadir dalam sediaan serbuk, jangan konsumsi obat ini dalam bentuk kering. Campurkan dengan 120-180 ml air atau jus buah, aduk hingga tercampur rata sebelum dikonsumsi.
  • Gunakan obat  pada waktu yang sama setiap harinya.
  • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat saat ingat. Namun jika lebih dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi obat melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.

Petunjuk Penyimpanan Cholestyramine

Berikut adalah petunjuk penyimpanan Cholestyramine tablet yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat pada suhu di bawah 30°C.
  • Simpan obat di tempat kering dan tidak lembap. Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping Cholestyramine

Obat-obatan jenis apapun berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat penurun kolesterol ini. Berikut adalah beberapa efek samping  yang mungkin muncul:

  • Sembelit
  • Sakit perut
  • Diare
  • Mual muntah
  • Bersendawa
  • Hilang selera makan
  • Iritasi kulit
  • Kadar vitamin K rendah
  • Kadar vitamin B rendah
  • Kadar asam tinggi

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Terdapat juga efek samping lainnya yang tidak disebutkan di atas yang mungkin muncul.

Efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya ketika berhenti minum obat. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping yang berat atau reaksi alergi, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat Cholestyramine

Interaksi obat dapat terjadi ketika Cholestyramine digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan Cholestyramine:

  • Phenylbutazone
  • Warfarin
  • Hydrochlorothiazide
  • Indapamide
  • Metolazone
  • Propranolol
  • Tetracycline
  • Penicillin G
  • Phenobarbital
  • Obat tiroid
  • Digoxin
  • Suplemen fosfat
  • Estrogen atau progesteron

Daftar obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, non-resep, maupun herbal. Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari.

Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Cholestyramine untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Cholestyramine

Obat ini termasuk ke dalam jenis obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Ikuti petunjuk penggunaan obat dengan seksama untuk menjaga keamanannya. Berikut adalah beberapa hal yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat ini:

  • Jangan gunakan obat obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap Cholestyramine dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Obat ini masuk ke dalam kategori C penggunaan pada ibu hamil yang artinya obat ini hanya boleh digunakan apabila manfaatnya lebih besar dari efek samping yang mungkin terjadi.
  • Obat ini tidak diserap ke ASI, namun penggunaan obat ini dapat mengganggu penyerapan beberapa vitamin sehingga ASI yang dihasilkan juga akan kekurangan vitamin. Diskusikan dengan dokter tentang penggunaan obat ini apabila Anda sedang dalam masa menyusui.
  • Penggunaan pada pasien yang memiliki konstipasi harus dimulai dengan dosis rendah karena obat ini berpotensi memperburuk konstipasi.

 

  1. Anonim. PMS-Cholestyramine. https://www.mims.com/singapore/drug/info/pms-cholestyramine. (Diakses 15 Februari 2020).
  2. Anonim. Resin Penukar Anion. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-2-sistem-kardiovaskuler-0/210-hipolipidemik/2101-resin-penukar-anion. (Diakses 15 Februari 2020).
  3. Multum, Cerner. Cholestyramine. https://www.drugs.com/mtm/cholestyramine.html. (Diakses 15 Februari 2020).
  4. University of Illinois-Chicago, Drug Information Group. 2017. Cholestyramine, Oral Suspension. https://www.healthline.com/health/cholestyramine-oral-suspension. (Diakses 15 Februari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi