Terbit: 24 Agustus 2020 | Diperbarui: 25 Agustus 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Apa saja obat biduran? Ada banyak pilihan pengobatan biduran atau yang biasa disebut kaligata ini bisa Anda terapkan di rumah, mulai dari yang alami sampai yang medis. Simak informasi lengkapnya tentang berbagai pengobatannya di bawah ini!

Obat Biduran: 23 Pengobatan yang Alami dan Medis (Ampuh)

Obat Biduran di Apotek

Biduran atau atau dalam istilah medis disebut urtikaria adalah ruam kemerahan yang menonjol atau bentol di kulit dan terasa gatal. Ruam dan gatal yang ringan hingga berat dapat diatasi secara mandiri di rumah. Ada banyak pilihan obat bebas atau over the counter (OTC) yang tidak hanya dapat meredakan gatal dan iritasi, tetapi juga menargetkan respons histamin tubuh, yang menyebabkan munculnya gatal-gatal.

Berikut ini adalah beberapa obat biduran medis yang bisa dipilih:

1. Losion Calamine

Obat yang mengandung calamine dapat membantu meredakan gatal dengan mendinginkan kulit. Losion calamine dapat dioleskan langsung ke kulit Anda, berikut ini caranya:

  • Pastikan mengocok wadah losion calamine sebelum menggunakannya.
  • Tuangkan losion calamine di atas kapas atau kain.
  • Oleskan kapas atau kain langsung ke kulit yang terkena dan biarkan mengering.
  • Obati gatal-gatal dengan losion calamine seperlunya.

2. Antihistamin

Diphenhydramine adalah obat antihistamin oral yang dapat mengurangi ruam dan gejala lainnya seperti gatal, yang bekerja dari dalam ke luar. Pastikan untuk mengikuti instruksi dosis pada kemasan obat biduran ini. Efek diphenhydramine biasanya dimulai dalam satu jam dan gejalanya akan berkurang dalam satu hari. Efek samping obat ini menyebabkan ngantuk.

Obat antihistamin lainnya seperti fexofenadine, loratadine, dan cetirizine, biasanya tersedia dalam formula 12 atau 24 jam untuk memberikan bantuan yang lebih lama. Obat-obatan ini juga lebih kecil kemungkinannya menyebabkan kantuk dibandingkan dengan diphenhydramine.

Penderita biduran mungkin perlu menyesuaikan dosis untuk mengobatinya secara efektif, jadi konsultasikan dengan dokter atau apoteker. Mereka dapat memberi tahu Anda tentang dosis yang harus dikonsumsi dan seberapa sering.

3. Prednisone

Obat yang termasuk kortikosteroid ini digunakan secara oral. Penggunaan obat biduran ini sebaiknya dalam waktu yang singkat seperti yang disarankan oleh dokter. Kortikosteroid memiliki efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam waktu lama. Efek sampingnya kortikosteroid, di antaranya:

  • Peningkatan tekanan darah.
  • Peningkatan tekanan mata (glaukoma).
  • Pembengkakan.
  • Penambahan berat badan.

Sedangkan penggunaan dalam jangka panjang dapat berisiko kondisi berikut:

  • Katarak.
  • Gula darah tinggi (hiperglikemia).
  • Berkurangnya pelepasan hormon dari kelenjar adrenal.
  • Respons imun yang buruk terhadap patogen sehingga rentan terkena infeksi.
  • Kulit menipis.

Guna mengurangi efek samping, minum kortikosteroid oral dengan dosis lebih sedikit dan beralih ke krim kortikosteroid berdasarkan resep dokter.

4. Dapsone

Antibiotik ini tersedia secara topikal dan sebagai obat oral. Obat biduran di apotek ini dapat mengobati peradangan yang disebabkan oleh gatal-gatal atau kondisi kulit lain yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, penggunaan obat ini obat ini harus berdasarkan resep dari dokter.

5. Antagonis Reseptor Leukotriene

Obat yang masuk dalam golongan nonsteroid ini digunakan secara oral. Antagonis reseptor leukotrien harus digunakan hanya jika setelah pengobatan steroid dan antihistamin tidak efektif. Efek samping yang umum dari obat ini adalah sakit kepala, sakit perut, batuk, dan demam ringan.

6. Omalizumab

Penggunaan obat biduran di apotek ini harus disuntikkan di bawah kulit. Obat dapat diberikan jika biduran Anda telah berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Efek samping yang umum adalah sakit kepala, pusing, sakit telinga bagian dalam, dan gejala pilek.

7. Pengubah Leukotrien (Leukotriene Modifiers)

Pengubah leukotrien dapat bekerja dengan mencegah pelepasan leukotrien, zat yang tidak hanya memicu penyempitan saluran pernapasan tetapi juga meningkatkan peradangan.

Bekerja dengan menahan efek terakhir, pengubah leukotrien efektif dalam mengobati jenis tertentu dari biduran akut (terutama yang disebabkan oleh makanan atau aspirin), serta bentuk kronis (seperti biduran kolinergik yang disebabkan oleh panas atau olahraga).

Pengubah leukotrien adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati asma. Obat ini dapat digunakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan antihistamin. Dua pilihan yang direkomendasikan, termasuk accolate dan singulair. Cara mengobati biduran ini memiliki efek samping, termasuk sakit kepala, mual, muntah, insomnia, dan mudah tersinggung.

Baca Juga: Biduran: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Obat Biduran Alami

Selain bisa didapatkan di apotek, obat urtikaria bisa Anda dapatkan dengan mudah di dapur atau di halaman rumah. Bahan-bahan alami ini mampu membantu meredakan gejala. Meskipun mudah didapatkan dan digunakan, tetapi sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter tentang dosis dan efek sampingnya.

Berikut ini adalah sejumlah obat biduran alami:

1. Lidah Buaya

Lidah buaya atau aloe vera adalah tanaman yang dikenal memiliki khasiat sebagai penyembuh, salah satunya sebagai cara mengatasi biduran. Meskipun sebagai antiinflamasi alami, lidah buaya dapat menyebabkan dermatitis kontak, jadi sangat penting untuk melakukan uji tempel pada kulit sebelum menerapkan untuk biduran.

Cara melakukan uji tempel kulit cukup mengoleskannya ke area kulit yang tidak terkena biduran. Jika tidak mengalami iritasi dalam waktu 24 jam, sebaiknya aplikasikan pada biduran dengan hati-hati.

Oleskan ekstrak lidah buaya segar pada kulit yang terasa gatal-gatal sesuai kebutuhan atau beberapa kali sehari. Jika menggunakan gel lidah buaya dari apotek, pastikan ikuti instruksi pada kemasan.

2. Oatmeal

Sifat antiinflamasi oatmeal dapat meredakan gatal-gatal, yang dapat digunakan selama Anda tidak alergi terhadap komponen apa pun dari oatmeal.

Caranya cukup menambahkan satu setengah cangkir oatmeal koloid ke dalam bak mandi, pastikan airnya tidak terlalu panas. Terlalu panas dapat memicu gatal-gatal dan cara mengatasi biduran ini tidak efektif.

Berendam dalam air oatmeal tidak lebih dari 15 menit dan sebaiknya berhati-hati saat mengeringkan badan menggunakan handuk, terutama yang bertekstur kasar.

3. Baking Soda

Cara mengobati biduran bisa menggunakan pasta dari soda kue dan air yang memberikan efek menenangkan dan juga mencegah munculnya biduran baru. Soda kue dikenal sebagai nahcolite, merupakan bagian dari natron mineral alami. Natron mengandung natrium bikarbonat dalam jumlah besar.

Baking soda telah digunakan sejak zaman kuno sebagai obat penenang dan pembersih. Caranya hanya mencampurkan satu sendok teh baking soda dengan air dingin untuk membuat pasta. Langkah selanjutnya menggosokkannya pada kulit yang terkena biduran. Biarkanlah sampai benar-benar kering sebelum dicuci.

Cara mengobati biduran ini bisa dilakukan beberapa kali sehari, jika diperlukan. Efek pengobatan biasanya langsung terasa.

4. Minyak Kelapa

Minyak kelapa diketahui memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik. Oleh karenanya, bahan alami ini dapat membantu mengurangi iritasi kulit dan gatal-gatal.

Cara mengatasi biduran ini cukup mengoleskan minyak kelapa langsung pada kulit yang terkena biduran. Biarkan selama sekitar 20 menit dan kemudian mencucinya dengan air. Lakukan cara ini sekali sehari sampai biduran menghilang.

5. Kunyit

Kurkumin adalah senyawa aktif yang terkandung dalam kunyit efektif dalam mengatasi kondisi kulit seperti pruritus dan psoriasis. Oleh karena itu, kunyit dapat membantu meringankan gejala gatal-gatal akibat biduran.

Cara membuat ramuan kunyit hanya mencampurkan satu sendok bubuk kunyit dengan air secukupnya sampai menjadi pasta. Oleskan pasta langsung pada kulit dan dibiarkan mengering, kemudian cuci dengan air hangat.
Terapkan obat biduran alami ini sebanyak dua kali sehari.

6. Jahe

Jahe sangat kaya akan senyawa bioaktif yang memberikan sifat analgesik dan antiinflamasi. Senyawa ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan di area yang terkena biduran.

Cara mengobati biduran hanya mencampurkan 1 sendok teh air jahe dan 1 sendok teh madu. Obat alami ini cukup
diminum dua sampai tiga kali sehari.

7. Teh Hijau

Teh hijau tidak hanya memiliki antioksidan, tetapi juga kaya akan polifenol yang memiliki sifat antiinflamasi. Oleh karenanya, teh ini dapat membantu mengurangi pembengkakan di area yang terkena biduran.

Seperti membuat teh pada umumnya, Anda cukup menyeduh daun teh hijau dengan air panas. Untuk menambahkan rasa manis, Anda bisa mencampurkan madu secukupnya. Minumlah ramuan ini selagi hangat sebanyak dua kali sehari.

Baca Juga: 12 Obat Gatal Alergi yang Alami, Cepat, dan Ampuh!

Cara Mengatasi Biduran

Perawatan penunjang dari obat alami maupun medis bisa dilakukan untuk membantu mengurangi gejala biduran. Perawatannya cukup melakukan beberapa tips dan menjalani perubahan gaya hidup.

Berikut ini adalah berbagai cara mengatasi biduran:

1. Kompres Dingin

Menerapkan kompres dingin pada kulit dapat membantu meredakan iritasi pada kulit akibat biduran. Cara menggunakan kompres dingin sangat mudah, bungkuslah segenggam es dengan handuk bersih dan terapkan langsung pada kulit yang terkena biduran selama 10 menit. Ulangi cara ini sesuai kebutuhan dalam sehari.

2. Hindari Produk Tertentu yang Mengiritasi Kulit

Sabun tertentu dapat membuat kulit kering dan menyebabkan lebih banyak gatal saat mengalami gatal-gatal. Jadi, pastikan menggunakan sabun khusus untuk kulit sensitif. Sabun khusus ini biasanya tanpa menggunakan wewangian dan bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit.

Tidak hanya sabun, Anda juga harus menghindari penggunaan pelembap atau losion yang mungkin dapat mengiritasi kulit. Untuk itu, pilihlah formula yang khusus untuk kulit sensitif. Sebaiknya mengoleskan pelembap atau losion segera setelah mandi untuk membantu meredakan gatal.

3. Pastikan Ruangan Tetap Sejuk

Suhu panas dalam ruangan bisa memperburuk rasa gatal yang disebabkan biduran. Jadi, pastikan menjaga suhu di rumah tetap sejuk dan nyaman. Anda bisa menggunakan humidifier, alat pelembap ruangan. Jika beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya hindari paparan sinar matahari langsung.

4. Mengenakan Pakaian Berbahan Katun, Longgar, dan Halus

Selain menjaga suhu ruangan tetap sejuk, hindarilah memakai pakaian yang kasar, ketat, atau berbahan wol. Cara ini akan membantu untuk menghindari iritasi kulit. Sebagai solusinya, kenakanlah pakaian yang lembut, halus, berbahan katun, dan longgar.

5. Suplemen

Beberapa penelitian mengatakan bahwa sejumlah suplemen dapat membantu mengatasi gejala biduran, di antaranya:

  • Vitamin B-12, C, dan D.
  • Minyak ikan.
  • Quercetin.

Namun, kebanyakan ahli mengatakan bahwa pilihan suplemen ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Jadi, berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengonsumsi suplemen apa pun.

6. Perubahan Gaya Hidup

Jika Anda tahu penyebab biduran dan dapat menghindarinya, ini akan membantu mengatasi dan mencegah biduran. Dalam beberapa kasus, pemicunya mungkin mudah diketahui seperti makanan atau hewan.

Caranya mungkin dengan membuat catatan harian makanan untuk melacak dengan mudah bagaimana makanan yang Anda makan dapat dapat menyebabkan biduran.

Mencatat kapan terkena biduran juga membantu mencari tahu penyebabnya. Misalnya penggunaan parfum, suhu panas atau dingin yang ekstrem, atau bahan kimia yang berbeda bisa menjadi penyebab. Jika diketahui menjadi penyebab, tentu langkah yang harus diambil adalah menghindarinya agar tidak terkena biduran.

7. Kurangi Stres

Tekanan mental atau stres dapat menyebabkan gatal-gatal di kulit. Stres bahkan dapat memperparah biduran. Ketika stres jangka pendek atau jangka panjang yang berlebihan, kondisi ini berdampak pada sistem kekebalan tubuh.

Oleh karenanya, stres dapat merusak sistem kekebalan, kemudian tubuh merespons dengan mengirimkan histamin secara internal untuk menangkis masalah kesehatan, yang dalam hal ini adalah stres. Pelepasan histamin dapat menyebabkan gatal-gatal. Ini pada dasarnya reaksi alergi terhadap stres dan tubuh mengirimkan sinyal berupa gatal-gatal.

Cara mengatasi biduran yang terbaik adalah dengan mengurangi tingkat stres sebanyak mungkin. Ada banyak cara yang efektif untuk mengurangi stres, misalnya melakukan hobi, olahraga, atau bermain bersama teman dan keluarga.

8. Terapi Pikiran-Tubuh

Sebagian besar orang beralih ke terapi pikiran-tubuh karena berdampak baik pada pikiran dan emosi dalam kesehatan secara keseluruhan. Mengingat stres dapat memperparah gejala biduran, terutama bila kondisinya kronis.

Selain melakukan hobi hingga bermain bersama keluarga, berikut ini cara mengurangi stres dengan terapi pikiran-tubuh:

  • Meditasi, merupakan teknik relaksasi pikiran yang dapat melatih bagaimana mengarahkan pikiran dari sensasi fisik.
  • Pernapasan dalam (pranayama), jenis meditasi ini fokus berpusat pada rutinitas pernapasan ritmis.
  • Citra terpandu, merupakan teknik dalam mengelola stres dan mengurangi ketegangan. Teknik ini dapat menciptakan citra mental yang menenangkan.
  • Progressive muscle relaxation (PMR) atau relaksasi otot progresif, merupakan teknik relaksasi dengan mengencangkan dan melemaskan sekumpulan otot selama 5 detik. Selain menenangkan, teknik ini dapat mencegah kram otot.

9. Akupunktur

Akupunktur adalah salah satu pengobatan alami untuk mengatasi gatal-gatal, terutama untuk gatal-gatal kronis. Cara ini adalah teknik kesehatan holistik yang berasal dari praktik pengobatan tradisional Cina. Terapis terlatih akan merangsang titik-titik tertentu pada tubuh dengan memasukkan jarum tipis ke dalam kulit.

Khusus untuk gatal-gatal, akupunktur bertujuan untuk meredakan pembengkakan dan gatal dengan cepat. Akupunktur juga mencoba mencari penyebab biduran, termasuk ketidakseimbangan atau pemicu yang mendasari yang menyebabkan biduran.

 

  1. Mayo Clinic Staff. 2019. Hives and angioedema. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hives-and-angioedema/diagnosis-treatment/drc-20354914. (Diakses pada 24 Agustus 2020).
  2. Mishra, Sucharita. 2020. 10 Home Remedies For Hives + Causes And Treatment. https://www.stylecraze.com/articles/effective-home-remedies-for-hives/. (Diakses pada 24 Agustus 2020).
  3. More, Daniel. 2019. How Urticaria (Hives) Is Treated. https://www.verywellhealth.com/treating-urticaria-83240#over-the-counter-remedies. (Diakses pada 24 Agustus 2020).
  4. Price, Annie. 2017. Hives Treatment: 9 Natural Home Remedies. https://draxe.com/health/hives-treatment/. (Diakses pada 24 Agustus 2020).
  5. Silver, Natalie. 2019. 15 Ways to Get Rid of Hives. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/how-to-get-rid-of-hives#prescription-options. (Diakses pada 24 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi