Terbit: 19 Juni 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Chlorhexidine obat apa? Chlorhexidine adalah antiseptik untuk melawan bakteri. Obat ini tersedia dalam bentuk cairan antiseptik untuk penggunaan topikal dan dalam bentuk obat kumur.

Chlorhexidine: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Ketahui selengkapnya tentang Chlorhexidine mulai dari manfaat, efek samping, dosis, petunjuk penggunaan, dan lainnya melalui artikel ini!

Rangkuman Informasi Obat Chlorhexidine

Nama Obat Chlorhexidine
Kelas Obat Antiseptik
Kategori Obat bebas
Kontraindikasi Hipersensitif
Sediaan Obat Cairan antiseptik (obat luar), obat kumur

Cara Kerja Chlorhexidine

Chlorhexidine adalah antiseptik yang bekerja untuk melawan bakteri. Meskipun digunakan untuk mengatasi bakteri, tapi cara kerja Chlorhexidine berbeda dengan antibiotik. Obat antibiotik bekerja hanya pada jenis bakteri tertentu saja yang peka terhadap obat tersebut, sedangkan antiseptik lebih efektif untuk mengatasi berbagai mikroorganisme.

Antibiotik umumnya bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan membunuh bakteri, sedangkan antiseptik bekerja dengan mencegah pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme. Antiseptik umumnya digunakan sebagai obat topikal (untuk kulit) dan dapat juga digunakan untuk lapisan mukosa, tapi tidak digunakan sebagai obat oral yang ditelan.

Manfaat Chlorhexidine

Secara umum, manfaat Chlorhexidine adalah untuk mencegah infeksi akibat bakteri. Berdasarkan sediaannya, berikut adalah manfaat Chlorhexidine:

Manfaat Chlorhexidine cairan antiseptik topikal

  • Membersihkan luka akibat cedera kulit
  • Membersihkan luka akibat injeksi
  • Membersihkan luka akibat pembedahan
  • Digunakan untuk membersihkan tangan dokter bedah sebelum melakukan prosedur operasi

Manfaat obat kumur Chlorhexidine Gluconate:

  • Mengatasi radang gusi yang menyebabkan gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah.
  • Mengurangi jumlah bakteri di mulut sehingga mencegah pembengkakan, kemerahan, dan gusi berdarah.

Dosis Chlorhexidine

Obat Chlorhexidine tersedia dalam bentuk cairan antiseptik topikal dan obat kumur. Dosis yang digunakan pada setiap pasien mungkin dapat berbeda-beda bergantung pada kebutuhan pasien. Berikut adalah dosis Chlorhexidine yang umum diberikan:

  • Dosis Chlorhexidine cairan antiseptik: gunakan secukupnya pada permukaan kulit yang ingin dibersihkan.
  • Dosis Chlorhexidine Gluconate obat kumur: 15 ml, kumur selama 30 detik, lakukan dua kali sehari sama seperti menyikat gigi.

Penggunaan pada anak-anak sebaiknya di bawah pengawasan dokter. Ikuti petunjuk dosis yang ada pada kemasan. Dosis dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Sebaiknya jangan pernah mengganti dosis obat tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumya.

Petunjuk Penggunaan Chlorhexidine

Petunjuk penggunaan Chlorhexidine disesuaikan dengan sediaannya.

Petunjuk penggunaan Chlorhexidine antiseptik topikal:

  • Gunakan aplikator yang ada bersama dengan produk obat. Jika tidak ada, gunakan bola kapas sebagai aplikator.
  • Jangan menyentuhkan ujung botol obat pada tangan atau kulit Anda.
  • Jangan cairkan obat dengan cairan lain.
  • Penggunaan aplikator hanya sekali, kemudian langsung dibuang.
  • Bilas bagian kulit yang ingin dibersihkan sebelum mengaplikasikan obat.
  • Hanya gunakan obat pada area kulit yang membutuhkan.
  • Jangan gunakan obat ini pada luka yang dalam, goresan, atau luka terbuka pada kulit.
  • Hindari penggunaan pada area kulit yang luas.

Petunjuk penggunaan obat kumur Chlorhexidine:

  • Gunakan setelah menyikat gigi, yaitu pada pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur.
  • Gunakan gelas ukur untuk mendapatkan dosis yang diinginkan.
  • Kumur selama 30 detik, kemudian keluarkan dari mulut.
  • Jangan gunakan obat melebihi dosis yang disarankan.

Petunjuk Penyimpanan Chlorhexidine

Simpan obat mata Chlorhexidine sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Chlorhexidine yang harus diperhatikan:

  • Simpan Chlorhexidine pada suhu ruangan.
  • Simpan Chlorhexidine di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari Chlorhexidine dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari Chlorhexidine dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping Chlorhexidine

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Chlorhexidine. Efek samping yang ditimbulkan oleh Chlorhexidine mungkin berbeda-beda untuk tiap sediaannya.

Efek samping Chlorhexidine antiseptik topikal:

  • Iritasi kulit
  • Sensasi terbakar, gatal, dan kemerahan
  • Pembengkakan
  • Reaksi alergi

Efek samping obat kumur Chlorhexidine:

  • Perubahan rasa
  • Peningkatan plak gigi
  • Perubahan warna pada gigi dan mulut
  • Iritasi mulut
  • Iritasi ujung lidah
  • Pembengkakan kelenjar di sisi wajah atau leher.

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan dosis yang kurang tepat, penggunaan jangka panjang, atau kondisi lain dari pasien. Apabila mengalami efek samping serius atau reaksi alergi, sebaiknya segera hentikan penggunaan obat.

Apabila efek samping tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika merasakan efek samping lainnya yang tidak disebutkan di atas, laporkan pada dokter untuk mengetahui kemungkinan efek samping lainnya dari Chlorhexidine.

Interaksi Obat Chlorhexidine

Interaksi obat dapat terjadi ketika Chlorhexidine digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan Chlorhexidine untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Chlorhexidine

Obat Chlorhexidine termasuk ke dalam kategori obat bebas yang penggunaannya tidak harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat Chlorhexidine:

  • Jangan gunakan obat Chlorhexidine pada pasien yang hipersensitif terhadap Chlorhexidine dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Sebelum menggunakan obat kumur, beri tahu dokter apabila Anda pernah menjalani perawatan gigi seperti mahkota gigi, pelapis gigi, atau menambal gigi.
  • Penggunaan pada anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter.

 

Sumber: 

  1. Chlorhexidine Gluconate Mouthwash – https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5356/chlorhexidine-gluconate-mouth-and-throat/details diakses 19 Juni 2019
  2. Chlorhexidine (Oral Route) – https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/chlorhexidine-oral-route/proper-use/drg-20068551 diakses 19 Juni 2019
  3. Chlorhexidine gluconate (oral rinse) – https://www.drugs.com/mtm/chlorhexidine-gluconate-oral-rinse.html diakses 19 Juni 2019
  4. Chlorhexidine gluconate (oral rinse) – https://www.drugs.com/mtm/chlorhexidine-gluconate-oral-rinse.html diakses 19 Juni 2019

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi