Terbit: 18 Januari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Canicol adalah obat yang digunakan untuk mengatasi beberapa jenis infeksi bakteri seperti Salmonella sp, H influenzae, bakteri gram-negatif, dll. Ketahui lebih detail canicol obat apa, manfaat, dosis, efek samping, dll.

Canicol: Manfaat, Dosis, Efek Samping, Aturan Pakai, dll

Rangkuman Informasi Umum Obat Canicol

Berikut ini adalah informasi umum obat canicol, yaitu:

Nama Obat Canicol
Kandungan Obat Thiamphenicol 500 mg
Kelas Obat Antibiotik kloramfenikol
Kategori Obat Obat resep
Manfaat Obat Mengobati beberapa jenis infeksi bakteri seperti Haemophilus influenzae, Salmonella sp, dll
Kontraindikasi Obat Hipersensitif
Sediaan Obat Kapsul
Harga Obat Rp4.754/tablet

Harga obat canicol mungkin berbeda di setiap apotik. Obat ini juga dijual dalam sediaan obat generik thiamphenicol.

Canicol Obat Apa?

Canicol adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang diakibatkan oleh bakteri seperti salmonella sp, H influenzae, Rickettsia, bakteri gram-negatif, dan jenis bakteri penyebab meningitis dan bakteremia.

Obat ini mengandung thiamphenicol 500 mg dan termasuk dalam golongan obat antibiotik kloramfenikol. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.

Manfaat Obat Canicol

Berikut ini adalah manfaat obat canicol, yaitu:

  • Mengatasi infeksi bakteri Salmonella sp yang umumnya dipaparkan melalui daging, unggas, telur yang tidak matang, dll.
  • Mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri H. influenzae seperti infeksi telinga dan infeksi aliran darah serius.
  • Mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Rickickiae, yaitu kumpulan bakteri Gram-negatif yang umumnya dipaparkan melalui kutu, tungau, mamalia, dll.
  • Mengatasi limfogranuloma-psitakosis.
  • Mengatasi bakteri penyebab meningitis dan bakteremia.

Obat ini mungkin ditujukan untuk pengobatan indikasi lain yang tidak disebutkan dalam informasi kesehatan ini. Harap selalu konsultasi pada dokter untuk manfaat obat ini lebih lanjut.

Baca Juga: 18 Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri (Harus Diwaspadai)

Dosis Obat Canicol

Berikut ini adalah panduan dosis canicol, yaitu:

  • Dewasa: 250-500 mg 3-4 kali sehari.
  • Anak: 50mg/kg/hari dosis terbagi dalam 3-4 kali sehari.
  • Bayi: 25mg/kg/hari dibagi dalam 4 dosis sehari.

Panduan ini tidak menggantikan konsultasi dengan dokter. Harap ikuti petunjuk dokter untuk dosis tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Petunjuk Penggunaan Canicol

Berikut ini adalah petunjuk penggunaan obat ini, yaitu:

  • Obat ini ditelan secara langsung dengan minum air secukupnya.
  • Sebaiknya, minum obat ini di jam yang sama setiap harinya.
  • Jangan berhenti minum obat ini sebelum jadwal yang ditentukan, walaupun gejala penyakit sudah hilang.
  • Beritahu dokter apabila obat ini tidak bekerja dengan baik setelah dosis dan jadwal yang ditentukan.
  • Jangan meminum dua dosis di waktu bersamaan.
  • Bila Anda mengalami gejala overdosis, hentikan dosis dan segera hubungi dokter.
  • Baca petunjuk penggunaan obat cair broadamox dan sesuai dengan resep dokter.

Petunjuk Penyimpanan Canicol

  • Simpan obat-obatan pada suhu kamar, jauh dari panas dan cahaya langsung.
  • Jangan membekukan obat kecuali diminta dengan memasukkan paket.
  • Jauhkan obat-obatan dari anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jangan membuang obat ke toilet atau menuangkannya ke dalam drainase kecuali diperintahkan untuk. melakukannya. Obat yang dibuang dengan cara ini dapat mencemari lingkungan.
  • Silakan berkonsultasi dengan apoteker atau dokter Anda untuk rincian lebih lanjut tentang cara membuang obat ini dengan aman.

Baca Juga: Infeksi Bakteri E. Coli: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Interaksi Obat Canicol

Berikut ini adalah interaksi golongan antibiotik kloramfenikol dengan obat lain, yaitu:

  • Acetylsalicylic Acid (aspirin)
  • Adrenalin (epinephrine)
  • ampicillin
  • Augmentin (amoxicillin / clavulanate)
  • Celebrex (celecoxib)
  • Cipro (ciprofloxacin)
  • Cotrim (sulfamethoxazole / trimethoprim)
  • dexamethasone
  • Dexamethasone Intensol (dexamethasone)
  • hydrocortisone
  • Paracetamol (acetaminophen)
  • Penicillin G Procaine (procaine penicillin)
  • phenobarbital

Interaksi obat dapat memungkinkan terjadinya efek samping atau mengurangi kinerja obat tersebut untuk menyembuhkan indikasi terkait.

Efek Samping Canicol

Perhatikan kemungkinan efek samping obat, berikut ini:

  • Reaksi alergi
  • Hipersensitif
  • Mual dan muntah
  • Diare

Informasi kesehatan ini tidak memuat semua kemungkinan efek samping obat ini. Harap segera konsultasi pada dokter apabila Anda mengalami efek samping parah.

Baca Juga: Apa Saja Perbedaan Infeksi Virus dan Bakteri?

Peringatan Canicol

Berikut ini adalah peringatan obat canicol, yaitu:

  • Obat ini termasuk dalam golongan obat keras dan harus diminum dengan resep dokter.
  • Konsultasi pada dokter sebelum Anda menggunakan obat ini untuk mengurangi efek samping lainnya.
  • Baca petunjuk penggunaan obat sebelum menggunakannya.
  • Konsultasi pada dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda sedang hamil atau menyusui, serta untuk anak-anak dan lansia.

Petunjuk Penyimpanan Canicol

Anda harus menyimpan obat dengan benar agar kandungan di dalamnya tidak rusak dan obat bekerja dengan baik saat digunakan. Pahami panduan menyimpan obat dengan benar, sebagai berikut:

  • Hindari dari paparan cahaya, panas, dan air secara langsung karena akan merusak kandungan obat.
  • Simpan obat-obatan Anda di tempat yang sejuk dan kering atau di bawah suhu 30°C.
  • Sebaiknya bungkus obat dalam wadah aslinya.
  • Anda dapat menyimpan obat di kotak obat khusus, kotak P3K, atau laci lemari.
  • Selalu simpan obat Anda di luar jangkauan dan di luar jangkauan anak-anak.
  • Simpan obat bersama dengan resepnya agar Anda tidak lupa.
  • Gunakan jarum dan alat suntik hanya sekali dan kemudian masukkan ke dalam wadah “benda tajam” anti-tusukan untuk obat dalam sediaan intravena (IV).
  • Jauhi obat dari kompor, wastafel, dan semua peralatan panas.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan atau disalahgunakan.
  • Bila perlu, tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan spesifik.

Itulah pembahasan tentang canicol obat apa, manfaat canicol, dosis canicol, efek samping, dll. Tetap konsultasi dengan dokter sebelum Anda menggunakan obat apapun. Semoga informasi kesehatan ini ini bermanfaat.

 

  1. MIMS. 2020. Canicol. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/canicol/canicol?type=brief. (Diakses pada 18 Januari 2020).
  2. Drugs. 2018. Chloramphenicol. https://www.drugs.com/cdi/chloramphenicol.html. (Diakses pada 18 Januari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi