Terbit: 24 Januari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Capecitabine obat apa? Capecitabine adalah obat kemoterapi yang digunakan untuk pengobatan kanker tertentu. Ketahui selengkapnya tentang obat kemoterapi ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya melalui artikel ini!

Capecitabine: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Capecitabine

Nama Obat Capecitabine
Kelas Terapi Obat Antimetabolit
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi kanker
Kontraindikasi Hipersensitivitas
Sediaan Obat Tablet
Merek Dagang Xeloda

Cara Kerja Obat Capecitabine

Capecitabine merupakan jenis obat kemoterapi yang digunakan sebagai pengobatan beberapa jenis kanker. Obat ini bekerja dengan cara mengganggu pertumbuhan sel kanker dan memperlambat penyebaran sel kanker dalam tubuh. Obat ini biasanya dikombinasikan dengan obat kanker lain atau dengan perawatan radiasi.

Manfaat Capecitabine

Secara umum manfaat obat ini adalah untuk mengobati kanker. Beberapa kondisi kanker yang biasanya diatasi dengan obat ini adalah seperti:

  • Kanker payudara yang kambuh setelah sebelumnya dilakukan perawatan dengan obat lain
  • Kanker payudara yang tidak membaik setelah perawatan dengan obat lain
  • Kanker kolorektal atau kanker usus besar yang memburuk atau menyebar ke bagian tubuh lain
  • Pencegahan kanker usus besar pada pasien yang menjalani operasi pengangkatan tumor

Obat ini juga mungkin digunakan pada kondisi lain yang tidak disebutkan di atas.

Dosis Capecitabine

Capecitabine hadir dalam sediaan tablet. Obat ini dapat diberikan secara mandiri atau dikombinasikan dengan obat lain. Dosis ditentukan dari luas permukaan tubuh yang pengukurannya dilakukan oleh dokter.

Berikut adalah dosis yang disarankan:

  • Dewasa: Dosis awal 2500 mg/m2 (2500 miligram untuk setiap meter persegi luas tubuh) per hari, dibagi menjadi 2 dosis yang diberikan dengan jarak 12 jam. Satu siklus pemberian obat adalah 3 minggu, 2 minggu pemberian obat dan 1 minggu istirahat.
  • Anak: Penggunaan dan dosis ditentukan oleh dokter.

Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan. Dosis yang sesungguhnya akan ditentukan oleh dokter berdasarkan pengukuran luas permukaan tubuh pasien. Dokter akan menyesuaikan dosis dengan kebutuhan dan kondisi pasien.

Petunjuk Penggunaan Capecitabine

Penggunaan obat Capecitabine harus digunakan sesuai dengan aturannya. Berikut adalah petunjuk penggunaannya:

  • Obat ini sebaiknya dikonsumsi setelah makan, kurang lebih sekitar 30 menit setelah makan.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Obat ditelan langsung bersama segelas air, jangan kunyah obat.
  • Gunakan di waktu yang sama agar dosis tidak terlewat.
  • Jika tidak sengaja menggunakan obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan dengan dokter.

Petunjuk Penyimpanan Capecitabine

Simpan obat Capecitabine sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Capecitabine yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu antara 15-30° C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari obat ini dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Capecitabine

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Capecitabine. Berikut adalah berbagai efek samping yang mungkin timbul:

  • Nyeri atau sakit perut
  • Diare
  • Kehilangan sidik jari
  • Mual
  • Muntah
  • Mati rasa atau kesemutan di telapak tangan atau kaki
  • Sakit, kemerahan, pembengkakan, melepuh, atau mengelupas di bagian telapak tangan atau kaki
  • Sakit, kemerahan, pembengkakan, atau luka di mulut atau bibir
  • Kelelahan yang luar biasa

Efek samping di atas adalah efek samping yang paling umum terjadi. Efek samping lain yang lebih serius juga dapat muncul. Meskipun begitu, efek samping yang muncul pada setiap orang biasanya berbeda-beda.

Penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien dapat meningkatkan kemungkinan munculnya efek samping.

Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, segera hentikan penggunaan suplemen dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat Capecitabine

Interaksi obat dapat terjadi ketika Capecitabine digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat ini:

  • Acenocoumarol
  • Allopurinol
  • Azanidazole
  • Benznidazole
  • Brivudine
  • Cimetidine
  • Dexlansoprazole
  • Esomeprazole
  • Isoconazole
  • Lansoprazole
  • Methotrexate
  • Metronidazole
  • Nimorazole
  • Omeprazole
  • Ornidazole
  • Pantoprazole
  • Phenprocoumon
  • Rabeprazole
  • Secnidazole
  • Tamoxifen
  • Tinidazole
  • Warfarin
  • Fosphenytoin
  • Leucovorin
  • Levamisole
  • Levoleucovorin
  • Phenytoin
  • Thiamine
  • Vaksin hidup

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat ini untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Capecitabine

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan obat kemoterapi ini :

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap Capecitabine dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki kondisi lain seperti penyakit ginjal parah, riwayat jantung koroner, dehidrasi, penyakit ginjal, penyakit hati, dan infeksi.
  • Penggunaan pada ibu hamil tidak disarankan karena obat ini dapat memberikan efek negatif pada janin yang belum lahir.
  • Penggunaan pada ibu menyusui juga tidak disarankan karena dapat memberikan efek negatif pada bayi. Anda mungkin akan disarankan untuk berhenti menyusui selama penggunaan obat ini.

 

Sumber:

  1. Anonim. 2019. Capecitabine (Oral Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/capecitabine-oral-route/side-effects/drg-20062501?p=1. (Diakses 22 Januari 2020).
  2. Multum, Cerner. 2019. Capecitabine. https://www.drugs.com/mtm/capecitabine.html. (Diakses 22 Januari 2020).

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi