Terbit: 22 Agustus 2020 | Diperbarui: 7 September 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Chlordiazepoxide adalah obat untuk membantu mengatasi gejala gangguan kecemasan dan rasa takut berlebihan. Ketahui chlordiazepoxide obat apa, fungsi, dosis, aturan pakai, efek samping, dll.

Chlordiazepoxide: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Chlordiazepoxide

 Nama Obat  Chlordiazepoxide
 Kandungan Obat  Chlordiazepoxide
 Kelas Obat  Hipnotik/Sedatif/Anxiolytics
Kategori Obat  Obat resep
 Manfaat Obat  Mengatasi gangguan kecemasan dan sakau alkohol
 Kontraindikasi Obat
  • Hipersensitivitas terhadap benzodiazepin
  • Psikosis kronis
  • Porfiria
  • Kehamilan dan menyusui
  • Insufisiensi paru akut
  • Kelemahan pernapasan neuromuskuler
 Sediaan Obat  Kapsul (oral)
 Harga Obat  –

Obat ini hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Tanyakan pada apoteker Anda tentang harga obat chlordiazepoxide.

Chlordiazepoxide Obat Apa?

Chlordiazepoxide adalah obat untuk mengatasi gejala gangguan kecemasan (anxiety disorder), kecemasan sebelum operasi, dan gangguan rasa takut berlebihan. Obat ini juga digukanan untuk mengatasi gejala alcohol withdrawal (sakau alkohol).

Obat ini termasuk dalam kelas obat hipnotik, sedatif, dan anxiolytics untuk membantu menentramkan pikiran dan merelaksasikan otot-otot. Obat ini bekerja dengan cara mengaktifkan hormon bahagia dan menenangkan saraf atau sel-sel pada sistem saraf pusat.

Merek Dagang Chlordiazepoxide

Chlordiazepoxide adalah obat generik. Kandungan obat yang sama dipasarkan dengan merek dagang Librium. Sejauh ini, belum ada catatan tentang merek dagang obat lain yang serupa dengan obat penenang ini.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

Fungsi Obat Chlordiazepoxide

Chlordiazepoxide merupakan obat penenang untuk mengatasi gejala anxiety disorder. Obat ini juga digunakan untuk indikasi lain, seperti:

  • Mengatasi gangguan kecemasan.
  • Mengatasi insomnia.
  • Mengatasi kejang otot.
  • Digunakan oleh pasien sebelum operasi untuk mengatasi gangguan kecemasan yang sering terjadi.
  • Mengatasi rasa takut berlebihan.
  • Mengatasi alcohol withdrawal syndrome akut atau disebut juga sebagai sakau akibat alkohol.

Alcohol withdrawal syndrome adalah kondisi yang terjadi saat seseorang minum alkohol secara berlebihan dan sering, lalu tiba-tiba orang itu harus berhenti minum alkohol. Efek sakau akan terjadi dan memicu komplikasi kesehatan yang mengancam jiwa. Obat chlordiazepoxide digunakan untuk mengontrol gejala sakau tersebut.

Baca Juga: Obat Penenang: Jenis, Fungsi, Efek Samping, dll

Peringatan Obat Chlordiazepoxide

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan jenis obat penenang ini, yaitu:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat chlordiazepoxide.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat penenang lain atau obat lainnya.
  • Ini adalah obat keras, harap baca dengan teliti resep dokter atau petunjuk penggunaan obat ini.
  • Minum obat sesuai dengan dosis dan jadwal dari dokter, tidak kurang dan tidak lebih.
  • Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apakah obat ini aman digunakan pada kondisi hamil, menyusui, atau bila Anda sedang merencanakan kehamilan.
  • Obat ini hanya boleh digunakan untuk orang di atas 6 tahun.
  • Apabila Anda sedang melakukan konsultasi kesehatan untuk gejala penyakit lain, beritahu dokter bila Anda sedang menggunakan obat penenang ini.
  • Umumnya, obat ini digunakan untuk perawatan jangka panjang.
  • Jangan menggunakan obat ini tanpa resep dokter. Jangan juga berhenti menggunakan obat ini tanpa saran dokter.
  • Obat ini dapat menyebabkan indikasi sakau atau gejala kegelisahan yang lebih parah bila dihentikan secara tiba-tiba.

Konsultasi pada dokter tentang semua hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat ini karena termasuk obat keras.

Interaksi Obat Chlordiazepoxide

Interaksi obat adalah reaksi yang mungkin terjadi saat Anda menggunakan dua obat atau lebih secara bersamaan tanpa resep dokter. Umumnya, kedua kandungan obat tersebut akan memicu efek samping atau mengurangi kinerja obat untuk tubuh.

Berikut ini interaksi obat chlordiazepoxide bila diminum bersamaan obat lain:

  • Meningkatkan konsentrasi chlordiazepoxide dalam darah bila digunakan bersama simetidin.
  • Mempotensiasi aksi neuroleptik utama.
  • Meningkatkan efek depresan bila digunakan dengan alkohol.

Obat penenang ini juga memiliki risiko interaksi obat bila digunakan bersama obat lain, seperti:

  • Abilify
  • Fluticasone
  • Ambien
  • Amitriptyline
  • Celexa
  • Clidinium
  • Clonazepam
  • Cymbalta
  • Diazepam
  • Suplemen minyak Ikan
  • Hidrokodon
  • Ibuprofen
  • Lexapro
  • Lipitor
  • Lorazepam
  • Lyrica
  • Metadon
  • Metoprolol Succinate ER
  • Metoprolol Tartrate
  • Mobic
  • Parasetamol
  • Seroquel
  • Soma
  • Valium
  • Valtrex
  • Vistaril
  • Suplemen vitamin B12
  • Suplemen vitamin D3
  • Xanax
  • Zantac

Jangan menggunakan dua obat atau lebih sembarangan, termasuk suplemen, vitamin, atau herbal lainnya. Beritahu dokter semua obat yang sedang Anda gunakan.

Efek Samping Chlordiazepoxide

Berikut ini risiko efek samping obat penenang yang mungkin terjadi:

  • Mual
  • Muntah
  • Kulit ruam
  • Sakit kepala
  • Kulit pucat
  • Berkeringat
  • Sakit perut
  • Tidak napsu makan
  • Kelelahan

Gejala overdosis obat penenang, berupa:

  • Mengantuk
  • Perubahan kesadaran
  • Gangguan koordinasi
  • Gangguan kesadaran

Daftar efek samping yang disebutkan tidak mencantumkan semua efek samping karena setiap orang mungkin mengalami reaksi berbeda pada setiap obat. Segera hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping serius.

Dosis Obat Chlordiazepoxide

Berikut ini dosis obat chlordiazepoxide:

  • Insomnia: 10-30 mg pada jam tidur. Penggunaan maksimal selama 4 minggu, dosis pada 2 minggu terakhir harus dikurangi.
  • Kejang Otot: 10-30 mg per hari dengan dosis terbagi.
  • Gangguan Kecemasan: 30 mg setiap hari dengan dosis terbagi. Dosis mungkin dinaikkan sampai 100 mg per hari untuk kondisi serius.
  • Alcohol Withdrawal: 25-100 mg per hari. Dosis maksimal 300 mg per hari.

Dosis setiap orang berbeda-beda sesuai dengan gejala, riwayat medis, dan kondisi pasien. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter. Sebaiknya konsultasi dengan dokter tentang dosis chlordiazepoxide untuk mengatasi gejala gangguan kecemasan sesuai dengan kondisi Anda.

Baca Juga: Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder): Penyebab, Gejala, Penanganan

Cara Pakai Chlordiazepoxide

  • Baca aturan pakai atau resep dokter dengan teliti sebelum minum obat ini.
  • Anda perlu konsultasi dengan dokter secara rutin bila ingin menggunakan obat ini dalam perawatan jangka panjang.
  • Gunakan sesuai dosis dari dokter. Jangan berhenti secara tiba-tiba karena akan menyebabkan sakau obat.
  • Jangan minum alkohol selama perawatan dengan obat ini.
  • Bila Anda lupa minum obat, segera minum dosis yang terlewat segera setelah Anda ingat.
  • Lewati dosis yang terlewat jika sudah hampir waktunya untuk dosis berikutnya yang dijadwalkan.
  • Jangan minum obat melebihi dosis untuk mengganti dosis yang terlewat.
  • Jangan berbagi obat ini dengan orang lain walaupun memiliki gejala yang sama.

Tanyakan kepada dokter jika Anda belum memahami instruksi penggunaan obat penenang ini. Gunakan obat apa pun sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan fungsi obat untuk tubuh.

Petunjuk Penyimpanan Chlordiazepoxide

Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang tepat, berikut ini:

  • Simpan obat-obatan pada suhu 20°C-25°C.
  • Sebaiknya simpan obat di kotak P3K khusus atau laci yang tertutup rapat.
  • Simpan obat pada kemasan aslinya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.

Itulah pembahasan lengkap tentang kegunaan obat chlordiazepoxide. Obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan. Obat penenang ini termasuk dalam golongan obat keras dengan risiko efek samping serius.

 

  1. Multum, Cerner. 2019. Chlordiazepoxide. https://www.drugs.com/mtm/chlordiazepoxide.html. (Diakses pada 15 Agustus 2020).
  2. MIMS. 2020. Chlordiazepoxide. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/chlordiazepoxide?mtype=generic. (Diakses pada 15 Agustus 2020).
  3. WebMD. 2020. ChlordiazepoxideTablet. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-32651/chlordiazepoxide-oral/details. (Diakses pada 15 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi