Terbit: 30 Agustus 2020 | Diperbarui: 6 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Budesonide adalah obat golongan kortikosteroid yang bekerja untuk mengurangi peradangan dalam tubuh. Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya berikut ini.

Budesonide: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Budesonide

 Nama Obat  Budesonide
 Kandungan Obat  Budesonide
 Kelas Terapi Obat  Kortikosteroid
 Kategori  Obat keras
 Kategori Keamanan Menurut FDA ·         Inhalasi: B (Studi pada hewan tidak menunjukkan risiko pada janin dan tidak ada studi terkontrol yang memadai pada wanita hamil).

·         Oral: C (Studi reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi memadai pada manusia, dapat digunakan apabila manfaatnya lebih besar dari potensi efek sampingnya).

 Fungsi Obat  Mengatasi peradangan dalam tubuh
 Dikonsumsi oleh  Dewasa dan anak-anak
 Kontraindikasi ·         Hipersensitif.

·         Jangan berikan sediaan oral pada pasien dengan sirosis hati

·         Jangan berikan sediaan inhalasi untuk pengobatan primer asma atau asma akut yang membutuhkan penanganan intensif

 Sediaan Obat  Kapsul, serbuk inhaler, cairan inhaler, nasal spray

 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Budesonide Obat Apa?

Budesonide adalah obat dari golongan kortikosteroid yang bekerja untuk mengatasi peradangan dalam tubuh. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan respons imun tubuh.

Sediaan oral umumnya digunakan untuk mengatasi peradangan pada saluran pencernaan seperti akibat penyakit Crohn. Sediaan nasal dapat mengatasi hidung tersumbat, bersin, dan pilek akibat alergi. Sedangkan sediaan inhalasi biasanya digunakan untuk mencegah serangan asma.

Merek Dagang Budesonide

Obat ini dijual dalam bentuk sediaan yang berbeda-beda dan tentunya juga merek dagang yang berbeda, meliputi:

  • Budenofalk
  • Cycortide
  • Cycortide 200
  • Inflammide
  • Obucort Swinghaler
  • Pulmicort
  • Pulmicort Respules
  • Pulmicort Turbuhaler
  • Rhinocort Aqua
  • Symbicort

Fungsi Obat Budesonide

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa setiap sediaan dapat memiliki kegunaan yang berbeda. Jika dirangkung, berikut adalah beberapa kondisi yang dapat diatasi dengan obat ini:

  • Penyakit Crohn
  • Kolitis mikroskopis
  • Kolitis ulseratif
  • Rhinitis alergi
  • Rhinitis vasomotor
  • Polip hidung
  • Croup
  • Asma

Selain untuk mengobati kondisi yang disebutkan di atas, obat ini juga mungkin digunakan untuk tujuan lain yang tidak tertera pada kemasan obat.

Peringatan dan Perhatian Budesonide

Budesonide termasuk ke dalam jenis obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Ikuti petunjuk dokter dengan seksama demi keamanan penggunaan obat ini. Berikut adalah kontraindikasi dan hal-hal lain yang harus diperhatikan.

Kontraindikasi Obat

Jangan konsumsi obat ini apabila Anda memiliki kondisi seperti:

  • Jangan gunakan obat ini apabila memiliki riwayat alergi atau hipersensitif terhadap budesonide atau komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Jangan berikan sediaan oral pada pasien dengan sirosis hati.
  • Jangan berikan sediaan inhalasi untuk pengobatan primer asma atau asma akut yang membutuhkan penanganan intensif.

Perhatian Obat

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat budesonide:

  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan kondisi seperti diabetes mellitus, miastenia gravis, penyakit tiroid, PPOK, penyakit kardiovaskular (hipertensi, serangan jantung akut), penyakit gastrointestinal (divertikulitis, tukak lambung aktif atau laten, intestinal anastomosis), infeksi (herpes simpleks, tuberkulosis aktif dan tidak aktif, dan infeksi jamur, bakteri, virus sistemik yang tidak diobati), katarak, glaukoma, gangguan kejang, dan gangguan afektif parah.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien yang berisiko mengalami penurunan jumlah mineral tulang seperti akibat imobilisasi berkepanjangan, osteoporosis, pascamenopause, atau karena gizi buruk.
  • Hindari penggunaan pada pasien yang menjalani operasi hidung atau mengalami trauma hidung baru-baru ini.
  • Jangan hentikan penggunaan obat ini secara mendadak tanpa berkonsultasi dengan dokter sebelumnya.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki gangguan ginjal dan hati.
  • Hati-hati penggunaan pada anak-anak.
  • Hati-hati penggunaan pada ibu hamil dan menyusui.

Interaksi Obat Budesonide

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat dapat menyebabkan peningkatan potensi efek samping atau menurunnya efektivitas obat.

Berikut adalah beberapa interaksi obat yang mungkin terjadi ketika budesonide digunakan bersama obat lain:

  • Dapat mengurangi efek terapi vaksin.
  • Dapat meningkatkan efek samping dan paparan sistemik jika digunakan bersama dengan CYP3A4 inhibitor (ketoconazole, itraconazole, HIV protease inhibitors, clarithromycin, cobicistat dst.).
  • Dapat menurunkan paparan sistemik jika digunakan bersama CYP3A4 inducers (carbamazepine, rifampicin, dst.)
  • Meningkatkan ekskresi K dan memperburuk hipokalemia jika digunakan bersama obat diuretik.
  • Menurunkan penyerapan obat jika digunakan bersama antasida atau kolestiramin.

Interaksi obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, nonresep, hingga herbal.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat ini untuk menghindari interaksi obat.

Efek Samping Budesonide

Obat-obatan jenis apapun berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini.

Efek Samping Sediaan Oral

Segera hubungi dokter dan hentikan penggunaan obat bila muncul efek samping seperti:

  • Reaksi alergi
  • Kulit menipis, mudah memah, bertambahnya jerawat atau rambut di wajah
  • Bengkak di pergelangan kaki
  • Lemah, kelelahan, pusing, menurunnya kesadaran
  • Mual, muntah, BAB berdarah
  • Sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Masalah menstruasi (wanita), impotensi atau hilang hasrat seksual (pria)
  • Muncul stretch mark, perubahan bentuk dan lokasi lemak tubuh (terutama pada bagian wajah, leher, punggung, dan pinggang)

Efek samping lain yang umum terjadi untuk penggunaan sediaan oral adalah seperti:

  • Sakit kepala
  • Mual, sakit perut, gas di perut, kembung, sembelit
  • Lelah
  • Nyeri sendi
  • Jerawat
  • Gejala pilek (hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan)

Efek Samping Sediaan Nasal Spray

Hentikan penggunaan dan segera konsultasi dengan dokter apabila muncul efek samping seperti:

  • Reaksi alergi
  • Mimisan berkelanjutan
  • Luka di hidung yang tidak kunjung sembuh
  • Mengi, kesulitan bernapas
  • Gangguan penglihatan
  • Demam, menggigil, badan pegal, gejala flu

Efek samping lain yang lebih umum untuk penggunaan nasal spray adalah:

  • Tenggorokan kering dan sakit
  • Batuk
  • Iritasi hidung
  • Nyeri, bengkak, gatal, sensasi terbakar, dan iritasi tenggorokan
  • Luka atau bercak putih di dalam atau sekitar hidung

Efek Samping Sediaan Inhalasi

Segera hentikan penggunaan dan hubungi dokter apabila Anda mengalami:

  • Gejala asma yang memburuk
  • Mengi, tersedak, atau gangguan pernapasan lain setelah menggunakan obat
  • Bercak putih atau luka di mulut atau bibir
  • Gangguan penglihatan
  • Tanda infeksi (demam, menggigil, nyeri, sakit telinga, mual, muntah)
  • Pertumbuhan tidak normal (pada anak-anak)

Efek samping yang lebih umum dari penggunaan sediaan inhalasi meliputi:

  • Hidung tersumbat
  • Bersin
  • Mata merah, gatal, berarit
  • Demam, sakit tenggorokan, batuk
  • Mual, muntah, diare, sakit perut, hilang nafsu makan
  • Mimisan
  • Sakit kepala
  • Sakit punggung

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan atau saat tubuh telah menyesuaikan diri.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat interaksi obat, dosis berlebihan, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Dosis Budesonide

Berikut adalah dosis yang disarankan untuk penggunaan obat ini:

Dosis Sediaan Oral

Dosis untuk penyakit Crohn

  • Dosis dewasa untuk penyakit ringan hingga sedang: 9 mg setiap hari, dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau terbagi menjadi 3 dosis, diberikan selama 8 minggu. Dosis dikurangi pada 2-4 minggu sebelum terapi dihentikan. Berikan obat 30 menit sebelum makan.
  • Dosis dewasa untuk episode penyakit aktif yang berulang: Ulangi dosis yang sama selama 8 minggu.
  • Dosis dewasa untuk pemeliharaan: 6 mg, satu kali sehari selama 3 bulan. Kurangi dosis secara bertahap.

Dosis untuk kolitis mikroskopis

  • Dosis dewasa untuk penyakit aktif: 9 mg, sekali sehari selama 8 minggu.
  • Dosis dewasa untuk pemeliharaan: 6 mg, sekali sehari di pagi hari atau gunakan dosis efektif terendah.

Dosis Sediaan Inhalasi

Dosis untuk croup

  • Anak: 2 mg, diberikan sebagai dosis tunggal atau terbagi menjadi 2 dosis yang diberikan dengan jarak 30 menit. Dosis dapat diulangi setiap 12 jam hingga 36 jam hingga perbaikan klinis diamati.

Dosis untuk asma

  • Dewasa: 200-800 mcg (inhaler bubuk kering), diberikan sebagai dosis tunggal atau dibagi menjadi 2 dosis terbagi.
  • Anak usia 5-12 tahun: 200-800 mcg perhari, diberikan dalam dua dosis terbagi.

Dosis Sediaan Nasal Spray

Dosis untuk rhinitis alergi dan rhinitis vasomotor

  • Dewasa dan anak di atas 6 tahun: ukuran 64 mcg/dosis, 2 semprotan untuk masing-masing lubang hidung. Dosis dapat diturunkan menjadi 1 semprotan jika efeknya sudah dirasakan.

Dosis untuk polip hidung

  • Dewasa dan anak di atas 6 tahun: ukuran 56 mcg/dosis, 1 semprotan ke setiap lubang hidung.

Dosis di atas adalah aturan dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Budesonide

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah aturan minum dan penggunaan Budesonide oral yang benar:

  • Gunakan obat sesuai dengan sediaannya.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang ditetapkan oleh dokter.
  • Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya agar dosis tidak terlewat.
  • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat saat ingat. Namun jika lebih dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.
  • Jangan menghentikan penggunaan obat ini tiba-tiba dan tanpa berkonsultasi dengan dokter karena dapat memperburuk kondisi Anda.

Petunjuk Penyimpanan Budesonide

Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat ini yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu di bawah 20°-25°C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap. Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jaga obat tetap dalam kemasannya sebelum digunakan.

 

 

  1. Anonim. 2019. Budesonide nasal. https://www.drugs.com/mtm/budesonide-nasal.html. (Diakses 30 Agustus 2020).
  2. Anonim. 2019. Budesonide. https://www.drugs.com/mtm/budesonide.html. (Diakses 30 Agustus 2020).
  3. Anonim. 2019. Budesonide inhalation. https://www.drugs.com/mtm/budesonide-inhalation.html. (Diakses 30 Agustus 2020).
  4. Anonim. 2019. Budesonide Pregnancy and Breastfeeding Warnings. https://www.drugs.com/pregnancy/budesonide.html. (Diakses 30 Agustus 2020).
  5. Anonim. BUDESONID. http://pionas.pom.go.id/monografi/budesonid. (Diakses 30 Agustus 2020).
  6. Anonim. Budesonide. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/budesonide?mtype=generic. (Diakses 30 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi