Terbit: 28 Januari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Avelox adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri. Ketahui avelox obat apa, fungsi obat, dosis obat, efek samping obat, dll.

Avelox: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Umum Obat Avelox

Berikut ini adalah informasi umum obat avelox, yaitu:

Nama Obat Avelox
Kandungan Obat Moxifloxacin
Kelas Obat Antibiotik Fluoroquinolone
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi berbagai infeksi bakteri
Kontraindikasi Aritmia
Sediaan Obat Tablet
Harga Obat Rp78.800/tablet

Harga obat avelox mungkin berbeda di setiap apotik. Obat generik dari avelox adalah obat Moxifloxacin.

Avelox Obat Apa?

Avelox adalah merek dagang dari obat generik moxifloxacin. Obat ini berfungsi untuk mengatasi berbagai jenis infeksi bakteri seperti sinus bakteri, infeksi perut, infeksi paru-paru, pneumonia, bronkitis, dll, bukan mengobati infeksi virus seperti demam, pilek, flu biasa.

Obat ini termasuk dalam kelas obat antibiotik fluoroquinolone yang bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi, namun obat ini hanya dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang tidak dapat ditangani dengan obat lain. Obat ini juga dapat memiliki efek samping seperti kelumpuhan yang tidak dapat dikembalikan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Fungsi Obat Avelox

Berikut ini adalah fungsi obat avelox, yaitu:

  • Mengobati sinus dan infeksi paru-paru.
  • Mengobati pneumonia.
  • Mengobati infeksi perut.
  • Mengobati infeksi kulit.
  • Mengatasi bronkitis kronis.
  • Mengatasi pes bubo yaitu infeksi bakteri akibat kutu.

Moxifloxacin digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang harus digunakan berdasarkan saran dokter. Moxifloxacin mungkin juga digunakan untuk indikasi lain yang tidak tercantum dalam panduan.

Baca Juga: Bakteri yang Sering Menginfeksi Manusia dan Penyakitnya

Dosis Avelox

Berikut ini adalah panduan dosis obat avelox, yaitu:

1. Mengobati Infeksi Paru-Paru dan Sinus

Panduan minum obat untuk mengatasi infeksi paru-paru dan sinus pada orang dewasa (18 tahun ke atas) adalah:

  • Dosis Awal: Satu tablet 400 mg yang diminum secara oral satu hari sekali.
  • Durasi Terapi: Penggunaan obat ini adalah selama 5-14 hari atau tergantung pada kondisi pasien.

Sementara itu, obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun.

2. Mengatasi Pneumonia

Panduan minum obat untuk mengatasi pneumonia pada orang dewasa (18 tahun ke atas) adalah satu tablet 400 mg yang diminum secara oral satu hari sekali selama 7-14 hari atau sesuai dengan kondisi pasien.

3. Mengatasi Infeksi Kulit

Panduan minum obat untuk mengatasi infeksi kulit pada orang dewasa (18 tahun ke atas) adalah satu tablet 400 mg yang diminum secara oral satu hari sekali selama 7-21 hari atau sesuai dengan seberapa gejala infeksi kulit yang ditangani.

4. Mengatasi Infeksi Perut

Panduan minum obat untuk mengatasi infeksi perut akibat bakteri pada orang dewasa (18 tahun ke atas) adalah satu tablet 400 mg yang diminum secara oral satu hari sekali selama 5-10 hari atau sesuai dengan seberapa parah infeksi memengaruhi kesehatan perut Anda.

5. Mengatasi Pes Bubo

Panduan minum obat untuk mengatasi pes bubo atau infeksi bakteri akibat kutu tertentu pada orang dewasa (18 tahun ke atas) adalah satu tablet 400 mg yang diminum secara oral satu hari sekali selama 10-14 hari atau sesuai dengan seberapa gejala infeksi yang dialami.

6. Mengatasi Bronkitis

Panduan minum obat untuk mengatasi bronkitis akibat bakteri pada orang dewasa (18 tahun ke atas) adalah satu tablet 400 mg yang diminum secara oral satu hari sekali selama 5 hari atau sesuai dengan seberapa gejala bronkitis  yang ditangani.

Baca Juga: Bronkitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Panduan dosis ini tidak dapat menggantikan resep dokter mengingat dosis setiap orang berbeda tergantung pada gejala, kondisi pasien, dan seberapa parah penyakit yang diderita. Harap selalu menggunakan obat apapun berdasarkan resep dokter.

Petunjuk Penggunaan Obat Avelox

Berikut ini adalah petunjuk penggunaan obat dengan kandungan moxifloxacin, yaitu:

  • Obat ini diminum secara oral baik sesudah atau sebelum makan.
  • Obat ini ditelan secara langsung dengan minum air secukupnya.
  • Sebaiknya, minum obat ini di jam yang sama setiap harinya.
  • Jangan berhenti minum obat ini sebelum jadwal yang ditentukan, walaupun gejala penyakit sudah hilang.
  • Beritahu dokter apabila obat tidak bekerja dengan baik setelah dosis dan jadwal yang ditentukan.
  • Jangan meminum dua dosis di waktu bersamaan.
  • Bila Anda mengalami gejala overdosis, hentikan dosis dan segera hubungi dokter.

Interaksi Obat Avelox

Berikut ini adalah daftar obat yang memiliki risiko interaksi dengan kandungan moxifloxacin, yaitu:

  • Acetaminophen
  • Advair Diskus (fluticasone / salmeterol)
  • Advil (ibuprofen)
  • Albuterol
  • Aleve (naproxen)
  • Aspirin
  • Benadryl (diphenhydramine)
  • Cipro (ciprofloxacin)
  • Cymbalta (duloxetine)
  • Furosemide
  • Gabapentin
  • Ibuprofen
  • Lasix (furosemide)
  • Levaquin (levofloxacin)
  • Lexapro (escitalopram)
  • Lipitor (atorvastatin)
  • Lisinopril
  • Metformin
  • Metoprolol
  • Moxifloxacin
  • Nexium (esomeprazole)
  • Omeprazole
  • Oxycodone
  • prednisone
  • Prednisone
  • Simvastatin
  • Singulair (montelukast)
  • Spiriva (tiotropium)
  • Symbicort (budesonide / formoterol)
  • Tylenol (acetaminophen)
  • Vitamin D3 (cholecalciferol)
  • Zantac (ranitidine)

Hindari minum obat ini bersamaan dengan daftar obat-obat tersebut untuk mengurangi risiko interaksi obat dan menurunkan efektivitas obat tersebut.

Efek Samping Avelox

Berikut ini adalah kemungkinan efek samping avelox yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Mual dan muntah
  • Pusing
  • Gusi berdarah
  • Penglihatan kabur
  • Terdapat darah di urin dan feses
  • Nyeri dada dan tulang
  • Panas dingin
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Diare
  • Nyeri sendi, kaku, atau bengkak

Reaksi setiap orang pada obat berbeda-beda. Harap minum obat sesuai dosis dan jadwal yang diresepkan oleh dokter untuk mengurangi risiko efek samping obat.

Baca Juga: Virus: Struktur, Klasifikasi, Jenis Infeksi

Peringatan Obat Avelox

Perhatikan peringatan penggunaan obat avelox berikut ini:

  • Beritahu dokter apabila Anda memiliki riwayat alergi obat antibiotik kuinolon seperti ciprofloxacin, levofloxacin atau obat lainnya.
  • Beritahu dokter apabila Anda memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, masalah sendi, penyakit hati, dan depresi.
  • Selalu minum obat sesuai dengan dosis dan anjuran dokter.
  • Penggunaan obat untuk wanita yang sedang berencana hamil, sedang hamil, dan sedang menyusui harus dikonsultasikan dengan dokter.

Itulah pembahasan lengkap tentang avelox obat apa, manfaat obat atenolol, dosis, efek samping, dll. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

 

  1. Drugs. 2019. Avelox. https://www.drugs.com/avelox.html. (Diakses pada 24 Desember 2019).
  2. University of Illinois-Chicago, Drug Information Group. 2018. Moxifloxacin, Oral Tablet. https://www.healthline.com/health/moxifloxacin-oral-tablet#highlights. (Diakses pada 24 Desember 2019).
  3. WebMD. 2019. Avelox. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-17879/avelox-oral/details/. (Diakses pada 24 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi