Terbit: 21 November 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Azlocillin adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri Pseudomonas aeruginosa, septikemia, peritonitis, infeksi saluran pernapasan, dan infeksi saluran kemih. Ketahui azlocillin obat apa, fungsi, dosis, efek samping, dan aturan pakai dalam informasi ini.

Azlocillin: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Azlocillin

 Nama Obat

 Azlocillin

 Kandungan Obat

 Azlocillin

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

 Kelas Obat

 Penisilin

 Kategori Obat

 Obat resep

 Manfaat Obat

 Mengobati infeksi bakteri gram-negatif seperti Pseudomonas aeruginosa, peritonitis, Escherichia coli, dan Haemophilus influenzae.

 Kontraindikasi Obat

 Hipersensitivitas pada penisilin 

 Sediaan Obat

 Injeksi atau intravena 

 Harga Obat

 –

Harga azlocillin belum dapat diketahui karena hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Harap tanyakan kembali dengan apoteker Anda. 

Azlocillin Obat Apa?

Azlocillin adalah obat penisilin semisintetis dengan spektrum aktivitas antibakteri yang lebih luas untuk mengatasi infeksi bakteri gram negatif yang menyebabkan septikemia, infeksi saluran kemih dan infeksi pernapasan. Obat penisilin ini juga ampuh untuk mengatasi infeksi bakteri Pseudomonas aeruginosa, peritonitis, Escherichia coli, dan Haemophilus influenzae.

Obat ini bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri. Azlocillin aman untuk orang yang alergi penisilin. Obat ini tersedia dalam bentuk intravena, injeksi, atau suntikan. Hanya dokter yang boleh mengaplikasikan injeksi atau infus obat ini. 

Merek Dagang Azlocillin

Anda dapat membeli obat ini dalam bentuk obat generik bernama Azlocillin. Obat yang sama dipasarkan dengan berbagai merek dagang lain seperti Alocillin, Alocin, dan Azlin (sodium salt). Obat ini mungkin dipasarkan dengan merek dagang lain, namun obat ini tidak lagi dipasarkan di toko farmasi Amerika. 

Fungsi Obat Azlocillin

Fungsi Azlocillin untuk mengobati beberapa indikasi infeksi bakteri gram-negatif, termasuk:

  • Pseudomonas Aeruginosa

Bakteri Pseudomonas yang menyebabkan infeksi Pseudomonas aeruginosa mencakup pneumonia (infeksi paru-paru), infeksi darah, dan infeksi pada bagian tubuh lain pascaoperasi. Jenis bakteri ini sering bertransformasi untuk resisten terhadap antibakteri. 

Bakteri Pseudomonas menular dari penggunaan alat kesehatan yang digunakan bersama, misalnya ventilator (alat bantu pernapasan) atau kateter. Pasien sebelumnya mungkin terkontaminasi bakteri ini kemudian menyebarkannya secara tidak sengaja pada peralatan kesehatan. 

  • Peritonitis

Peradangan pada lapisan dinding perut yang bertugas untuk melindungi organ dalam perut, bagian tersebut bernama peritoneum. Penyakit ini disebabkan oleh paparan bakteri gram-negatif dalam usus atau infeksi jamur. 

  • Escherichia coli

Salah satu jenis bakteri gram-negatif yang menginfeksi saluran pencernaan manusia. Bakteri ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Bakteri E. coli menyebabkan diare, mual, muntah, dan feses berdarah. 

  • Haemophilus influenzae (HIB)

Bakteri penyebab berbagai masalah seperti infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan atas, selulit, meningitis, infeksi pembuluh darah, pneumonia, hingga kerusakan otak. Bakteri ini ditularkan melalui droplet (cairan tubuh saat batuk atau bersin) dari orang lain yang terkontaminasi bakteri Haemophilus influenzae (HIB).

Baca Juga: Infeksi Bakteri E. Coli: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Peringatan Obat Azlocillin

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat penisilin, sebagai berikut: 

  • Dosis dan jadwal penggunaan obat ini harus berdasarkan dan hanya boleh diberikan oleh dokter. 
  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat golongan penisilin, walaupun obat ini tergolong aman untuk orang yang alergi penisilin.
  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat atau kandungan lainnya. 
  • Dosis obat yang terlalu tinggi akan berpengaruh buruk pada fungsi ginjal. 
  • Obat ini dapat meningkatkan risiko gagal jantung. 
  • Hindari kontak langsung dengan obat ini karena dapat memicu sensitivitas kulit. 
  • Resistensi bakteri dapat menyebabkan obat antibiotik jadi tidak efektif, sehingga obat antibiotik ini harus dihabiskan sesuai dosis. 
  • Selama menggunakan obat ini, Anda harus memastikan kondisi ginjal dan status hematologis aman. 
  • Risiko suprainfeksi bila bakteri di dalam tubuh resisten terhadap penisilin dalam penggunaan jangka panjang. 

Interaksi Obat Azlocillin

Interaksi obat adalah reaksi yang mungkin terjadi saat dua kandungan obat (atau lebih) bertemu dan menyebabkan efek samping. Salah satu obat mungkin melemahkan atau menguatkan salah satu (atau kedua obat), sehingga masing-masing obat tidak bekerja sesuai fungsinya. 

Obat Azlocillin memiliki risiko interaksi obat bila digunakan bersamaan dengan obat Probenesid, Bakteriostatik, obat Kloramfenikol, Tetrasiklin, antikoagulan, atau obat antibakteri lainnya. Beritahu dokter bila Anda sedang konsumsi obat lainnya, termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, atau suplemen. 

Efek Samping Azlocillin

Berikut inci beberapa efek samping yang mungkin terjadi dari golongan obat penisilin: 

  • Mual dan muntah. 
  • Ruam kulit. 
  • Diare. 
  • Nyeri pada bagian yang diberi injeksi.
  • Hipersensitivitas. 
  • Nyeri sendi. 
  • Kejang. 
  • Angioedema, pembengkakan pada lapisan kulit bagian dalam. 
  • Anemia hemolitik, kekurangan darah merah. 
  • Trombositopenia, penurunan jumlah trombosit (sel darah merah).
  • Kolitis, peradangan pada usus besar. 
  • Nefritis interstisial, peradangan pada ginjal. 

Setiap orang memiliki risiko efek samping berbeda. Semua daftar efek samping tersebut belum tentu terjadi dan biasanya risikonya bisa terkontrol karena dosis obat ini hanya boleh diberikan langsung oleh dokter. 

Dosis Obat Azlocillin

Setiap pasien infeksi bakteri gram-negatif memiliki dosis berbeda-beda dan tergantung pada beberapa faktor, termasuk: 

  • Usia. 
  • Jenis kelamin. 
  • Tingkat keparahan gejala. 
  • Respon terhadap obat dosis pertama.
  • Riwayat medis. 

Berikut ini dosis obat azlocillin untuk mengobati infeksi bakteri pseudomonas aeruginosa, peritonitis, septikemia, infeksi pernapasan, dan infeksi saluran kemih: 

  • Dewasa: 2 gram injeksi setiap 8 jam sekali. 
  • Bayi 7 Hari – 1 Tahun: 100 miligram/kgBB tiga kali sehari. 
  • Anak >14 Tahun: 75 miligram/kgBB tiga kali sehari. 

Dokter akan memberi dosis yang tepat sesuai dengan indikasi penyakit Anda. Informasi ini sama sekali tidak menggantikan resep dokter. 

Baca Juga: 18 Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri (Harus Diwaspadai)

Cara Pakai Azlocillin

Pemberian obat cair melalui intravena hanya boleh diaplikasikan oleh dokter atau tenaga medis profesional. Intravena adalah prosedur pemberian obat melalui pembuluh darah vena baik melalui infus atau suntikan. 

Petunjuk Penyimpanan Azlocillin

Berikut ini petunjuk penyimpanan obat-obatan secara umum:

  • Simpan obat pada tempat yang kering dan dalam suhu ruangan sekitar 20°C-25°C.
  • Letakan obat dalam kotak P3K khusus atau wadah tertutup. 
  • Simpan obat dalam kemasan asli agar Anda mudah mengecek tanggal kadaluarsanya. 
  • Alat medis seperti infus, jarum suntik, atau supositoria hanya untuk penggunaan sekali pakai dan harus segera Anda buang pada tempat sampah khusus setelah pemakaian. 
  • Jangan membuang sampah obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan. 

Itulah pembahasan tentang azlocillin obat apa. Azlocillin adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri gram-negatif. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. 

 

  1. MIMS. 2020. Azlocillin. https://www.mims.com/philippines/drug/info/azlocillin?mtype=generic. (Diakses pada 20 November 2020). 
  2. National Library of Medicine. 2020. Azlocillin. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Azlocillin. (Diakses pada 20 November 2020). 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi