Terbit: 6 Juli 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Dari sekian jenis obat yang digunakan dalam terapi infeksi HIV, Atazanavir adalah salah satunya. Ketahui lebih lanjut mengenai obat Atazanavir mulai dari fungsi, dosis, hingga efek sampingnya berikut ini!

Atazanavir: Fungsi, Efek Samping, Dosis, Cara Pakai, dll

Rangkuman Informasi Obat Atazanavir

 Nama obat  Atazanavir
 Golongan obat  Protease Inhibitor
 Kategori obat  Obat keras
 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA  B
 Fungsi obat  Terapi pengobatan infeksi HIV
 Kontraindikasi obat
  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Penyakit jantung (aritmia, jantung koroner, dsb.)
  • Hemofilia
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
 Dosis obat  Dosis obat sesuai dengan petunjuk dokter. Dosis pada umumnya adalah sebagai berikut:

 Pengobatan Infeksi HIV:

  • Dewasa: 300 mg, 1 kali sehari diberikan bersama Ritonavir @ 100 mg. Dosis alternatif 400 mg, 1 kali sehari (apabila pasien intolerir terhadap Ritonavir).
  • Anakanak >3 tahun: BB 5-15 kg @ 200 mg, 1 kali sehari diberikan bersama Ritonavir @ 80 mg. BB 15-25 kg @ 2250 mg, 1 kali sehari diberikan bersama Ritonavir @ 100 mg.
  • Anakanak >6 tahun: BB 15-20 kg @150 mg, 1 kali sehari diberikan bersama Ritonavir @ 100 mg. BB 20-40 kg @200 mg,  1 kali sehari diberikan bersama Ritonavir @ 100 mg. BB >40 kg dosis sama seperti orang dewasa.
 Sediaan obat  Kapsul

 

Atazanavir Obat Apa?

Atazanavir obat apa? Atazanavir adalah obat yang kerap digunakan sebagai bagian dari terapi antiretroviral pada pasien penderita HIV, baik itu orang dewasa mapun anak-anak usia 3 bulan ke atas dengan berat badan 5 kg. Obat ini sifatnya sebagai penunjang obat-obatan lain seperti Ritonavir dalam penanganan HIV/AIDS.

Cara kerja obat Atazanavir yang masuk ke dalam golongan Protease Inhibitor ini adalah dengan menghambat aktivitas produksi enzim protease di dalam tubuh. Enzim protease sendiri merupakan enzim yang berperan penting dalam pembentukan virus HIV.

Fungsi Obat Atazanavir

Fungsi obat Atazanavir sebagaimana telah disebutkan di atas adalah untuk menunjang terapi pengobatan penyakit akibat infeksi virus HIV. Obat ini umumnya digunakan bersama dengan obat-obatan lainnya yang terkait seperti Ritonavir

Pastikan untuk menggunakan obat Atazanavir sesuai dengan fungsinya. Penggunaan obat yang tidak sesuai berisiko memunculkan reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Atazanavir

Dalam menggunakan obat ini, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami. Simak penjelasannya berikut!

1. Kontraindikasi Obat Atazanavir

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Penyakit jantung (aritmia, jantung koroner, dsb.)
  • Hemofilia
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi

Sampaikan pada dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk digunakan.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Atazanavir Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti reaksi alergi, mual, sakit kepala, dan gejala efek samping lainnya yang mungkin muncul pasca mengonsumsinya.
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.
  • Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini apabila sedang hamil dan menyusui.

Apakah Obat Atazanavir Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut Unites States Food and Drug Administration (USFDA), obat ini masuk ke dalam kategori B untuk tingkat keamanan penggunaan bagi wanita hamil dan menyusui.

Kategori B merujuk pada jenis obat-obatan yang setelah melalui uji coba dengan objek hewan, tidak ditemukan adanya efek negatif. Akan tetapi, belum ada penelitian lebih lanjut yang menjelaskan apakah hal ini juga berlaku untuk manusia.

Oleh sebab itu, penggunaan obat pada wanita hamil dan menyusui sebaiknya mengikuti anjuran dari dokter.

Interaksi Obat Atazanavir

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Aspirin
  • Metformin
  • Omeprazole
  • Boceprevir
  • Famciclovir
  • Simeprevir
  • Elbasvir
  • Grazoprevir
  • Indinavir
  • Nevirapine
  • Orlistat
  • Saquinavir
  • Silodosin
  • Alfuzosin
  • Ergotamine
  • Triazolam
  • Midazolam

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini. Sampaikan pada dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar dicarikan obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Atazanavir

Penggunaan obat kemungkinan akan menimbulkan gejala efek samping, kendati terbilang jarang terjadi. Gejala efek samping yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri dada
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Berat badan menurun
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Tubuh terasa lelah
  • Batuk
  • Sulit bernapas

Gejala efek samping di atas merupakan suatu hal yang wajar dan biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Kendati demikian, Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Atazanavir

Melihat dari peruntukannya, Atazanavir masuk ke dalam kategori obat keras. Penggunaan obat harus dengan resep dokter.

Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Atazanavir Tersedia?

Atazanavir tersedia dalam bentuk kapsul oral dengan berbagai takaran yakni:

  • 150 mg
  • 200 mg
  • 300 mg

Obat ini dapat diperoleh di apotek maupun toko obat terdekat. Pastikan Anda menggunakan obat secara benar sesuai dengan kebutuhan dan tentunya, anjuran dari dokter yang menangani.

2. Dosis Obat Atazanavir

Informasi dosis ini tidak bisa dijadikan acuan karena dosis yang diresepkan oleh dokter Anda mungkin saja berbeda. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan aturan dari dokter guna menghindari kelebihan pemakaian (overdosis) yang mungkin saja bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Berikut aturan dosis umum untuk obat Atazanavir:

  • Dewasa: 300 mg, 1 kali sehari diberikan bersama Ritonavir @ 100 mg. Dosis alternatif 400 mg, 1 kali sehari (apabila pasien intolerir terhadap Ritonavir).

3. Bagaimana Dosis Obat Atazanavir untuk Anak-Anak?

Dosis obat untuk anak pada umumnya adalah sebagai berikut:

  • Anakanak >3 tahun: BB 5-15 kg @200 mg, 1 kali sehari diberikan bersama Ritonavir @80 mg. BB 15-25 kg @2250 mg, 1 kali sehari diberikan bersama Ritonavir @ 100 mg.
  • Anakanak >6 tahun: BB 15-20 kg @150 mg, 1 kali sehari diberikan bersama Ritonavir @100 mg. BB 20-40 kg @200 mg, 1 kali sehari diberikan bersama Ritonavir @100 mg. BB >40 kg dosis sama seperti orang dewasa.

Cara Pemakaian Obat Atazanavir

Obat ini harus digunakan dengan benar guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti overdosis dan sebagainya.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan untuk menggunakan obat ini setelah mendapat rekomendasi dari dokter yang menangani Anda.
  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat ini sesuai arahan dari dokter.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas atau sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 12 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, dan aktivitas-aktivitas lainnya sesuai arahan dokter Anda.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan oleh dokter) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Atazanavir

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 15 – 30 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

 

  1. Atazanavir. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/atazanavir?mtype=generic (Diakses pada 6 Juli 2020)
  2. Atazanavir. http://pionas.pom.go.id/monografi/atazanavir (Diakses pada 6 Juli 2020)
  3. Atazanavir. https://www.drugs.com/mtm/atazanavir.html (Diakses pada 6 Juli 2020)
  4. Atazanavir Oral. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-76254-1663/atazanavir-oral/atazanavir-powder-packet-oral/details (Diakses pada 6 Juli 2020)
  5. Pregnancy Safety Guide. https://www.mims.com/indonesia/viewer/html/pregdef.htm (Diakses pada 6 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi