Terbit: 21 Juni 2019 | Diperbarui: 26 Maret 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Chloramfecort obat apa? Chloramfecort adalah obat kulit topikal yang dapat mengobati penyakit infeksi kulit akibat bakteri. Obat Chloramfecort merupakan kombinasi antara antibiotik dan kortikosteroid. Chloramfecort cream tergolong obat keras karena merupakan antibiotik.

Chloramfecort – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Anda memerlukan resep dokter untuk bisa mendapatkan Chloramfecort. Baca terus penjelasan ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang bentuk sediaan, kandungan, manfaat, indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping, dan harga salep Chloramfecort.

Rangkuman Informasi Obat Chloramfecort

Nama Chloramfecort
Golongan Obat Antibakteri Topikal
Bentuk Sediaan Krim atau salep
Kandungan Hidrokortison dan kloramfenikol
Manfaat Mengobati penyakit infeksi kulit
Indikasi Penggunaan Infeksi kulit akibat bakteri, reaksi alergi, eksim, dan lainnya
Kontraindikasi Hipersensitivitas, infeksi sistemik
Cara pakai Dioleskan secara tipis
Dosis 2x sehari
Efek samping Reaksi alergi, kulit kering, iritasi, dan lainnya
Harga Rp16.000-20.000 per tube

Bentuk Sediaan Chloramfecort

Obat Chloramfecort hanya memiliki satu bentuk sediaan, yaitu krim. Masyarakat awam terkadang menyebut Chloramfecort cream sebagai salep Chloramfecort karena bentuknya dianggap seperti salep.

Salep Chloramfecort dikemas dalam kemasan tube. Setiap satu tube Chloramfecort memiliki berat bersih 10 gram. Produk Chloramfecort juga memiliki variasi lainnya, yaitu Chloramfecort-H.

Penyimpanan Chloramfecort cream harus dilakukan secara hati-hati mengingat obat topikal ini merupakan obat keras. Simpanlah salep Chloramfecort di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak.

Selain itu, Chloramfecort juga perlu disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Hindarilah menyimpan Chloramfecort di tempat yang terkena paparan sinar matahari terus menerus. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari dapat mengubah struktur kimia dan cara kerja kandungan yang ada di dalam Chloramfecort.

Kandungan Chloramfecort

Setiap satu gram salep Chloramfecort mengandung 25 mg Hidrokortison asetat dan 20 mg kloramfenikol. Kloramfenikol adalah kandungan dari golongan antibiotik, sedangkan hidrokortison tergolong kortikosteroid.

Produk Chloramfecort-H juga mengandung antibiotik yang sama, yaitu kloramfenikol. Akan tetapi, kandungan kortikosteroid Chloramfecort-H adalah prednisolon. Setiap satu gram Chloramfecort-H mengandung 2,5 mg prednisolon dan 20 mg kloramfenikol.

Kloramfenikol yang merupakan antibiotik bekerja dengan cara menghalangi sintesis protein bakteri, sehingga bakteri pun akan mati. Hidrokortison yang merupakan kortikosteroid bekerja dengan cara mencegah pelepasan zat yang dapat memicu peradangan.

Manfaat Chloramfecort

Manfaat salep Chloramfecort adalah untuk mengobati penyakit infeksi kulit yang diakibatkan oleh bakteri yang sensitif terhadap antibiotik kloramfenikol. Di samping itu, Chloramfecort cream juga bermanfaat untuk mengobati penyakit infeksi kulit yang disertai oleh peradangan.

Pemakaian salep Chloramfecort dapat meredakan peradangan yang terjadi. Selain itu, kandungan kortikosteroid di dalam Chloramfecort dapat mengatasi reaksi alergi yang timbul seperti ruam kulit.

Indikasi Chloramfecort

Penggunaan Chloramfecort bisa dilakukan jika pasien memiliki indikasi. Orang yang mengalami infeksi kulit akibat bakteri yang sensitif terhadap kloramfenikol dapat menggunakan Chloramfecort sesuai resep dokter.

Selain itu, Chloramfecort juga bisa digunakan pada pasien yang mengalami eksim, reaksi alergi, dan psoriasis. Salep Chloramfecort bisa saja digunakan untuk mengatasi masalah dermatitis lainnya  atas resep dokter selain masalah kulit yang telah disebutkan.

Kontraindikasi Chloramfecort

Chloramfecort tidak bisa diberikan pada pasien yang memiliki masalah hipersensitivitas terhadap kloramfenikol. Pasien yang mengalami infeksi sistemik juga perlu menghindari penggunaan salep Chloramfecort.

Peringatan Penggunaan Obat Chloramfecort

Anda perlu mengetahui beberapa hal sebelum menggunakan salep Chloramfecort. Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan Chloramfecort:

  • Jangan menggunakan Chloramfecort untuk jangka panjang
  • Berhati-hati menggunakan Chloramfecort untuk daerah yang luas
  • Chloramfecort tidak digunakan pada area kulit yang terinfeksi selain bakteri (jamur atau virus)
  • Beri tahu kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat topikal lainnya
  • Beri tahu dokter semua produk perawatan kulit yang Anda gunakan untuk mengantisipasi interaksi obat yang mungkin terjadi
  • Tidak digunakan setelah penyakit infeksi, eksim, atau reaksi alergi kembali
  • Harus melakukan konsultasi dokter terlebih dahulu bila Anda hamil atau menyusui
  • Harus melakukan konsultasi dokter jika hendak diberikan pada anak-anak atau lansia
  • Pastikan keamanannya jika hendak mengoleskan pada area sensitif seperti kemaluan
  • Jangan sampai ada bagian salep Chloramfecort yang mengenai mata atau masuk ke mulut

Dosis Chloramfecort

Manfaat Chloramfecort bisa Anda dapatkan jika menggunakan Chloramfecort sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Pada umumnya, dosis Chloramfecort untuk orang dewasa adalah sebanyak 2 kali dalam sehari.

Bagaimana cara menggunakan Chloramfecort cream?

Chloramfecort digunakan dengan cara mengoleskan krim pada permukaan kulit yang terkena infeksi atau terjadi peradangan. Pengolesan Chloramfecort cream sebaiknya tipis agar tidak menimbulkan bekas kehitaman. Bersihkan bagian ulit sebelum memberikan Chloramfecort.

Efek Samping Chloramfecort

Kombinasi dua jenis kandungan, yakni antibiotik dan kortikosteroid yang ada di dalam salep Chloramfecort bisa menimbulkan beberapa efek samping tertentu terutama jika digunakan secara sembarangan seperti dosis berlebih atau mengabaikan kontraindikasi.

Beberapa efek samping Chloramfecort yang mungkin terjadi di antaranya seperti iritasi kulit, kulit menjadi kering, rasa gatal, kulit seperti terbakar, sensitisasi, kulit terkelupas, infeksi susulan, biang keringat, dan dermatitis lainnya.

Pemakaian Chloramfecort juga bisa memicu terjadinya reaksi alergi bagi orang yang memiliki hipersensitivitas terhadap hidrokortison atau kloramfenikol. Reaksi alergi tersebut biasanya ditandai dengan gatal-gatal, ruam kulit, dan kulit teriritasi.

Apabila Anda mengalami efek samping yang telah disebutkan, maka segeralah hentikan pengobatan dengan menggunakan Chloramfecort cream. Segeralah memeriksakan diri ke dokter atau mencari bantuan medis terdekat agar efek samping tidak berkembang semakin parah.

Harga Salep Chloramfecort

Chloramfecort dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau bagi sebagian besar masyarakat. Harga salep Chloramfecort tidak selalu sama. Ada beberapa faktor yang memengaruhinya, seperti lokasi area, jenis apotek, dan kebijakan penjual.

Pada umumnya, harga salep berkisar antara Chloramfecort Rp16.000-20.000 per tube. Mungkin saja Anda membelinya dengan harga lebih murah atau lebih mahal dari harga tersebut. Namun, seharusnya selisih harga tersebut tidak terlalu jauh.

 

  1. PIONAS-BPOM: Chloramfecort. http://pionas.pom.go.id/obat/chloramfecort [diakses pada 20 Juni 2019]
  2. Drugs: Hydrocortisone topical. https://www.drugs.com/mtm/hydrocortisone-topical.html [diakses pada 20 Juni 2019]
  3. DrugInfoSys: Hydrocortisone. http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=365&type=1 [diakses pada 20 Juni 2019]


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi