Terbit: 12 April 2020 | Diperbarui: 14 Mei 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Bufacetin adalah obat dengan kandungan Chloramphenicol yang merupakan obat antibiotik. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi pada kulit yang diakibatkan oleh bakteri. Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari manfaat, efek samping, dosis, petunjuk penggunaan, dan lainnya melalui artikel ini!

Bufacetin: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Bufacetin

Nama Obat Bufacetin
Kandungan Obat Chloramphenicol (Kloramfenikol)
Kelas obat Antibiotik topikal
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi infeksi bakteri pada kulit
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Kontraindikasi Hipersensitif
Sediaan Obat Salep

Bufacetin Obat Apa?

Salep Bufacetin adalah antibiotik topikal dengan kandungan Chloramphenicol. Obat ini mengatasi infeksi bakteri dengan cara mencegah sintesis protein pada bakteri sehingga pertumbuhan sel bakteri terhambat. Kondisi ini kemudian membuat bakteri mati sehingga infeksi tidak berkembang.

Manfaat Bufacetin

Obat ini termasuk antibiotik yang artinya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Manfaat salep Bufacetin adalah untuk mengatasi infeksi bakteri gram positif maupun gram negatif, terutama bakteri yang peka terhadap Chloramphenicol. Obat ini tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur maupun virus.

Dosis Bufacetin

Obat topikal ini hadir dalam sediaan salep dengan kandungan 2% Chloramphenicol. Berikan obat ini sesuai dengan dosis yang disarankan oleh dokter. Dosis Bufacetin yang disarankan adalah sebagai berikut:

  • Dewasa dan anak-anak: 3-4 kali per hari, dioleskan di bagian kulit yang terinfeksi.

Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berbeda menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker.

Petunjuk Penggunaan Bufacetin

Gunakan obat sesuai dengan petunjuk penggunaan yang benar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut adalah petunjuk penggunaan salep Bufacetin:

  • Sebelum menggunakan obat, bersihkan tangan Anda dan area yang mengalami infeksi, kemudian keringkan.
  • Oleskan salep ini tipis saja pada bagian kulit yang terkena infeksi.
  • Cuci kembali tangan setelah selesai, kecuali area yang mengalami peradangan berada di tangan.
  • Gunakan salep ini sesuai dengan dosis yang diresepkan.
  • Gunakan salep ini di waktu yang sama setiap harinya, agar dosis tidak terlewat.
  • Hindari penggunaan pada area sensitif dan mukosa.
  • Obat ini tidak digunakan melalui oral. Segera hubungi petugas layanan kesehatan apabila tidak sengaja menelan obat ini.

Petunjuk Penyimpanan Bufacetin

Simpan obat sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Bufacetin yang harus diperhatikan:

  • Simpan salep ini pada suhu di bawah 25°C.
  • Simpan salep ini di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar
  • Hindari salep ini dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari salep ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Bufacetin

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Bufacetin yang memiliki kandungan Chloramphenicol. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul:

  • Ruam kulit
  • Gatal
  • Dermatitis kontak
  • Iritasi
  • Kulit kemerahan
  • Reaksi alergi
  • Gangguan darah

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan dosis yang kurang tepat, penggunaan jangka panjang, atau kondisi lain dari pasien. Apabila mengalami efek samping serius atau reaksi alergi, sebaiknya segera hentikan penggunaan obat.

Apabila efek samping tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika merasakan efek samping lainnya yang tidak disebutkan di atas, laporkan pada dokter untuk mengetahui kemungkinan efek samping lainnya.

Interaksi Obat Bufacetin

Interaksi obat dapat terjadi ketika Bufacetin digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan penggunaan Bufacetin:

  • Ampicillin
  • Phenobarbital
  • Vitamin B12

Daftar obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, obat herbal, dan juga produk perawatan kulit tertentu

Konsumsi makanan atau minuman tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Bufacetin

Obat Bufacetin termasuk ke dalam kategori obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat Bufacetin:

  • Jangan gunakan pada pasien yang hipersensitif terhadap Chloramphenicol dan komponen lain. Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki riwayat alergi antibiotik.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada pasien dengan luka bakar atau luka yang luas.
  • Obat ini tidak disarankan penggunaannya selama masa kehamilan. Diskusikan dengan dokter tentang penggunaannya apabila Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
  • Penggunaan obat ini pada ibu menyusui juga tidak disarankan. Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda sedang dalam masa menyusui.
  • Penggunaan pada anak-anak sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter.
  • Jangan hentikan penggunaan obat tanpa berdiskusi dengan dokter. Apabila gejala tidak membaik dalam 3-5 hari, konsultasikan kembali penggunaan obat ini dengan dokter Anda.
  • Penggunaan jangka panjang dan berulang tidak disarankan karena dapat meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme lain yang dapat memperburuk infeksi.

 

  1. Anonim. KLORAMFENIKOL. http://pionas.pom.go.id/monografi/kloramfenikol. (Diakses 12 Januari 2020).
  2. Anonim. Chloramphenicol Ointment Side Effects by Likelihood and Severity. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-19138-880/chloramphenicol-ophthalmic-eye/chloramphenicol-ointment-ophthalmic/details/list-sideeffects. (Diakses 12 Januari 2020).
  3. Anonim. 2019. Chloramphenicol. https://www.drugs.com/cdi/chloramphenicol.html. (Diakses 12 Januari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi