Daftar Obat Asam Lambung Terkait Kanker yang Ditarik BPOM

obat-maag-bpom-doktersehat
Photo Source: Flickr/sayotsu

DokterSehat.Com– Belakangan ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperingatkan bahaya obat untuk mengatasi masalah asam lambung berjenis ranitidine. Obat-obatan ini disebut-sebut telah tercemar N-Nitroseodimethylamine atau NDMA yang berpotensi memicu kanker.

Obat Asam Lambung Berjenis Ranitidin yang Tercemar Penyebab Kanker

Berdasarkan rilis BPOM pada 4 Oktober 2019, disebutkan bahwa beberapa jenis obat yang ditemukan telah melampaui batas cemaran NDMA diminta untuk segera dihentikan produksi serta distribusinya. BPOM juga memerintahkan industri farmasi yang memegang izin edar dari produk obat asam lambung ini untuk segera menariknya dari peredaran.

Sebagai informasi, setiap harinya tubuh kita maksimal hanya boleh terpapar cemaran NDMA maksimal 96 nanogram saja. Hal ini disebabkan oleh kandungan ini yang bersifat karsinogenik atau bisa memicu kanker jika dikosumsi dengan berlebihan dalam jangka panjang. Masalahnya adalah ada sebagian orang yang terbiasa rutin mengonsumsi obat asam lambung demi mengatasi gejala masalah kesehatan ini.

BPOM menyebut pemegang izin edar dari obat asam lambung yang bermasalah ini adalah PT Phapros TBK. Obat ini berjenis cairan injeksi ranitidine dengan kadar 25 mg/mL. Nomor bets dari produk ini adalah 95486 160 sampai dengan 190, 06486 001 sampai dengan 008, 16486 001 sampai dengan 051, 26486 001 sampai dengan 018. Produk-produk ini diminta untuk segera ditarik.

Sementara itu, beberapa produk obat asam lambung telah ditarik secara sukarela. Sebagai contoh, PT Glaxo Wellcoe Indonesia telah menarik Zantac dengan cairan injeksi 25 mg/mL dengan nomor bets GP4Y, JG9Y, serta XF6E.

PT Global Multi Pharmalab menarik Rinadin sirup 75 mg/5mL dengan nomor bets 0400518001, 0400718001, 0400818001. PT Indofarma juga menarik obat Indoran cairan injeksi 25 mh/mL dengan nomor bets BF 12I008 dan Ranitidine cairan injeksi 25 mg/mL dengan nomor bets BF 171 009 sampai dengan 021.

Mengatasi Masalah Asam Lambung

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara yang bisa kita lakukan demi mengatasi masalah asam lambung yang cukup merepotkan.

Berikut adalah berbagai cara tersebut.

  1. Mengonsumsi obat-obatan

Sebagian besar masyarakat langsung mencari obat untuk mengatasi masalah asam lambung atau maag jika gejala dari masalah kesehatan ini sudah membuat badan terasa tidak nyaman. Berikut adalah beberapa jenis obat yang bisa mengatasi masalah kesehatan ini.

  • Obat dengan jenis Antasida bisa membantu menetralisir asam lambung dengan cepat dan mengatasi gejala maag.
  • H2 Receptor Antagonist. Obat yang juga dikenal dengan nama H2RA ini bisa membantu produksi asam lambung berkurang dengan cepat. Hanya saja, salah satu jenis obat ini adalah ranitidine yang disebut-sebut telah terpapar NDMA yang berbahaya.
  • Proton Pump Inhibitors. Obat jenis ini bisa mengatasi maag dan nyeri ulu hati yang sangat tidak nyaman.
  • Jika masalah asam lambung terkait dengan infeksi bakteri berjenis H.Pylori, maka obat antibiotik bisa ditujukan untuk mengatasi bakteri tersebut.
  • Obat berjenis prokinetik bisa membuat lambung bisa dikosongkan dengan cepat sehingga membantu meredakan maag.
  1. Mengubah Pola Makan

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengurangi paparan makanan pedas, makanan asam, minuman berkafein, dan minuan bersoda untuk sementara waktu saat masalah asam lambung menyerang. Jika perlu, porsi makanan juga sebaiknya dikurangi untuk sementara demi mencegah produksi asam lambung menjadi berlebihan.

  1. Mengubah Gaya Hidup

Pengidap maag sangat disarankan untuk berhenti merokok yang terbukti terkait langsung dengan masalah asam lambung, tidak makan di waktu terlalu larut, dan mengelola stres dengan lebih baik.

 

Sumber:

  1. Pramudiarja, AN Uyung. 2019. Ditarik BPOM! Ini Daftar Obat Asam Lambung Ranitidin yang Berisiko Picu Kanker. detik.com/berita-detikhealth/d-4736010/ditarik-bpom-ini-daftar-obat-asam-lambung-ranitidin-yang-berisiko-picu-kanker.(Diakses pada 7 Oktober 2019).