Terbit: 20 Agustus 2018 | Diperbarui: 22 Juni 2021
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Cataflam adalah obat untuk mengatasi gejala nyeri ringan dan nyeri sedang. Ketahui Cataflam 50 mg obat apa, indikasi, komposisi, efek samping, aturan pakai, dll dalam pembahasan ini.

Cataflam: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Rangkuman Informasi Obat Cataflam

Nama Obat Cataflam
Kandungan Obat Kalium diklofenak 50 mg
Kelas Obat OAINS (Obat Anti Inflamasi Non Steroid)
Kategori Obat Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi nyeri ringan dan sedang, seperti sakit gigi, sakit kepala, peradangan, nyeri haid, dan gejala nyeri lainnya.
Kontraindikasi  Hipersensitif pada komponen obat.
Sediaan Obat Obat oral
Harga Obat Rp8.700/tablet

*Harga obat mungkin berbeda di setiap apotek.

Cataflam Obat Apa?

Cataflam adalah merek obat untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang dengan kandungan bahan aktif kalium diklofenak. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat keras analgesik OAINS (Obat Anti Inflamasi Non Steroid).

Kandungan kalium diklofenak dalam Cataflam bekerja untuk menghambat pembentukan prostaglandin yang merupakan kunci dari penyebab timbulnya reaksi peradangan dalam tubuh seperti demam, nyeri, hingga pembengkakan.

Merek Dagang Cataflam

Cataflam 50 mg adalah merek dagang. Anda bisa mendapatkannya dalam bentuk generik obat Diclofenac Potassium atau Kalium Diklofenak 50 mg. Obat ini hanya bisa Anda beli dengan resep dokter.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Manfaat Cataflam

Cataflam lebih populer sebagai obat pereda nyeri untuk sakit gigi, meskipun sebenarnya obat ini juga bisa membantu meredakan gejala nyeri lainnya. Berikut adalah beberapa gejala penyakit yang bisa diatasi dengan menggunakan Cataflam:

  • Sakit kelapa dan juga migrain
  • Sakit punggung.
  • Nyeri akibat patah tulang.
  • Radang sendi dan radang sendi akibat asam urat.
  • Nyeri otot, tulang, dan sendi.
  • Nyeri akibat menstruasi.
  • Osteoarthritis (pengapuran tulang sendi)

Baca Juga: Avigan: Fungsi, Efek Samping, Dosis, Aturan Pakai, dll

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Cataflam

Terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat yang satu ini. Kondisi seperti berikut ini mengharuskan penggunaan Cataflam dengan perhatian dan pengawasan ketat:

  • Penggunaan Cataflam jangka panjang dan dosis tinggi tidak diperbolehkan pada pemilik riwayat penyakit jantung dan stroke.
  • Penggunaan Cataflam tidak diperbolehkan sebelum dan setelah operasi bypass jantung.
  • Dilarang untuk mengemudi setelah mengonsumsi obat ini karena dikhawatirkan akan dapat menyebabkan gejala seperti mengantuk, pusing, kelelahan, dan penglihatan kabur.
  • Penggunaan obat ini pada ibu hamil trimester pertama dan ketiga tidak disarankan. Jika diharuskan menginsumsi obat ini ketika hamil maka harus melalui resep dokter.
  • Konsumsi obat ini pada obat menyusui juga harus berdasarkan pertimbangan dokter.
  • Konsumsi untuk manusia lanjut usia.

Interaksi Obat Cataflam

Interaksi obat adalah kondisi yang mungkin terjadi saat seseorang mengonsumsi dua obat atau lebih di waktu yang sama. Semua obat-obatan tersebut mungkin akan memberikan reaksi merugikan atau efek samping.

  • Jangan gunakan obat Cataflam dengan obat lain, termasuk:
    ACE inhibitor, diuretik, siklosporin, dan tacrolimus karena akan memicu risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal.
  • Digoksin, litium, metotreksat, pemetrexed, dan fenitoin karena akan meningkatkan risiko toksisitas.
  • Penurunan efek obat bila dikonsumsi bersama obat colestipol dan cholestyramine.
  • Obat OAINS lain seperti aspirin.
  • Obat antiplatelet dan antikoagulan (misalnya warfarin).
  • Golongan obat kortikosteroid lain dan SSRI karena akan meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan.

Maka dari itu, beri tahu dokter bila Anda sedang menggunakan obat lain termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, dan produk herbal lainnya.

Efek Samping Obat Cataflam

Setiap obat tentunya berpotensi untuk memberikan efek samping, begitu juga dengan Cataflam. Efek samping yang timbul dari penggunaan obat ini antara lain seperti mual, muntah, sakit perut, diare, sembelit, sakit kepala, mengantuk, gatal, keringat berlebihan, hingga hidung tersumbat. Jika gejala tidak kunjung hilang atau bertambah parah, sebaiknya langsung konsultasikan pada dokter.

Terdapat juga beberapa efek samping yang jarang terjadi, namun harus tetap harus Anda waspadai. Gejala-gejala tersebut adalah sebagai berikut:

  • Alergi berupa kulit kemerahan, bengkak, hingga sesak napas.
  • Pendarahan lambung yang ditandai dengan tinja berwarna hitam atau muntah darah.
  • Gangguan fungsi ginjal yang ditandai dengan menurunnya produksi urin dan pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki, kelelahan, hingga sesak napas.
  • Gangguan fungsi hati yang ditandai dengan sakit pada ulu hati, mual, gatal-gatal, urin gelap, hilang nafsu makan, dan juga sakit kuning.
  • Anemia ditandai dengan kulit terlihat pucat, mata berkunang-kunang,s esak napas, sulit konsentasi, dan sering pusing. Gejala ini biasanya timbul akibat penggunaan obat ini jangka panjang.

Jika Anda merasakan gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya langsung hentikan konsumsi obat dan segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan tindakan.

Dosis Cataflam yang Dianjurkan

Cataflam tersedia dalam dosis 25 mg dan 50 mg. Penggunaan awal Cataflam sebaiknya menggunakan dosis efektif terendah untuk meminimalisir terjadinya efek samping. Penggunaan selanjutnya akan disesuaikan dengan repon terhadap penggunaan awal Cataflam.

Berikut adalah beberapa saran dosis Cataflam untuk beberapa kondisi yang umum:

  • Dosis untuk nyeri ringan hingga sedang seperti sakit gigi atau nyeri otot yang disarankan adalah sebanyak 50 mg diminum sebanyak 3 kali sehari. Pada beberapa kasus dokter mungkin memberikan dosis awal sebanyak 100 mg, baru kemudian diikuti dengan dosis 50 mg. Umumnya di hari-hari selanjutnya dosis perhari tidak melebihi 150 mg.
  • Dosis untuk mengobati nyeri haid yang disarankan adalah sebanyak 50 mg diminum 3 kali sehari. Sama seperti pada sakit gigi dan juga nyeri otot, dokter mungkin memberikan dosis awal sebanyak 100 mg, baru kemudian diikuti dengan dosis 50 mg. Umumnya di hari-hari selanjutnya dosis perhari tidak melebihi 150 mg.
  • Dosis untuk Osteoarthritis atau pengapuran tulang sendi adalah 50 mg dimunum 2-3 kali sehari atau 75 mg diminum 2 kali sehari. Tidak disarankan melebihi dosis 150 mg perhari.
  • Dosis untuk radang sendi adalah 50 mg diminum 3-4 kali sehari. Dosis tidak disarankan melebihi 225 mg perhari.

Tidak ditemukan dosis Cataflam untuk anak. Sebelum mengonsumsi obat ini selalu konsultasikan terlabih dulu pada dokter dan apoteker.

Baca Juga: 25 Obat Nyeri Otot yang Bisa Anda Gunakan (Alami dan Medis)

Cara Pakai Obat Cataflam

Berikut ini cara pakai obat antinyeri ini:

  • Konsumsi sesuai resep dokter.
  • Dokter mungkin merubah dosis sesuai kondisi pasien.
  • Konsumsi obat sesudah makan.
  • Bila lupa minum obat, segera minum obat saat Anda mengingatnya.
  • Bila saat mengingatnya sudah masuk ke waktu minum obat berikutnya, lewati dosis yang terlupakan.
  • Jangan minum dua dosis sekaligus.
  • Bila mengalami overdosis atau efek samping serius, segera hubungi dokter.

Petunjuk Penyimpanan Obat Bromhexine HCL

Berikut ini petunjuk penyimpanan obat-obatan secara umum:

  • Simpan obat di tempat yang sejuk.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang sampah obat sembarangan.

Itulah pembahasan tentang Cataflam 50 mg obat apa. Cataflam adalah obat antinyeri untuk mengatasi gejala nyeri ringan hingga nyeri sedang. Penggunaan obat ini harus dengan resep dokter.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

Dapatkan obat Cataflam dan vitamin lainnya di apotek online Farmaku dengan harga terjangkau dan promo tambahan. Apotek Farmaku juga menyediakan jasa antar obat gratis ongkir untuk wilayah Jakarta untuk pembelian paket vitamin dan obat untuk isolasi mandiri COVID-19.

 

1. MIMS. 2020. Diclofenac. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diclofenac?mtype=generic. (Diakses pada 22 Juni 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi