Terbit: 1 Juni 2019 | Diperbarui: 28 Mei 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Atarax obat apa? Atarax adalah obat penenang yang dapat mengatasi kecemasan, ketakutan, dan ketegangan. Obat Atarax termasuk obat keras sehingga memerlukan resep dokter untuk bisa mendapatkannya.

Atarax – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat Atarax termasuk informasi tentang bentuk sediaan, kandungan, manfaat, indikasi, kontraindikasi, dosis, dan efek samping Atarax (Hidroksizin).

Rangkuman Informasi Obat Atarax

Nama Atarax
Kelas Terapi Ansietas, Antihistamin
Bentuk Sediaan Tablet salut selaput
Kandungan Alprazolam
Manfaat Mengatasi cemas, takut, dan tegang; Mengatasi reaksi alergi
Indikasi Penggunaan Orang yang alergi, Orang yang stres, tidak bahagia, insomnia, dan lainnya
Kontraindikasi Hipersensitivitas, ibu hamil, depresi pernapasan, dan lainnya
Cara pakai Diminum
Dosis 0,5-3 mg sehari dalam dosis terbagi (tergantung indikasi)
Efek samping Mengantuk, bingung, otot melemah, dan lainnya

Bentuk Sediaan Atarax

Obat Atarax yang tersedia di pasaran memiliki bentuk sediaan oral. Bentuk sediaan oral Atarax adalah sirup dan tablet salut selaput. Akan tetapi, atarax syrup jarang digunakan di dalam negeri dan lebih banyak digunakan di luar negeri.

Kebanyakan dokter meresepkan Atarax tablet. Kekuatan dosis Atarax tablet adalah 0,5 mg per tablet. Sebenarnya, ada juga bentuk sediaan tablet dengan kekuatan 10 mg per tablet. Namun, Atarax 10 mg lebih banyak digunakan di luar negeri.

Jika Anda sudah mendapatkan resep dokter, maka Anda bisa membeli Atarax di apotek. Atarax tidak bisa dibeli di toko obat karena merupakan obat keras. Penyimpanan obat keras seperti Atarax harus dilakukan secara hati-hati.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Simpanlah Atarax di tempat yang tidak mudah dijangkau oleh anak-anak. Selain itu, Atarax juga tidak boleh disimpan di tempat yang mudah terpapar sinar matahari. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari bisa mengubah struktur dan cara kerja Atarax.

Kandungan Atarax

Kandungan dari obat Atarax adalah Alprazolam. Bahan aktif ini merupakan kandungan obat yang termasuk kelas terapi Ansietas dari golongan Benzodiazepin. Alprazolam digunakan untuk pengobatan jangka pendek pada ansietas berat.

Cara kerja kandungan Atarax dengan cara mengurangi aktivitas di dalam sistem saraf pusat. Alprazolam juga memiliki sifat antihistamin yang bisa menurunkan kadar histamin kimia di dalam tubuh. Sebagaimana kita ketahui bahwa histamin merupakan zat yang memicu bersin, pilek, dan gatal-gatal.

Manfaat Atarax

Manfaat utama Atarax tablet adalah mengobati masalah ansietas dan mengurangi ketegangan atau kecemasan. Pada anak-anak, penggunaan obat Atarax bermanfaat untk mengatasi insomnia dan rasa takut.

Obat Atarax juga memiliki manfaat mengatasi reaksi alergi seperti gatal dan dermatitis kontak. Di samping itu, manfaat Atarax juga bisa mengurangi gejala flu seperti bersin-bersin dan pilek. Pasalnya, kandungan yang ada di dalam obat Atarax juga bertindak sebagai antihistamin.

Indikasi Atarax

Penggunaan obat Atarax haruslah memiliki indikasi medis yang sudah didiagnosis oleh dokter. Atarax bisa digunakan oleh orang-orang yang mengalami masalah kejiwaan seperti stres dan merasa tidak bahagia.

Obat Atarax juga digunakan untuk orang dewasa atau anak-anaka yang mengalami insomnia karena rasa takut atau cemas. Penderita hipersensitivitas yang mengalami reaksi alergi bisa menggunakan Atarax untuk mengurangi tanda reaksi alergi yang muncul.

Tenaga medis juga biasa menggunakan obat Atarax sebelum dan sesudah anestesi umum pada tindakan pembedahan. Pada kasus tersebut, Atarax digunakan bersama dengan obat lainnya.

Kontraindikasi Atarax

Tidak semua orang yang memiliki indikasi Atarax bisa menggunakan obat penenang ini. Hal ini dikarenakan orang tersebut memiliki satu atau beberapa hal yang merupakan kontraindikasi dari penggunaan Atarax.

Berikut ini adalah beberapa kontraindikasi obat Atarax:

  • Ibu hamil
  • Bayi prematur
  • Hipersensitivitas terhadap Alprozolam atau Hidroksizin
  • Fobia
  • Obsesi
  • Depresi pernapasan
  • Glaukoma sudut sempit
  • Asma akut
  • Gangguan fungsi hati tingkat berat
  • Miastenia gravis
  • Psikosis kronik
  • insufisiensi pulmoner akut

Apabila Anda memiliki kontraindikasi tersebut, maka Anda bisa mengunjungi dokter untuk melakukan konsultasi. Dokter akan memberikan Anda resep obat penenang yang lebih aman bagi kondisi medis Anda.

Peringatan Penggunaan Obat Atarax

Ada beberapa hal yang penting untuk menjadi perhatian sebelum menggunakan obat Atarax.

Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memakai Atarax:

  1. Beri tahu dokter jika Anda menggunakan obat-obatan selain Atarax
  2. Tidak menggunakan obat Atarax sendiri terutama pada orang yang mengalami depresi
  3. Jangan mengemudi sendiri karena menyebabkan rasa kantuk
  4. Jangan bekerja dengan mesin berat setelah Anda memakai Atarax
  5. Ibu menyusui dan lansia
  6. Bayi baru lahir
  7. Anak-anak di bawah usia 12 tahun
  8. Penderita porfiria
  9. Penderita penyakit hati dan ginjal
  10. Penderita penyakit pernapasan
  11. Kelemahan otot
  12. Riwayat penyalahgunaan narkotika
  13. Hindari pemakaian jangka panjang

Itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar penggunaan obat Atarax aman bagi kondisi Anda. Tujuan pengobatan tanpa efek samping pun bisa dicapai.

Dosis Atarax

Pemberian Atarax bagi penderita ansietas bisa dimulai dengan dosis 0,75-1,5 mg per hari dalam dosis terbagi. Dosis Atarax untuk mengatasi masalah kepanikan adalah 3×0,5 mg. Gunakan Atarax sebelum tidur.

Pada pasien lansia, dosis Atarax adalah 0,5 sampai 0,75 mg sehari yang diberikan dalam dosis terbagi. Penderita geriatri atau kelelahan bisa menggunakan Atarax dengan dosis 2,5-3 mg dengan dosis 2-3 kali sehari.

Patuhilah dosis yang telah diresepkan oleh dokter. Jangan pernah mengubah dosis Atarax yang telah dianjurkan dokter.

Efek Samping Atarax

Pemakaian obat Atarax bisa menyebabkan beberapa efek samping tertentu. Inilah beberapa efek samping Atarax yang umum terjadi:

  • Mengantuk
  • Otot melemah
  • Ataksia
  • Depresi pernapasan
  • Bingung
  • Amnesia
  • Gangguan mental
  • Ketergantungan

Ada juga beberapa efek samping Atarax yang jarang terjadi, seperti:

  • Sakit kepala
  • Vertigo
  • Ruam kulit
  • Hipotensi
  • Retensi urin
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan saluran cerna
  • Kelainan darah
  • Sakit kuning

Hentikan penggunaan Atarax bila Anda mengalami satu atau beberapa efek samping yang telah disebutkan. Segeralah memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga efek samping Atarax tidak meluas.

 

 

Sumber: 

  1. PIONAS-BPOM: Atarax. http://pionas.pom.go.id/obat/atarax [diakses pada 28 Mei 2019]
  2. Drugs: Atarax. https://www.drugs.com/atarax.html [diakses pada 28 Mei 2019]
  3. MedlinePlus: Hydroxyzine. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682866.html [diakses pada 28 Mei 2019]
  4. DrugInfoSys: Hydroxyzine. http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=1153&type=1 [diakses pada 28 Mei 2019]


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi