Terbit: 19 Mei 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Bactesyn obat apa? Bactesyn adalah obat yang tergolong ke dalam antibiotik spektrum luas yang bermanfaat untuk mengobati beberapa jenis penyakit infeksi. Antibiotik Bactesyn termasuk obat keras yang hanya bisa didapatkan di apotek dan harus menyertakan resep dokter.

Bactesyn – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Baca terus penjelasan ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat Bactesyn. Penjelasan ini mengandung informasi tentang bentuk sediaan, kandungan, harga, manfaat, indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping, dan harga obat Bactesyn.

Rangkuman Informasi Obat Bactesyn

Nama Bactesyn
Golongan Obat Antibakteri » Penisilin » Penisilin Spektrum Luas
Bentuk Sediaan Tablet dan serbuk injeksi
Kandungan Sultamisilin (oral) dan Ampisilin + Sulbaktam (injeksi)
Manfaat Mengobati beberapa jenis penyakit infeksi karena bakteri tertentu
Indikasi Penggunaan Infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan, dan lainnya
Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap penisilin
Cara pakai Diminum atau diinjeksi
Dosis 2x sehari (Bactesyn oral)
Efek samping Reaksi alergi, diare, dispnea, syok anafilaksis, dan lainnya
Harga Rp250.000/ strip dan Rp40.000-125.000 (injeksi)

Bentuk Sediaan Bactesyn

Bactesyn memiliki dua jenis bentuk sediaan, yaitu oral dan parenteral. Obat Bactesyn oral tersedia dalam bentuk tablet. Setiap satu tablet Bactesyn mengandung kekuatan dosis sebesar 375 mg.

Pada sediaan parenteral, antibiotik ini tersedia dalam bentuk serbuk injeksi dengan dua jenis kekuatan dosis. Bactesyn 750 injeksi adalah obat Bactesyn dalam bentuk injeksi dengan kekuatan dosis 750 mg per vial.

Ada pula Bactesyn injeksi yang memiliki kekuatan dosis 1500 mg per vial. Penyimpanan Bactesyn harus dilakukan secara hati-hati karena merupakan antibiotik yang termasuk ke dalam obat keras.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Simpanlah Bactesyn di dalam lemari yang terkunci agar tidak mudah dijangkau oleh anak-anak. Selain itu, simpan antibiotik Bactesyn di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari.

Kandungan Bactesyn

Kandungan yang ada di dalam obat Bactesyn oral adalah sultamisilin. Sultamisilin termasuk bahan aktif yang tergolong ke dalam penisilin spektrum luas. Bahan aktif sultamisilin mampu membunuh bakteri sehingga beberapa penyakit infeksi dapat diobati.

Bactesyn injeksi mengandung dua kombinasi bahan aktif, yaitu ampisilin dan sulbaktam. Kandungan tambahan yaitu sulbaktam akan semakin meningkatkan efektivitas kerja ampisilin untuk membunuh bakteri.

Cara kerja ampisilin kombinasi sulbaktam adalah dengan menghambat pembentukkan enzim yang sangat diperlukan oleh bakteri untuk kelangsungan hidupnya. Ketika produksi enzim tersebut terganggu, maka bakteri akan mati.

Manfaat Bactesyn

Sebagaimana antibiotik pada umumnya, Bactesyn memiliki manfaat untuk mengobati beberapa jenis penyakit infeksi. Baik Bactesyn oral maupun Bactesyn injeksi memiliki manfaat tersendiri.

Berikut ini adalah beberapa manfaat Bactesyn oral:

  • Mengobati infeksi saluran pernapasan atas (seperti sinusitis, tonsilitis, dan otitis media
  • Mengobati infeksi saluran pernapasan bawah (seperti pneumonia dan bronkitis)
  • Mengobati infeksi saluran kemih dan pyelonephritis
  • Mengobati infeksi kulit dan jaringan lunak
  • Mengobati infeksi gonococcal
  • Dan lainnya

Obat Bactesyn injeksi bisa bermanfaat untuk atasi beberapa penyakit, yaitu:

  • Mengobati eksaserbasi bronkitis kronis
  • Mengobati infeksi telinga bagian tengah
  • Mengobati infeksi saluran kemih
  • Mengobati infeksi saluran pernapasan atas
  • Mengobati infeksi saluran pernapasan bawah
  • Mengobati infeksi mulut
  • Mengobati listerial meningitis
  • Mengobati infeksi Streptococcus pneumonia ddan Haemophillus influenza
  • Dan lainnya

Itulah beberapa manfaat Bactesyn yang cukup ampuh mengobati berbagai infeksi akibat bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif, seperti Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan lainnya.

Indikasi Bactesyn

Penggunaan Bactesyn tidak boleh sembarangan. Hal ini dikarenakan obat ini termasuk antibiotik yang dapat memunculkan resistensi bakteri tertentu jika keliru dalam menggunakannya.

Oleh karena itu, gunakanlah obat Bactesyn hanya jika Anda memiliki indikasi yang telah dibuktikan secara medis, yaitu dengan diagnosis dokter. Orang yang menderita infeksi mikroorganisme yang mudah menyebar bisa menggunakan Bactesyn oral.

Beberapa penyakit infeksi tersebut seperti infeksi saluran pernapaan (atas atau bawah), infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi pyelonephritis, infeksi gonococcal, dan lainnya.

Orang-orang yang mengalami eksaserbasi bronkitis kronis dan infeksi telinga bagian tengah karena bakteri treptococcus pneumonia dan Hemophilus influenzae, bisa menggunakan Bactesyn 750 injeksi atau yang dosis 1500 mg.

Obat Bactesyn injeksi juga diindikasikan untuk penderita infeksi saluran mulut, infeksi kemih, infeksi saluran pernapasan atas, infeksi saluran pernapasan bawah, infeksi listerial meningitis, dan infeksi lainnya.

Kontraindikasi Bactesyn

Jika Anda memiliki indikasi medis yang telah disebutkan, bisa jadi Anda tidak bisa menggunakan antibiotik Bactesyn karena memiliki kontraindikasinya. Pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap penisilin tidak bisa menggunakan obat Bactesyn karena bisa menimbulkan reaksi alergi.

Peringatan Penggunaan Obat Bactesyn

Penggunaan Bactesyn oral memerlukan perhatian khusus jika Anda mengalami kasus tertentu. Sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika mengalami gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, diare karena Clostridium difficile, superinfeksi, ibu menyusui, dan neonatus.

Hal tersebut juga berlaku pada pemberian Bactesyn injeksi. Bagi Anda yang mengalami gangguan ginjal, leukimia limfositik (akut atau kronik), ruam eritematous umumnya pada glandular fever, pemakaian dosis tinggi, ibu menyusui, dan bayi baru lahir.

Belum diketahui keamanan pemakaian Bactesyn pada ibu hamil. Akan tetapi, Anda perlu berhati-hati sebelum menggunakannya karena memungkinkan terjadinya syok anafilaktik. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakannya.

Dosis Bactesyn

Dosis Bactesyn oral untuk orang dewasa adalah 2 kali dalam sehari selama 5-14 hari. Pada anak-anak dengan berat badan kurang dari 30 kg, dosisnya adalah 25 – 50 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi. Jika anak tersebut lebih dari 30 kg, maka dosisnya mengikuti dosis untuk orang dewasa.

Pemakaian Bactesyn injeksi harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Dosis Bactesyn injeksi untuk orang dewasa adalah 500 mg setiap 4-6 jam secara injeksi intramuskular atau injeksi intravena. Pada anak-anak di bawah 10 tahun, dosisnya adalah setengah dari orang dewasa.

Ada kemungkinan dosis tersebut berbeda jika Anda mengalami indikasi medis. Dokter akan memberikan dosis Bactesyn oral dan injeksi sesuai dengan indikasi medis dan usia Anda. Jadi, ikutilah dosis yang dianjurkan dokter mengingat ini adalah obat keras.

Efek Samping Bactesyn

Ada beberapa efek samping dari penggunaan obat Bactesyn. Beberapa efek samping Bactesyn oral di antaranya adalah reaksi alergi, diare, dispnea, syok anafilaksis, reaksi anafilaktoid, glositis, stomatitis, dan kelainan darah (anemia, trombositopenia, trombositopenia purpura, eosinofilia, leukopeni, neutropenia).

Bactesyn dalam bentuk injeksi juga tidak lepas dari efek samping. Efek samping Bactesyn injeksi seperti mual, muntah, diare, ruam, bengkak pada area injeksi, dan kolitis (jarang terjadi). Hentikan penggunaan obat Bactesyn jika Anda mengalami beberapa efek samping di atas dan segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Harga Bactesyn

Bactesyn oral dijual dengan harga Rp250.000/ strip. Setiap satu strip berisi 10 tablet. Harga Bactesyn 750 injeksi dibanderol dengan harga berkisar antara Rp40.000-75.000 per pcs, sedangkan kisaran Bactesyn 1500 injeksi adalah Rp125.000/ pcs.

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Penisilin Spektrum Luas. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/511-penisilin/5113-penisilin-spektrum-luas [diakses pada 17 Mei 2019]


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi