Terbit: 22 April 2020 | Diperbarui: 5 Juli 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Obat chikungunya di apotek terdiri dari beberapa macam yang memiliki fungsi tersendiri untuk mengobati gejala chikungunya. Chikungunya atau flu tulang adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus. Apabila Anda bingung dalam memilih obat chikungunya, maka Anda bisa membaca penjelasan mengenai obat flu tulang ini. Penjelasan ini memiliki informasi terkait obat penyakit chikungunya termasuk manfaat, dosis, dan efek samping.

12 Obat Chikungunya di Apotek dan Tradisional yang Ampuh!

Adakah Obat yang Bisa Menyembuhkan Chikungunya?

Sebenarnya, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit chikungunya. Obat chikungunya yang biasanya diresepkan oleh dokter adalah obat yang bersifat simptomatik, yaitu obat yang hanya meredakan gejala penyakit saja.

Beberapa gejala yang umumnya muncul pada penderita penyakit chikungunya seperti demam, nyeri, mual, muntah, sariawan, diare, mata merah, dan kulit terkelupas. Obat penyakit chikungunya yang sering diresepkan adalah obat untuk meredakan gejala tersebut.

Demam, nyeri, dan mual adalah gejala penyakit chikungunya yang paling sering dirasakan oleh banyak penderita. Dengan demikian, pengobatan chikungunya adalah dengan memberikan obat penurun demam, obat pereda nyeri, dan terkadang ditambah obat mual.

Obat penurun demam, obat pereda nyeri, dan obat antimual yang merupakan obat simptomatik untuk penyakit chikungunya, bisa Anda dapatkan di apotek. Jika Anda masih belum tahu dalam memilih obat chikungunya di apotek, maka simak penjelasan selanjutnya!

Baca Juga: Chikungunya: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Jenis Obat Chikungunya di Apotek dan Kegunaannya

Obat chikungunya biasanya mencakup obat analgesik non-opioid, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan obat antimual. Setiap jenis obat memiliki fungsi tersendiri tetapi ada beberapa obat yang termasuk analgesik non-opioid dan obat antiinflamasi nonsteroid.

Berikut ini adalah daftar obat chikungunya di apotek:

1. Antipiretik atau Analgesik Non-Opioid

Obat antipiretik atau analgesik non-opioid adalah obat yang bisa menurunkan demam. Namun, ada beberapa obat yang tergolong analgesik non-opioid yang memiliki manfaat tambahan seperti pereda sakit kepala, pereda nyeri, dan lainnya.

Contoh kandungan obat dari golongan ini seperti parasetamol, ibuprofen, asetosal, asam mefenamat, dipiron, tinoridin, fenazon, salisilamid, dan lainnya. Anda bisa meredakan demam dengan memilih obat yang mengandung bahan-bahan tersebut.

2. Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS)

Jenis obat antiinflamasi nonsteroid juga perlu tersedia untuk meredakan nyeri akibat penyakit chikungunya atau flu tulang. Beberapa obat yang termasuk golongan ini di antaranya adalah piroksikam, natrium diklofenak, parasetamol, ibuprofen, asetosal, asam mefenamat, dan lainnya.

Beberapa obat antiinflamasi nonsteroid ada yang bisa meredakan berbagai nyeri yang sering muncul sebagai gejala penyakit chikungunya seperti nyeri otot, nyeri sendi, nyeri tulang, dan nyeri kepala mulai dari tingkat ringan hingga sedang.

3. Antimual

Selain demam dan nyeri, gejala penyakit chikungunya yang juga sering muncul adalah mual. Oleh karena itu, pengobatan chikungunya juga mencakup obat antimual. Obat flu tulang yang bisa mengatasi rasa mual ini seperti metoklopramid, domperidon, dan fenotiazin. Obat chikungunya yang ampuh mengatasi mual tersedia dalam berbagai merek.

Baca Juga: Antipiretik: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Ragam Obat Chikungunya di Apotek untuk Meredakan Demam dan Nyeri

Pengobatan chikungunya yang sering dilakukan adalah dengan memberi obat-obatan yang memiliki dua manfaat, yaitu pereda demam dan pereda nyeri. Anda bisa membeli obat chikungunya yang mengandung bahan-bahan di bawah ini:

Berikut ini adalah beberapa obat chikungunya di apotek yang bermanfaat sebagai pereda demam dan juga nyeri:

1. Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat chikungunya yang ampuh meredakan demam pada anak dan mengatasi beberapa nyeri mulai dari nyeri ringan hingga nyeri sedang. Namun, orang yang alergi dengan ibuprofen, ibu hamil, dan penderita asma tidak bisa menggunakan ibuprofen.

Efek samping yang bisa muncul dari penggunaan ibuprofen di antaranya adalah diare, konstipasi, insomnia, ruam, pusing, mual, dan muntah. Beberapa merek obat lainnya juga mengandung ibuprofen.

2. Parasetamol

Obat-obatan yang mengandung parasetamol juga termasuk dalam daftar obat chikungunya yang ampuh sering diberikan. Manfaat parasetamol bisa atasi nyeri dan demam. Penderita hipersensitivitas dan orang dengan gangguan fungsi hati berat tidak boleh memakai parasetamol.

Penggunaan parasetamol bisa menimbulkan efek samping seperti reaksi alergi, hipotensi atau tekanan darah rendah, dan kelainan darah seperti trombositopenia, dan leukopenia, neutropenia.

Obat chikungunya di apotek dengan kandungan parasetamol atau asetaminofen tersedia dengan berbagai merek.

3. Asam Mefenamat

Obat-obatan yang mengandung asam mefenamat juga bisa meredakan demam dan nyeri walaupun memiliki sedikit aktivitas antiinflamasi. Nyeri otot dan nyeri kepala bisa diredakan oleh asam mefenamat.

Namun, asam mefenamat dikontraindikasikan dengan kasus peradangan usus besar. Asam mefenamat memiliki efek samping seperti ruam kulit, rasa kantuk, kelainan darah, gangguan penglihatan, dan kejang.

Mungkin Anda bingung dalam membeli obat yang mengandung asam mefenamat. Tak usah bingung, Anda bisa membeli obat chikungunya di apotek yang tersedia dalam berbagai merek.

4. Asetosal

Asetosal atau asam asetilsalisilat juga termasuk obat chikungunya yang ampuh. Manfaat asetosal bisa meredakan nyeri hingga hingga sedang dan menurunkan demam tubuh.  Namun, ibu menyusui dan anak di bawah 16 tahun tidak bisa menggunakan obat yang mengandung asetosal.

Efek samping asetosal umumnya bersifat ringan tetapi ada juga efek samping yang berat seperti iritasi saluran pencernaan, pendarahan, dan reaksi alergi. Obat asetosal di apotek tersedia dalam berbagai merek.

Obat Tradisional Chikungunya dari Bahan Herbal

Selain obat chikungunya di apotek, ada beberapa pilihan pengobatan chikungunya alami yang bisa Anda coba di rumah. Sama seperti obat-obatan lainnya, penggunaan bahan herbal ini juga harus hati-hati karena memiliki beberapa efek samping.

Berikut ini adalah beberapa obat tradisional chikungunya:

1. Brotowali

Brotowali adalah tanaman herbal yang biasanya digunakan untuk mengobati demam yang terkait dengan berbagai penyakit. Sifat antiinflamasi, antirematik, dan imunomodulator akan meredakan gejala chikungunya. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Tinospora cordifolia ini juga memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu pemulihan infeksi dengan cepat.

Anda bisa mengonsumsi brotowali dalam bentuk kapsul sebanyak dua kapsul per hari setelah makan selama beberapa minggu. Dosis satu gram per hari sudah cukup.

Namun, brotowali tidak boleh diberikan kepada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Dosis untuk anak di atas 5 tahun tidak boleh melebihi 250 miligram per hari. Sementara untuk orang dewasa, dosis harian tidak boleh lebih dari 3 gram per hari.

2. Bawang Putih

Manfaat bawang putih biasanya digunakan untuk meredakan nyeri sendi. Ketika diterapkan secara topikal, bawah putih yang sudah ditumbuk dapat mengurangi rasa sakit, peradangan, dan melancarkan peredaran darah.

Caranya membuat obat tradisional chikungunya ini sangat mudah, pertama siapkan 10-12 siung bawang putih yang sudah dibersihkan dan dipotong. Kemudian haluskan hingga menjadi pasta dan segera oleskan pada persendian yang sakit dan biarkan selama beberapa jam. Sebaiknya oleskan pasta bawang putih dua kali sehari.

3. Kunyit

Kunyit adalah salah satu pengobatan alami yang paling efektif untuk sejumlah penyakit, termasuk untuk pengobatan chikungunya. Kunyit mengandung curcumin, antioksidan kuat yang menunjukkan sifat antiinflamasi. Ini yang membuat kunyit sebagai obat chikungunya yang ampuh.

Campurkanlah 1/2 sendok teh bubuk kunyit dengan segelas susu hangat, dan aduk rata agar tidak ada gumpalan kunyit. Minumlah satu gelas di pagi hari dan satu gelas sebelum tidur.

4. Cabai

Cabai adalah salah satu bumbu dapur yang kaya akan capsaicin, agen antiinflamasi yang efektif. Senyawa ini dapat mengurangi peradangan dan mengurangi rasa sakit dengan menghambat senyawa yang bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak.

Cara membuat ramuan dari cabai cukup mudah, pertama siapkan bahan-bahanya terlebih dahulu, di antaranya: 

  • 3 Sendok makan cabai bubuk
  • 1 Cangkir minyak zaitun atau minyak jojoba (atau minyak almond)
  • 1/2 Cangkir lilin lebah yang diparut

Langkah selanjutnya masukkan bubuk cabai dalam air dan didihkan selama 5-10 menit (gunakan api sedang). Tambahkan lilin lebah dan aduk terus hingga meleleh dan tercampur rata. Kemudian angkat dan biarkan hingga dingin lalu masukkan ke lemari es.

Setelah didinginkan selama selama 10 menit, keluarkan dan aduk kembali pasta untuk memastikan semua bahan tercampur dengan baik. Jangan lupa, dinginkan kembali selama 10 menit di lemari es dan kemudian oleskan pada sendi yang terkena. Simpan ramuan ini dalam wadah kedap udara selama 1-2 minggu. Anda bisa mengoleskan ramuan ini jika diperlukan.

Perlu diperhatikan! Gunakanlah sarung tangan saat membuat ramuan ini. Berhati-hatilah untuk tidak menyentuh wajah, terutama mata. Pasta cabai mungkin menimbulkan sedikit sensasi panas dan terbakar, terutama jika memiliki kulit sensitif.

5. Daun Pepaya

Jumlah trombosit darah sangat terpengaruh ketika mengalami infeksi seperti chikungunya dan demam berdarah. Daun pepaya adalah salah satu obat tradisional chikungunya yang telah terbukti meredakan kondisi tersebut, sehingga membantu tubuh untuk pulih dari infeksi. Ekstrak daun pepaya ini juga memiliki sifat larvisidal terhadap larva nyamuk yang menyebabkan chikungunya.

Hal pertama yang dilakukan untuk membuat ramuan daun pepaya adalah membersihkan 7-8 daun pepaya segar dan buang batang panjang dan vena sentralnya. Potong daun dan campur dengan air untuk dihaluskan menggunakan blender. Kemudian saring dan buang ampasnya.

Minumlah ramuan ini dua sendok makan setiap tiga jam selama 2-3 hari. Jika gejalanya tidak kunjung reda, lanjutkan selama seminggu.

_

Itulah obat chikungunya di apotek yang dapat diresepkan oleh dokter dan obat tradisional chikungunya. Jika ingin menggunakan obat tradisional, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang kondisi kesehatan dan efektivitas bahan herbal untuk Anda. Ini untuk mencegah dampak buruk bagi kesehatan!

 

  1. dr. Rendi Aji Prihaningtyas. 2014. Deteksi dan Cepat Obati 30+ Penyakit yang Sering Menyerang Anak: Tangani dengan Tepat Agar Anak Tetap Sehat. Yogyakarta: Penerbit Media Pressindo
  2. Kukreja, Kushneet. 2019. 10 Effective Home Remedies To Treat Chikungunya. https://www.stylecraze.com/articles/effective-home-remedies-to-treat-chikungunya/. (Diakses pada 22 April 2020) 
  3. Syahril Anwar. 2015. Cara Sempurna Menjadi Ibu Penolong di Rumah: Teknik Menangani Kecelakaan Pada Keluarga. Jakarta: Lembar Langit Indonesia
  4. PIONAS-BPOM. Analgesik Non-Opioid. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat/47-analgesik/471-analgesik-non-opioid (Diakses pada 2 April 2019)
  5. PIONAS-BPOM. Antiinflamasi Nonsteroid (AINS). http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-10-otot-skelet-dan-sendi/101-obat-reumatik-dan-gout/1011-antiinflamasi-nonsteroid-ains (Diakses pada 2 April 2019)
  6. PIONAS-BPOM. Mual dan vertigo. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat/46-mual-dan-vertigo. (Diakses pada 2 April 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi