Terbit: 24 Januari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Atenolol adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau disebut juga hipertensi. Ketahui atenolol obat apa, fungsi obat, dosis, efek samping, dll.

Atenolol: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Aturan Pakai, dll

Informasi Umum Obat Atenolol

Berikut ini adalah informasi umum obat atenolol, yaitu:

Nama Obat Atenolol
Kandungan Obat Atenolol
Kelas Obat Beta blocker
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi hipertensi
Kontraindikasi Bradikardia
Sediaan Obat Tablet dan kapsul
Harga Obat Rp11.500/10 strip

Harga obat atenolol mungkin berbeda di setiap apotik. Merek dagang obat ini adalah Iternolol 50, Betablok, Farnormin 50, Niften, Lotenac, Tenormin, Tenblok, Tensinorm.

Atenolol Obat Apa?

Atenolol adalah obat untuk mengatasi darah tinggi atau hipertensi. Tekanan darah tinggi menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya seperti penyakit jantung, stroke, hingga risiko kematian. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi nyeri dada atau angina yang berisiko memicu serangan jantung juga apabila tidak diobati.

Obat ini termasuk dalam kelas obat beta-blocker yang bekerja dengan cara menghalangi bahan kimia alami tertentu di tubuh Anda penyebab tekanan darah tinggi, seperti epinefrin pada pembuluh darah dan jantung.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Fungsi Obat Atenolol

Berikut ini adalah fungsi obat atenolol, yaitu:

  • Mengatasi hipertensi atau darah tinggi.
  • Mengatasi angina pektoris, yaitu nyeri dada akibat suplai darah ke jantung terhambat.
  • Myocardial Infarction atau disebut juga dengan serangan jantung.

Obat ini mungkin juga digunakan untuk indikasi lain yang tidak tertulis dalam panduan ini.

Baca Juga: 6 Kebiasaan yang Dianggap Sepele Namun Memicu Hipertensi

Dosis Obat Atenolol

Berikut ini adalah panduan dosis obat secara umum, yaitu:

1. Mengatasi Hipertensi

Dosis obat untuk hipertensi pada dewasa adalah:

  • Dosis Awal: 50 mg obat diminum secara oral satu kali sehari.
  • Dosis Lanjutan: 50-100 mg obat satu kali sehari.
  • Dosis Maksimum: Dosis maksimum adalah 100 mg per hari.

Apabila pasien tidak membaik setelah perawatan dengan obat ini selama 1-2 minggu, dokter mungkin akan meningkatkan dosis obat lebih dari 100 mg per hari dengan catatan khusus. Dokter juga mungkin meresepkan obat hipertensi ini dengan kombinasi obat antihipertensi lainnya.

2. Mengatasi Angina Pektoris

Berikut ini adalah panduan dosis untuk mengatasi angina pektoris untuk orang dewasa, yaitu:

  • Dosis Awal: 50 mg obat diminum secara oral satu hari sekali.
  • Dosis Lanjutan: 50 hingga 200 mg sekali sehari yang diminum secara oral.
  • Dosis Maksimum: 200 mg per hari.

Dokter mungkin akan meningkatkan dosis obat hingga 100 mg apabila hasilnya kurang optimal dalam 1 minggu perawatan. Kemudian, obat ini mungkin juga digunakan pada gejala angina pektoris akibat aterosklerosis koroner untuk perawatan jangka panjang.

3. Mengatasi Myocardial Infarction

Berikut ini adalah panduan dosis untuk mengatasi myocardial infarction atau serangan jantung pada orang dewasa adalah 50 mg per oral dua kali sehari atau 100 mg per oral sekali sehari.

Obat ini digunakan setidaknya selama 7 hari pasca Anda mengalami myocardial infarction dan perawatannya mungkin harus dilanjutkan selama 3 tahun atau sampai tidak timbul lagi gejala terkait.

Baca Juga: 7 Cara Mencegah Serangan Jantung yang Mudah dan Terbukti Efektif!

Panduan dosis atenolol ini tidak dapat menggantikan resep dari dokter langsung. Dosis obat diberikan berbeda-beda yang harus disesuaikan dengan kondisi pasien, usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahan penyakit.

Interaksi Obat Atenolol

Meminum dua obat, vitamin, atau herbal lainnya di saat yang sama dapat memicu interaksi obat. Berikut ini adalah daftar obat-obatan lain yang memiliki risiko interaksi dengan hipertensi ini:

  • Adderall (amphetamine / dextroamphetamine)
  • Amlodipine
  • Aspirin
  • Aspirin Kekuatan Rendah (aspirin)
  • Kalsium 600 D (kalsium / vitamin d)
  • Chlorthalidone
  • Clonidine
  • Crestor (rosuvastatin)
  • Cymbalta (duloxetine)
  • Minyak Ikan (asam lemak tak jenuh ganda omega-3)
  • Hidroklorotiazid
  • Ibuprofen
  • Klonopin (clonazepam)
  • Lasix (furosemide)
  • Levothyroxine
  • Lipitor (atorvastatin)
  • Lisinopril
  • Losartan
  • Lyrica (pregabalin)
  • Melatonin
  • Metoprolol
  • Nexium (esomeprazole)
  • Norco (acetaminophen / hydrocodone)
  • Norvasc (amlodipine)
  • Oksikodon
  • Plavix (clopidogrel)
  • Prednison
  • Synthroid (levothyroxine)
  • Tramadol
  • Tylenol (acetaminophen)
  • Viagra (sildenafil)
  • Vitamin B12 (cyanocobalamin)
  • Vitamin C (asam askorbat)
  • Vitamin D3 (cholecalciferol)
  • Xanax (alprazolam)
  • Zoloft (sertraline)
  • Zyrtec (cetirizine)

Hindari minum obat hipertensi ini bersamaan dengan daftar obat-obat tersebut untuk mengurangi risiko interaksi obat dan menurunkan efektivitas obat tersebut.

Baca Juga: 6 Tips Berolahraga bagi Penderita Hipertensi yang Paling Aman

Efek Samping Atenolol

Berikut ini adalah kemungkinan efek samping atenolol yang umum terjadi, yaitu:

  • Pusing
  • Panas dingin
  • batuk
  • Nyeri
  • Sesak napas
  • Penglihatan kabur
  • Kegelisahan
  • Detak jantung tidak teratur

Gejala efek samping yang jarang terjadi, yaitu:

  • Urin berdarah
  • Penurunan jumlah urine
  • Cepat haus
  • Tidak nafsu makan
  • Nyeri punggung
  • Mual dan muntah
  • Bengkak pada wajah, kaki bagian bawah, dan jari
  • Berat badan meningkat
  • Gusi berdarah
  • Nyeri sendi dan tulang
  • Halusinasi
  • Perubahan suasana hati
  • Ruam kulit, gatal-gatal, atau gatal-gatal
  • Sakit tenggorokan
  • Pendarahan atau memar yang tidak biasa

Sementara itu, berikut ini gejala overdosis obat hipertensi:

  • Depresi
  • Koma
  • Kulit dingin dan pucat
  • Kegelisahan
  • Sakit kepala
  • Pernapasan tidak teratur
  • Lemah, letih, dan lesu

Reaksi setiap orang pada obat berbeda-beda. Harap minum obat sesuai dosis dan jadwal yang diresepkan oleh dokter untuk mengurangi risiko efek samping obat.

Peringatan Obat Atenolol

Perhatikan peringatan penggunaan obat atenolol berikut ini:

  • Beritahu dokter apabila Anda memiliki riwayat alergi obat tertentu.
  • Beritahu dokter apabila Anda memiliki riwayat penyakit jantung yang serius seperti blok AV, detak jantung. lambat, gagal jantung kongestif, penyakit arteri koroner, asma, bronkitis, emfisema, dan diabetes.
  • Obat ini dapat diminum sebelum dan sesudah makan.
  • Anda harus melakukan cek tekanan darah secara berkala.
  • Selalu minum obat sesuai dengan dosis dan anjuran dokter.

Itulah pembahasan lengkap tentang atenolol obat apa, manfaat obat, dosis, efek samping, dll. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

 

  1. Drugs. 2018. Atenolol. https://www.drugs.com/atenolol.html. (Diakses pada 24 Desember 2019).
  2. WebMD. 2019. Atenolol. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11035/atenolol-oral/details. (Diakses pada 24 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi