Cefoperazone: Manfaat, Dosis, Efek Samping

cefoperazone-doktersehat

DokterSehat.Com – Cefoperazone obat apa? Cefoperazone adalah obat obat antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri tertentu. Antibiotik jenis sefalosporin generasi ketiga kurang aktif terhadap bakteri gram positif, tapi lebih aktif terhadap Enterobacteriaceae (kelompok bakteri gram negatif).

Ketahui selengkapnya tentang Cefoperazone mulai dari manfaat, efek samping, dosis, petunjuk penggunaan, dan lainnya melalui artikel ini!

Rangkuman Informasi Obat Cefoperazone

Nama Obat Cefoperazone
Kelas Obat Antibiotik sefalosporin
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi infeksi bakteri tertentu
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Kontraindikasi Hipersensitif
Sediaan Obat Injeksi

Kandungan dan Cara Kerja Cefoperazone

Cefoperazone termasuk ke dalam antibiotik sefalosporin generasi ketiga. Antibiotik sefalosporin adalah termasuk ke dalam golongan antibiotik beta-laktam. Cara kerja antibiotik sefalosporin adalah dengan menghambat sintesis atau pembentukan dinding sel bakteri.

Sefalosporin menghambat reaksi transpeptidase tahap ketiga dalam runtutan reaksi sintesis dinding sel bakteri. Hal ini kemudian mencegah bakteri berkembang sehingga infeksi bakteri dapat diatasi.

Cefoperazone aktif terhadap bakteri gram positif tertentu meskipun tidak sepeka generasi sebelumnya, tapi Cefoperazone lebih aktif terhadap bakteri gram negatif jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Kepekaan sefalosporin terhadap bakteri gram negatif memang terus meningkat dari generasi pertama hingga kelima.

Manfaat Cefoperazone

Secara umum manfaat Cefoperazone adalah untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Berikut adalah beberapa infeksi bakteri yang umumnya diatasi dengan menggunakan Cefoperazone:

  • Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah
  • Infeksi saluran urin
  • Peritonitis
  • Kolesistitis
  • Kolangitis
  • Septikemia
  • Infeksi kulit dan jaringan kulit
  • Infeksi tulang dan sendi
  • Infeksi radang panggul
  • Endometritis
  • Gonore

Selain infeksi di atas, Cefoperazone juga digunakan pada beberapa infeksi pencernaan dan infeksi saluran genital yang disebabkan oleh bakteri lainnya.

Dosis Cefoperazone

Cefoperazone hadir dalam sediaan injeksi dan diberikan melalui intravena. Berikut adalah dosis Cefoperazone yang disarankan:

  • Dewasa dengan infeksi ringan hingga sedang: 2-4 gram per hari, dibagi menjadi 2 dosis dan diberikan setiap 12 jam.
  • Dewasa dengan infeksi berat: 8 gram per hari, dibagi menjadi 2 dosis dan diberikan setiap 12 jam atau 12 gram dengan dosis terbagi dan diberikan setiap 8 jam. Dosis maksimumnya adalah 16 gram per hari.
  • Dewasa untuk mengobati uretritis gonokokal: 500 mg, diberikan dalam dosis tunggal.
  • Dewasa dengan gangguan fungsi ginjal: 2-4 gram per hari.
  • Anak-anak: 50-200 mg/kg berat badan, diberikan setiap 12 jam. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 300 mg/kg berat badan untuk mengobati meningitis tanpa komplikasi.

Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berubah bergantung pada kondisi dan kebutuhan pasien. Gunakan Cefoperazone sesuai dengan dosis yang diresepkan dan jangan pernah mengganti dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker.

Petunjuk Penggunaan Cefoperazone

Penggunaan antibiotik Cefoperazone sebaiknya digunakan sesuai dengan aturannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan Cefoperazone:

  • Cefoperazone tersedia dalam sediaan injeksi, tidak disarankan menggunakan suntikan obat ini tanpa pengawasan dokter atau petugas kesehatan.
  • Jangan mengurangi, menambahkan, atau menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter sebelumnya, meskipun infeksi telah membaik.

Petunjuk Penyimpanan Cefoperazone

Simpan antibiotik Cefoperazone sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Cefoperazone yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat Cefoperazone pada suhu kamar.
  • Simpan obat Cefoperazone di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari obat Cefoperazone dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat Cefoperazone dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Cefoperazone

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Cefoperazone. Efek samping Cefoperazone yang mungkin terjadi adalah seperti:

  • Diare
  • Penurunan neutrofil
  • Pengurangan hemoglobin dan hematokrit
  • Hipoprotrombinemia
  • Penurunan kadar alkali fosfatase, SGOT, dan SGPT
  • Reaksi alergi

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan hentikan penggunaan obat.

Interaksi Obat Cefoperazone

Interaksi obat dapat terjadi ketika Cefoperazone digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping. Berikut adalah jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan Cefoperazone:

  • Antikoagulan
  • Aminoglikosida
  • Furosemide

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan antibiotik Cefoperazone untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Cefoperazone

Obat Cefoperazone termasuk ke dalam kategori obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat Cefoperazone:

  • Jangan gunakan obat Cefoperazone pada pasien yang hipersensitif terhadap antibiotik sefalosporin. Waspada jika Anda hipersensitif terhadap antibiotik penisilin, karena 10% dari jumlah orang yang alergi penisilin juga hipersensitif terhadap sefalosporin.
  • Hati-hati penggunaan pada ibu menyusui.
  • Penggunaan pada wanita hamil hanya boleh dilakukan jika pengobatan menggunakan obat ini memang sangat diperlukan.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada anak-anak karena efektivitas belum dibuktikan.

 

Sumber: 

  1. 5.1.2.1 Sefalosporin – http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/512-sefalosporin-dan-antibiotik-beta-laktam-lainnya/5121
  2. SEFOPERAZON – http://pionas.pom.go.id/monografi/sefoperazon