Terbit: 8 Februari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Cefepime obat apa? Cefepime adalah obat dari golongan antibiotik sefalosporin. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri tertentu. Ketahui selengkapnya tentang obat antibiotik ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya melalui artikel ini!

Cefepime: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Cefepime

Nama Obat Cefepime
Kelas Terapi Obat Antibiotik sefalosporin
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi infeksi bakteri
Kontraindikasi Hipersensitivitas
Sediaan Obat Serbuk injeksi
Merek Dagang Abirom, Actacef, Biocepime, Caprifim, Cefemet, Cefepime, Cefinov, Ceforim, Cefpimkal, Daryacef, Emax, Exepime, Falocef, Fiontic, Fourcef, Futapim, Interpim, Macef, Maxilan, Maximer, Mezilcef, Nacepim, Pimesco, Procepim, Rapime, Rimax, Sandocef, Sopime, Vipime, Zepe

Cefepime Obat Apa?

obat ini termasuk ke dalam golongan obat antibiotik sefalosporin. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri penyebab infeksi, sehingga infeksi dapat berkurang.

Obat ini merupakan antibiotik sehingga hanya dapat digunakan mengatasi infeksi bakteri dan tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur atau virus.

Manfaat Cefepime

Secara umum kegunaan obat ini adalah untuk mengatasi infeksi bakteri tertentu yang peka terhadap antibiotik ini. Berikut adalah beberapa jenis infeksi bakteri yang biasanya diatasi dengan obat ini:

  • Infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia dan bronkitis
  • Infeksi saluran kemih dan komplikasinya, termasuk infeksi ginjal
  • Infeksi kulit dan jaringan kulit
  • Infeksi perut

Dosis Cefepime

Cefepime hadir dalam sediaan serbuk injeksi yang nantinya akan dilarutkan dan diberikan melalui intravena atau intramuskular. Berikut adalah dosis yang disarankan:

  • Dewasa infeksi ringan hingga sedang: 1-2 gram setiap hai terbagi menjadi 2 dosis.
  • Dewasa infeksi berat: hingga 4 gram setiap hari terbagi menjadi 2 dosis. Dosis diberikan dengan injeksi atau infus selama 30 menit.
  • Bayi baru lahir: 30 mg/kg setiap 12 jam. Dosis dapat meningkat hingga 50 mg/kg untuk infeksi Pseudomonas.
  • Anak infeksi ringan hingga sedang: 100 mg/kg setiap hari dalam dosis terbagi.
  • Anak infeksi berat: 150 mg/kg setiap hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi.

Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan. Pemberian dosis pada anak tidak boleh melebihi dosis dewasa yang disarankan. Dosis dapat berganti menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker.

Petunjuk Penggunaan Cefepime

Penggunaan obat Cefepime sebaiknya digunakan sesuai dengan aturannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan Cefepime:

  • Obat ini dapat diberikan melalui suntik atau infus.
  • Pemberian obat dilakukan oleh petugas medis profesional.
  • Obat hadir dalam sediaan serbuk injeksi yang, jangan terima obat apabila bentuk serbuk atau pelarut berubah.
  • Obat harus digunakan sesuai petunjuk dokter dan jangan hentikan penggunaannya tanpa seizin dokter.

Petunjuk Penyimpanan Cefepime

Simpan obat Cefepime sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Cefepime yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat pada suhu antara 25-30°C.
  • Simpan obat di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Cefepime

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Cefepime. Berikut adalah berbagai efek samping yang mungkin timbul:

  • Kram atau sakit perut
  • Sakit punggung atau kaki
  • Gusi berdarah
  • Mimisan
  • Kebingungan
  • Urine gelap
  • Kesulitan bernapas
  • Demam dan menggigil
  • Pembengkakan
  • Sakit kepala
  • Detak jantung tidak teratur
  • Perubahan suasana hati
  • Kram otot di tangan, lengan, kaki, atau wajah
  • Mual dan muntah
  • Mati rasa atau kesemutan di sekitar mulut, ujung jari, atau kaki
  • Tremor
  • Penyakit kuning
  • Kejang

Efek samping yang terjadi pada setiap orang mungkin berbeda-beda. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari pasien.

Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, segera hentikan penggunaan obat obat ini dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan hentikan penggunaan obat.

Interaksi Obat Cefepime

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat ini:

  • Vaksin Hidup
  • Amikacin
  • Furosemide
  • Warfarin
  • Kontrasepsi oral
  • Antibiotik lainnya

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Penggunaan obat-obatan di atas bersamaan dengan obat ini masih mungkin dilakukan jika memang dibutuhkan. Dokter akan menyesuaikan penggunaan dan dosis untuk menurunkan risiko dari interaksi obat.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat antibiotik ini untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Cefepime

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan obat antibiotik ini:

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap Cefepime dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini. Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik lainnya.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan riwayat kejang, gangguan saluran pencernaan terutama kolitis, dan gangguan ginjal.
  • Penggunaan obat ini masuk kategori B untuk penggunaan pada ibu hamil, artinya penelitian pada hewan tidak menunjukkan adanya bukti kerusakan tapi belum dilakukan penelitian memadai pada wanita hamil atau penelitian pada hewan menunjukkan efek merugikan tapi tidak ditemukan efek negatif pada ibu hamil. Obat ini relatif aman digunakan selama kehamilan.
  • Obat ini juga relatif aman digunakan selama menyusui dan terbukti menimbulkan risiko minimal terhadap bayi. Beri tahu dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda sedang dalam masa menyusui.

 

  1. Anonim. Sefepim Hidroklorida. http://pionas.pom.go.id/monografi/sefepim-hidroklorida. (Diakses 8 Februari 2020).
  2. Anonim. 2020. Cefepime (Injection Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/cefepime-injection-route/side-effects/drg-20073408?p=1. (Diakses 8 Februari 2020).
  3. Anonim. Cefepime. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cefepime?mtype=generic. (Diakses 8 Februari 2020).
  4. Multum, Cerner. 2019. Cefepime (Injection). https://www.drugs.com/mtm/cefepime-injection.html. (Diakses 8 Februari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi