Terbit: 18 Januari 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Atropin obat apa? Atropin adalah obat antikolinergik yang diformulasikan khusus untuk menangani sejumlah permasalahan medis seperti kejang otot, detak jantung lemah, hingga keracunan. Selain itu, obat ini juga umum digunakan saat sedang menjalani operasi dengan tujuan mengurangi aktivitas sekresi seperti berkemih dan produksi liur.

Atropin: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Ketahui lebih lanjut mengenai obat Atropin mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya berikut ini!

Rangkuman Informasi Obat Atropin

Nama obat Atropin
Golongan obat Antikolinergik
Kategori obat Obat resep
Manfaat obat
  • Mengatasi kejang otot
  • Mengatasi detak jantung lemah
  • Mengatasi keracunan
  • Mengurangi sekresi tubuh pada saat operasi
Sediaan obat Tablet, injeksi, obat tetes

Cara kerja Obat Atropin

Obat ini memiliki mekanisme kerja yaitu meminimalisir aktivitas sistem saraf parasimpatik. Hal ini dimungkinkan karena obat tersebut bersifat antagonis terhadap reseptor asetilkolin. Asetilkolin sendiri adalah neurotransmitter yang berperan dalam mengontrol impuls listrik pada sel-sel saraf. Dengan mekanisme kerja yang sedemikian, dampaknya adalah penurunan aktivitas sekresi tubuh.

Sementara pada kasus jantung, obat Atropin berperan sebagai antagonis dari asetilkolinergik muskarinik nonselektif. Cara kerjanya adalah dengan mengoptimalkan aktivitas  nodus sinoatrium, menghambat aktivitas saraf vagus, dan melakukan konduksi pada jantung melalui nodus atrioventikular.

Ketika digunakan dalam prosedur operasi mata, Atropin bertugas untuk melebarkan pupil yang mana hal ini dimungkinkan karena obat tersebut menghambat kontraksi otot sfingter pada pupil.

Manfaat Obat Atropin

Berikut adalah indikasi atau manfaat dari obat yang masuk ke dalam golongan antikolinergik ini:

  • Mengatasi kejang otot, terutama pada perut, usus, kandung kemih
  • Mengatasi detak jantung lemah
  • Mengatasi keracunan
  • Mengurangi sekresi tubuh pada saat operasi

Pastikan untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan peruntukannya. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan obat.

Kontraindikasi Obat Atropin

Penggunaan obat mungkin tidak disarankan—atau bahkan tidak diperkenankan sama sekali—untuk digunakan oleh orang-orang yang memiliki suatu kondisi medis tertentu. Kondisi medis yang dimaksud antara lain:

  • Hipersensitivitas terhadap obat antikolinergik
  • Sinusitis
  • Gangguan pernapasan
  • Down syndrome
  • Gagal jantung
  • Gangguan fungsi otak
  • Glaukoma
  • Ibu hamil

Sampaikan pada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini apabila di saat yang bersamaan Anda juga sedang mengalami salah satu dari kondisi medis di atas. Dokter mungkin untuk sementara waktu akan meresepkan obat alternatif sebagai penggantinya. Hal ini guna menghindari terjadinya efek samping yang bisa saja membahayakan tubuh.

Dosis Obat Atropin

Obat ini masuk ke dalam kategori obat resep, melihat dari peruntukannya. Itu artinya, penggunaan obat tidak bisa sembarangan dan harus di bawah pengawasan dokter.

Atropin tersedia dalam bentuk tablet, injeksi, dan obat tetes mata. Pemilihan sediaan obat tergantung dari tipe gangguan medis yang akan diobati menggunakan obat tersebut. Berikut adalah contoh dosis obat sesuai dengan tipe gangguan medis yang ditangani:

1. Bradikardia

Dosisnya adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 500 mcg, pemakaian 3-5 menit sekali (maksimal pemakaian 3 mg per hari)

2. Divertikulosis

Dosisnya adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 0,16 – 1,2 mg per hari

3. Operasi Refraksi Mata

Dosisnya adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 1 tetes, 1 – 2 kali sehari sebelum tindakan operasi dilakukan
  • Anak-anak: 1 – 2 tetes, 1 – 3 kali sebelum tindakan operasi dilakukan

4. Keracunan Organofosfat

Dosisnya adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 2 mg melalui suntik intravena (IV) setiap 10 – 30 menit sekali
  • Anak-anak: 20 mcg/kg berat badan, pemakaian setiap 5 – 10 menit sekali

Pastikan untuk menggunakan obat ini sesuai dengan dosis yang telah diresepkan oleh dokter guna menghindari overdosis yang bisa berbahaya bagi tubuh.

Petunjuk Penggunaan Obat Atropin

Berikut adalah petunjuk penggunaan obat yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang telah diresepkan oleh dokter
  • Gunakan obat secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh, setiap 30 menit Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat
  • Imbangi pemakaian obat dengan minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, dan aktivitas lainnya sesuai arahan dokter

Petunjuk Penyimpanan Obat Atropin

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 15 – 30 derajat celcius
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa

Efek Samping Obat Atropin

Obat ini dapat menimbulkan gejala efek samping, di antaranya sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Sakit mata
  • Mual
  • Muntah
  • Perut kembung
  • Penglihatan sedikit berkurang
  • Reaksi alergi
  • Abnormalitas detak jantung
  • Tubuh terasa lelah
  • Mulut kering

Segera hentikan pemakaian obat dan berkonsultasilah dengan dokter apabila mengalami satu atau beberapa dari gejala di atas pasca pemakaian obat.

Interaksi Obat Atropin

Hati-hati! Obat ini memiliki interaksi dengan sejumlah jenis obat-obatan, antara lain:

  • Aspirin
  • Acetaminophen
  • Furosemide
  • Naloxone
  • Lorazepam
  • Morphine
  • Midazolam
  • Diltiazem
  • Haloperidol

Sampaikan pada dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi salah satu dari obat-obatan di atas agar bisa dicarikan alternatif obat yang lebih aman.

Peringatan dan Perhatian Obat Atropin

Peringatan! Sebelum menggunakan obat, perhatikan juga hal-hal berikut ini:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini
  • Obat ini masuk ke dalam kategori C untuk ibu hamil dan menyusui. Penggunaannya diperkenankan apabila manfaat yang diberikan lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti kepala pusing, mual, muntah, ruam pada kulit, dan gejala efek samping lainnya sebagaimana telah disebutkan di atas
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit

 

  1. Atropine. http://mims.com/indonesia/drug/info/atropine (Diakses pada 18 Januari 2020)
  2. Atropine Sulfate. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8614-99/atropine-ophthalmic-eye/atropine-sulfate-ophthalmic/details (Diakses pada 18 Januari 2020
  3. Atropine (Injection). https://www.drugs.com/mtm/atropine-injection.html (Diakses pada 18 Januari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi