Daftar Obat Bisul yang Manjur dan Alami (Bisul Cepat Sembuh!)

salep-bisul-doktersehat

DokterSehat.Com – Apakah Anda sedang memiliki bisul di area tertentu? Adanya bisul di tubuh memang mengganggu dan bisa menurunkan kepercayaan diri. Namun, tak perlu cemas karena ada beberapa obat bisul yang manjur atasi bisulan.

Terdapat obat bisul alami maupun secara medis yang diproduksi oleh industri farmasi. Untuk obat secara medis kebanyakan berupa salep atau biasa disebut salep bisul. Sebelum ke daftar obat bisul paling ampuh, terlebih dahulu simak apa itu bisul, gejala bisul, dan penyebab bisul.

Apa Itu Bisul?

Bisul adalah benjolan yang muncul karena adanya peradangan folikel rambut yang disertai infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Di dalam bisul terdapat nanah yang merupakan sel-sel darah putih yang ‘kalah’ melawan bakteri Staphylococcus aureus.

Umumnya, area tubuh yang kerap kali bisulan adalah area tubuh yang berambut terutama pada bagian lipatan seperti ketiak, selangkangan, leher, dan lainnya. Orang-orang yang memiliki berat badan berlebih memiliki peluang lebih besar untuk bisulan.

Gejala Bisul

Ada beberapa gejala bisul yang perlu diperhatikan. Beberapa gejala bisul di antaranya adalah adanya benjolan kemerahan dan disertai nanah. Benjolan tersebut mulai terasa nyeri dan gatal.

Gejala bisul juga sering ditandai dengan adanya pembengkakkan pada kelenjar getah bening regional seperti bengkak di leher, selangkangan, dan bagian lainnya. Orang yang sedang bisulan juga memiliki gejala berupa demam.

Penyebab Bisul

Penyebab bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut memang ada di permukaan kulit manusia dan terkadang bisa menginfeksi folikel rambut pada kulit. Bisul juga disebabkan oleh adanya luka pada permukaan kulit dan mengalami infeksi bakteri itu.

Orang yang kurang menjaga kebersihan, terutama pada anak-anak, bisul bisa muncul lewat kotoran yang menempel pada kulit dan terjadilah peradangan. Penderita diabetes juga memiliki kemungkinan bisul karena imunitas yang rendah sehingga sering tak mampu melawan serangan bakteri Staphylococcus aureus.

Baca juga: Bisul: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Obat Bisul yang Alami

Meskipun mengganggu dan merusak penampilan, bisul adalah sebuah kondisi yang dapat dan mudah diobati. Berikut ini adalah cara mengobati bisul secara alami yang bisa dilakukan:

1. Menjaga Kebersihan

Cara mengobati bisul yang pertama adalah dengan menjaga kebersihan. Mandilah secara teratur, yaitu dua kali sehari (pagi dan sore hari) agar bakteri penyebab bisul secara berangsung berkurang.

Selain mandi teratur, gantilah pakaian secara teratur dan pastikan untuk selalu memakai pakaian yang bersih. Pada anak-anak, ingatkan untuk selalu rajin mencuci tangan setiap kali mereka selesai bermain di luar atau bersama teman.

2. Mandi dengan Sabun Antiseptik

Salah satu obat bisul alami adalah dengan menggunakan sabun antiseptik. Jika Anda sering mengalami bisulan maka mandilah sehari dua kali dengan menggunakan sabun antiseptik. Sabun antiseptik mengandung triclosan yang mampu membunuh bakteri Staphylococcus aureus.

3. Mandi Khusus

Cara mengobati bisul secara alami atau tanpa memakai obat bisul kimia adalah dengan melakukan bleach baths atau mandi pemutih merupakan obat bisul alami cepat sembuh. Anda bisa melakukan bleach baths sendiri di rumah.

Bahan-bahan yang perlu Anda siapkan adalah 40 galon air hangat dan 1/2 cangkir pemutih atau chlorin. Tuanglah kedua bahan tersebut ke dalam bak mandi. Setelah itu, Anda bisa berendam di dalam bak selama 15 menit. Lakukan ini seminggu dua kali.

4. Kompres Hangat

Obat bisul alami cepat sembuh ini juga bisa dilakukan dengan memberikan kompres hangat pada area tubuh yang terdapat bisul. Pemberian kompres hangat dapat membuat nanah di dalam bisul lebih cepat keluar karena bisul terbuka.

Cara Mengobati Bisul secara Medis

Selain obat bisul alami, terdapat beberapa pilihan obat bisul paling ampuh lainnya yang bisa digunakan, di antaranya:

1. Salep Bisul

Apabila Anda telah mencoba beberapa obat bisul alami yang telah disebutkan di atas tetapi bisul masih belum mengalami perbaikan maka Anda bisa menggunakan salep bisul kimia yang tersedia di apotek. Beberapa pilihan salep bisul terdiri dari:

  •  Mupirocin 

Mupirocin merupakan obat bisul paling ampuh yang hanya digunakan secara topikal atau salep bisul. Penggunaan mupirocin dapat dilakukan jika terjadi infeksi pada kulit yang diakibatkan oleh bakteri gram positif seperti Staphylococcus aureus.

Oleskan salep bisul yang mengandung mupirocin sebanyak tiga kali sehari selama 10 hari berturut-turut. Obat bisul topikal berbahan mupirocin tidak direkomendasikan untuk bayi (anak di bawah usia 1 tahun).

Salep dengan kandungan mupirocin dapat menimbulkan beberapa efek samping. Beberapa efek samping salep bisul mupirocin yang mungkin muncul di antaranya adalah sensasi terbakar, kemerahan, pruritus, dan urtikaria.

  • Gentamisin

Obat bisul topikal yang bisa Anda gunakan selain mupirocin  adalah salep yang mengandung gentamicin. Kandungan gentamicin mampu mengobati bisul yang muncul. Oleskan salep bisul gentamicin sebanyak 3-4 kali sehari.

  • Klindamisin

Klindamisin adalah obat bisul paling ampuh yang tersedia secara oral dan topikal. Pertama, gunakanlah klindamisin dalam bentuk salep bisul. Salep yang mengandung klindamisin bisa melawan bakteri gram positif.

Akan tetapi, Anda perlu berhati-hati di dalam penggunaan salep bisul berbahan klindamisin. Hal ini dikarenakan klindamisin memiliki efek sampingnya yang serius. Efek samping klindamisin yang umum adalah kolitis.

  • Garamycin 

Anda juga bisa menggunakan obat bisul kimia topikal yang memiliki bahan aktif garamisin. Garamisin merupakan monografi obat yang mampu melawan infeksi akibat bakteri gram positif. Namun, salep bisul dengan bahan ini tidak boleh digunakan pada anak di bawah usia 1 tahun dan pada orang-orang yang alergi dengan garamycin.

  • Sefaleksin

Salep bisul yang mengandung sefaleksin bisa mengobati bisul yang diakibatkan oleh bakteri gram positif, yaitu Staphylococcus aureus. Namun, salep bisul sefaleksin tidak dapat digunakan jika Anda memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap antibakteri beta-laktam.

2. Obat Oral Bisul

Obat bisul kimia tersedia dalam dua bentuk sediaan, yaitu salep bisul dan obat bisul oral, berikut penjelasannya. Penggunaan salep bisul biasanya diberikan sebelum obat bisul oral. Anda baru bisa menggunakan obat bisul oral jika masih tak kunjung terobati setelah pemakaian salep bisul.

Para penderita diabetes juga bisa menggunakan obat oral bisul. Hal ini dikarenakan penderita penyakit diabetes umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah sehingga membutuhkan obat bisul secara oral.

Adapun obat bisul oral yang dapat digunakan adalah:

  • Amoksisilin

Obat-obatan dari golongan penisilin, yaitu amoksisilin bisa menjadi obat bisul secara oral. Dosis amoksisilin yang harus diberikan adalah sebanyak 50 mg/kg bb/hari. Berikan dengan dosis tersebut dalam dosis terbagi yaitu 1 hari 3 kali selama 7 hari berturut-turut.

  • Eritromisin

Selain amoksisilin, obat bisul per oral yang bisa diberikan adalah obat yang mengandung eritromisin. Pemberian obat berbahan eritromisin juga memiliki dosis tersendiri, yaitu 40 mg/kg bb/hari dengan dosis terbagi sebanyak 4 kali sehari.

_

Bila ingin menggunakan cara mengobati bisul di atas, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter tentang kondisi kesehatan dan alergi.

Sementara itu, jika Anda telah menggunakan obat bisul alami maupun secara medis ini tapi tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter ya, Teman Sehat!

 

Informasi ini telah ditinjau oleh dr. Patricia Aulia dan dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. BPOM: Pusat Informasi Obat Nasional: http://pionas.pom.go.id
  2. Cunha, John P. 2019. Boils. https://www.emedicinehealth.com/boils/article_em.htm#what_treatments_get_rid_of_boils. (Diakses 19 November 2019)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. How To Treat Boils and Styes. https://www.aad.org/injured-skin/treat-boils-styes
  4. Frothingham, Scott. 2018. Antibiotics for Boils: Prescribed and Over-the-Counter. https://www.healthline.com/health/antibiotics-for-boils. (Diakses 19 November 2019)